Harian Masyarakat – Proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) ditargetkan mulai dibangun pada 2026. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan proyek strategis nasional ini terus berjalan meski masih dalam proses lelang. “Targetnya kalau bisa 2026 ya 2026,” ujarnya di Bandung, 4 November 2025.
Pembangunan dilakukan bertahap. Tahap pertama mencakup segmen Gedebage–Tasikmalaya sepanjang 95,52 kilometer, dilanjutkan ke Cilacap pada tahap berikutnya. Skema Multi Years Contract digunakan agar proyek tidak terhenti saat pergantian tahun anggaran.
Kendala utama proyek ini adalah pembebasan lahan, namun Dody menyebut prosesnya masih terkendali. Saat ini fokus pembebasan lahan berada di segmen Gedebage–Garut Utara yang mencakup 47 desa.
Tol Getaci akan melewati 98 desa di lima daerah: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya. Akan ada satu junction dan enam gerbang tol, antara lain Gedebage, Majalaya, Nagreg, Garut Utara, Garut Selatan, Singaparna, dan Kota Tasikmalaya.
Proyek ini sempat dievaluasi karena kebutuhan dana besar dari APBN, mencapai Rp4–5 triliun, terutama di area Garut–Bandung yang memiliki kontur tanah sulit. Sebelumnya proyek sempat dimenangkan konsorsium BUMN-swasta, namun batal karena restrukturisasi internal.
Jika rampung pada 2029, jalan tol sepanjang 206,65 kilometer ini akan menjadi yang terpanjang di Indonesia. Tol Getaci akan mempercepat konektivitas selatan Jawa, menekan biaya logistik, dan membuka akses ekonomi baru dari Bandung hingga Cilacap.















