spot_img

Tak Terduga! Pemulung di Tangsel Kantongi Rp 1,2 Miliar per Bulan

Harian Masyarakat – Karung-karung besar berisi botol plastik menutup hampir seluruh halaman Koperasi Pemulung Berdaya di dekat TPA Cipeucang, Tangerang Selatan. Dari kejauhan tampak seperti tumpukan sampah biasa. Begitu mendekat, suara mesin pencacah terdengar dari balik bangunan. Tempat itu mengolah enam ton botol setiap hari dan menjualnya ke pabrik-pabrik yang membutuhkan bahan plastik olahan.

Tempat itu mengolah enam ton botol setiap hari. Botol dari pemulung dan pemasok lain dipilah, dipres, lalu dicacah menjadi bahan baku yang dijual ke pabrik.

Senin (17/11/2025), aktivitas bergerak tanpa jeda. Pekerja dan pemulung mengupas label, memilah warna, dan mengangkat karung menuju mesin pres. Conveyor mengalirkan botol ke mesin pencacah. Dua produk utama dihasilkan. Bal pres dan cacahan plastik.

Pasokan datang dari banyak titik Jabodetabek. Sekretaris koperasi, Juleha, menyebut kontribusi pemulung sangat besar. “Pickup minimal 200 kilo. Truk minimal 400 sampai 500 kilo,” kata Juleha, Selasa (18/11/2025). Kiriman mandiri tanpa batasan.

Harga beli berada di Rp 5.000 per kilo. Angka ini mengikuti harga jual olahan sekitar Rp 8.000. Koperasi pernah kekurangan bahan ketika program kredit plastik membuat banyak pihak bersaing membeli. Koperasi bahkan harus mencari hingga Sukabumi dan Cianjur.

Setiap dua hari, hasil olahan dikirim ke pabrik. Ada yang menjadi benang polimer. Ada yang menjadi geotextile. Truk datang silih berganti.

Dengan kapasitas enam ton per hari, omzet koperasi mencapai Rp 1,2 miliar per bulan. Perputaran uang itu menghidupi ratusan orang termasuk pemulung yang bergantung pada rantai daur ulang plastik.

Di lahan kecil dekat Cipeucang, botol bekas tidak berakhir sebagai limbah. Botol menjadi komoditas bernilai. Pemulung mendapatkan penghasilan harian. Industri mendapatkan bahan baku. Rantai daur ulang terus berjalan.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news