Harian Masyarakat – Pusat penipuan online di Myanmar runtuh satu per satu. Junta militer menayangkan video bulldozer, ledakan, dan ribuan warga asing yang ditahan. Negara itu mencoba menunjukkan bahwa mereka sedang membersihkan wilayahnya dari industri penipuan senilai puluhan miliar dolar.
Aksi ini bukan operasi kecil. Ini operasi paling masif sejak kudeta memicu perang sipil empat tahun lalu. Dalam tayangan harian MRTV, pasukan keamanan menyisir gedung tanpa perlawanan. Para pekerja asing dipaksa berjongkok berbaris. Komputer dan ponsel tergeletak menumpuk menunggu dihancurkan.
Operasi terbaru dimulai pada 18 November 2025 di Shwe Kokko, kawasan perbatasan Myanmar–Thailand. Enam hari penyisiran menghasilkan penangkapan 1.746 warga asing. Laporan pada 24 November mencatat temuan total 12.586 warga negara asing yang ditahan sejak akhir Januari. Sebanyak 9.978 orang sudah dideportasi melalui Thailand.
Data itu mencakup warga Afrika dan negara lain yang mengaku direkrut dengan tipu daya dan ditahan paksa di pusat-pusat scam.
Shwe Kokko dan KK Park, Markas Scam Raksasa
Dua pusat operasi terbesar menjadi sasaran. KK Park digempur pada Oktober. Gedungnya meledak dan rata akibat buldoser. Ratusan komputer hancur. Shwe Kokko menyusul sebulan kemudian. Pasukan menyita:
• 2.893 komputer
• 21.750 ponsel
• 101 perangkat Starlink
• 21 router
• Puluhan ribu perangkat penunjang perjudian dan penipuan
Video lokal menunjukkan alat penggilas menghancurkan monitor yang ditumpuk berjejer. Ponsel-ponsel yang telah dihancurkan memenuhi lantai.
Industri Penipuan Bernilai Puluhan Miliar Dolar
Myanmar sudah lama dikenal sebagai episentrum scam Asia Tenggara. Skema umumnya memakai pendekatan asmara lalu berubah menjadi investasi palsu. Korbannya tersebar di seluruh dunia.
Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan memperkirakan skema ini menghasilkan hampir 40 miliar dolar AS per tahun untuk jaringan kriminal internasional. Laporan lain menyebut korban dari Asia Timur dan Asia Tenggara kehilangan 37 miliar dolar AS hanya dalam tahun 2023.
Teknologi Satelit Jadi Nyawa Sindikat
Investigasi internasional menemukan perangkat internet satelit Starlink dipasang massal di kompleks-kompleks scam. Teknologi itu membuat operasional mereka tidak tergantung jaringan lokal. Setelah temuan itu dipublikasikan, Starlink memutus lebih dari 2.500 perangkat yang berada di area yang dicurigai.
Pemutusan jaringan membuat beberapa kompleks gelap digital dan mempercepat operasi penggerebekan.
Ribuan Pekerja, Banyak Di Antaranya Korban Perdagangan Manusia

Pusat-pusat scam tidak hanya diisi pelaku kriminal profesional. Banyak pekerjanya adalah korban. Mereka dijanjikan pekerjaan di luar negeri lalu dijual ke kompleks tertutup yang dijaga kelompok bersenjata. Mereka tidak bisa keluar. Mereka dipaksa menipu korban di luar negeri dengan skema asmara atau investasi.
Wilayah perbatasan yang nyaris tanpa pengawasan sejak perang sipil 2021 membuat industri ini tumbuh cepat.
Meski ribuan orang ditangkap dan fasilitas dihancurkan, para pengamat menilai otak di balik industri ini masih beroperasi dari lokasi lain. Mereka memindahkan pusat operasi dengan cepat. Mereka punya jaringan bersenjata. Mereka punya dana besar. Mereka tahu celah di wilayah yang terpecah oleh konflik.

Namun tekanan internasional terus meningkat. Myanmar berusaha menunjukkan bahwa mereka tidak lagi menutup mata. Penggerebekan demi penggerebekan menjadi tontonan publik di televisi pemerintah.
Gelombang Bersih-Bersih Masih Panjang
Operasi di Shwe Kokko dan KK Park menggambarkan satu hal. Mesin scam Myanmar tidak lagi sekuat dulu. Ribuan perangkat disita. Ribuan orang ditahan. Puluhan ribu perangkat komunikasi dimusnahkan.
Namun industri bernilai miliaran dolar tidak runtuh hanya dengan satu operasi. Ada jaringan baru yang bisa muncul. Ada dalang yang belum tersentuh. Ada ribuan korban yang masih terjebak.
Myanmar kini berada di bawah sorotan. Dunia menunggu apakah operasi besar ini benar-benar awal dari perubahan atau sekadar respons taktis di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.















