Harian Masyarakat – Paparan cesium-137 di pabrik sepatu di Cikande memicu kekhawatiran. Temuan ini berawal dari pemeriksaan Bea Cukai Belanda yang menemukan satu kotak sepatu dari Indonesia terkontaminasi. Penelusuran mengarah ke pabrik PT Nikomas Gemilang di Banten. Pemeriksaan Bapeten sudah dilakukan. Pabrik dinyatakan bersih.
Dua dokter kulit memberi gambaran soal risiko jika seseorang memakai sepatu yang terkontaminasi Cs-137. Keduanya menekankan bahwa dampak bergantung pada kadar dan lama paparan.
dr Ruri Diah Pamela menjelaskan bahwa kontak kulit dengan partikel Cs-137 bisa memicu radiasi beta yang menembus lapisan kulit. Risiko yang mungkin muncul yaitu kemerahan, iritasi, luka bakar radiasi atau kerusakan jaringan pada paparan tinggi. Namun data spesifik tentang sepatu terkontaminasi belum banyak dipublikasikan. Karena itu tingkat risikonya belum dapat dihitung secara pasti.
Ia menambahkan bahwa potensi kanker muncul jika paparan besar, lama atau bila zat radioaktif masuk ke tubuh. Bukti langsung hubungan Cs-137 pada sepatu dan kanker kulit belum tersedia.
dr Fitri Firdausiya menjelaskan bahwa Cs-137 memancarkan radiasi gamma dan partikel beta. Keduanya bisa berbahaya bila paparannya besar atau terus menerus. Kontak ringan umumnya menyebabkan iritasi atau kemerahan. Paparan besar bisa memicu luka bakar radiasi, penyakit radiasi dan meningkatkan risiko kanker.
Ia menegaskan satu hal penting. Efek akan minimal jika kontaminasi ringan dan segera dibersihkan. Seseorang yang mencurigai paparan dianjurkan melepas barang yang terkontaminasi lalu mencuci kulit dengan air mengalir dan sabun. Langkah ini mencegah partikel masuk lebih dalam ke jaringan kulit.















