spot_img

Virus Mengintai di Baju Thrifting: Dokter Kulit Ungkap Cara Aman Mengatasinya

Harian Masyarakat – Tren baju thrifting kian digemari anak muda, namun di balik harga murah dan model unik, tersimpan bahaya yang sering diabaikan. Dokter spesialis kulit lulusan Universitas Hasanuddin, dr. Fransiskus Xaverius Clinton, Sp.DVE, mengingatkan risiko kesehatan dari pakaian bekas yang tidak dicuci dengan benar.

“Memakai baju thrifting langsung itu bahaya sekali, apalagi kita langsung pakai dan enggak memprosesnya terlebih dulu,” kata dr. Clinton

Menurutnya, pakaian bekas yang ditumpuk lama bisa menjadi sarang virus Molluscum contagiosum, yaitu virus yang mampu bertahan lebih dari 48 jam di serat kain. Virus ini menyebabkan bintik-bintik pada kulit dan membutuhkan perawatan medis untuk penyembuhan.

Langkah Aman Membersihkan Baju Thrifting

Clinton menyarankan agar baju hasil thrifting tidak langsung dipakai, melainkan dibersihkan dengan benar untuk menghindari penularan virus dan bakteri. Berikut langkah yang dianjurkan:

  1. Rendam air panas minimal 30 menit
    Rendam baju di air bersuhu di atas 40 derajat Celsius. “Bagus lagi jika memakai air mendidih,” ujarnya. Suhu tinggi membantu membunuh virus dan kuman yang menempel di kain. Namun, pastikan bahan baju kuat terhadap panas agar tidak rusak.
  2. Cuci dengan deterjen
    Setelah direndam, cuci baju menggunakan deterjen. Kandungan surfaktan dalam deterjen membantu mengangkat kotoran, minyak, dan bakteri dari serat kain.
  3. Jemur di bawah sinar matahari langsung
    Sinar ultraviolet dari matahari membantu membunuh mikroorganisme yang tersisa. Pastikan baju benar-benar kering agar tidak lembap dan berjamur.
  4. Setrika sebelum digunakan
    Panas dari setrika menjadi perlindungan tambahan untuk memastikan virus dan bakteri benar-benar mati. Selain itu, baju jadi lebih rapi dan segar.

Kulit Sensitif Lebih Rentan Terinfeksi

el s gUPznplBsLI unsplash

Clinton mengingatkan agar orang dengan kulit sensitif, eksim, atau luka terbuka lebih berhati-hati memakai baju bekas. Kulit yang memiliki lapisan pelindung lemah lebih mudah terinfeksi.

“Untuk yang dihindari sebetulnya, semuanya kita harus menghindari itu. Baik kulit lapisan pelindung, kulit kita bagus atau enggak. Tapi untuk kulit barrier yang tidak bagus memang itu lebih rentan untuk terjadinya suatu infeksi,” katanya.

Baju thrifting memang menarik dan hemat, tetapi risiko kesehatannya nyata jika tidak dibersihkan dengan benar. Virus dan bakteri bisa bertahan lama di kain bekas dan memicu infeksi kulit. Dengan perawatan sederhana seperti merendam air panas, mencuci, menjemur, dan menyetrika, kamu bisa tetap tampil gaya tanpa mengorbankan kesehatan.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news