spot_img

Kereta Kilat Hubungkan Jakarta-Bandung 1,5 Jam, Whoosh Punya Pesaing Baru?

Harian Masyarakat – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggandeng PT Kereta Api Indonesia untuk menghadirkan layanan kereta cepat baru bernama KA Kilat Pajajaran. Proyek ini dirancang sebagai transportasi strategis yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dengan waktu tempuh 1,5 jam, jauh lebih singkat dibandingkan kereta reguler yang membutuhkan 2,5 hingga 3 jam.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai layanan ini akan mempercepat mobilitas masyarakat, termasuk koneksi lanjutan ke kota lain. Ia menegaskan Jawa Barat harus masuk ke era transportasi modern yang tidak lagi bergantung pada jalur darat yang padat.

“Hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat, disaksikan oleh Pak Wamenhub, berkomitmen dengan Direktur PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian di Jawa Barat,” ujar Dedi, Rabu 26 November 2025.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan KA Kilat Pajajaran tidak akan bersaing dengan Kereta Cepat Whoosh yang mampu menempuh Jakarta Bandung dalam 36 sampai 45 menit.

“Enggak jadi saingan Whoosh, enggak, waktu tempuh nggak, tipis bedanya,” kata Airlangga di Jakarta.

Kendati lebih lambat, Kilat Pajajaran menyasar segmen berbeda. Layanan ini tetap masuk kategori cepat tetapi menggunakan jalur perkeretaapian konvensional yang ditingkatkan, sehingga memiliki titik berhenti dan jangkauan wilayah lebih luas.

Investasi Jumbo Rp 8 Triliun dan Skema Pembangunan

Proyek KA Kilat Pajajaran membutuhkan investasi Rp 8 triliun. PT KAI mulai melakukan kajian pada awal 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyusun pola pendanaan melalui APBD Jabar sebesar Rp 2 triliun per tahun mulai 2027 hingga 2030.

Dengan skema ini, masa pembangunan diperkirakan berlangsung selama empat tahun.

Jaringan Meluas Hingga Banjar

Kilat Pajajaran tidak berhenti di Bandung. Layanan ini akan diperpanjang ke Garut, Tasikmalaya, dan Banjar. Target waktu tempuh rute lanjutan ini hanya dua jam dari Bandung dan tiga jam dari Jakarta.

“Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat. Gambir Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar,” ujar Dedi.

Namun ada syarat penting. Daerah yang ingin menikmati pemberhentian kereta wajib ikut berinvestasi.

“Kabupaten yang tidak ikut investasi dalam pembangunan jalur kereta nyaman Kilat Pajajaran tidak berhenti di situ keretanya. Lewat. Sampai Bandung saja cukup,” tegas KDM.

KDM menyebut proyek ini sebagai langkah mengembalikan kejayaan jaringan kereta di Jawa Barat. Menurutnya, sistem perkeretaapian adalah transportasi masa depan karena ramah lingkungan dan tidak merusak jaringan tanah.

Ia bahkan membuka peluang waktu tempuh lebih cepat dari 1,5 jam. Dengan kajian teknis lanjutan, durasi perjalanan bisa dipangkas menjadi 1 jam.

Kereta Wisata Lalana Menyusul

Selain Kilat Pajajaran, Jawa Barat juga menyiapkan KA Wisata Lalana, penghubung Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur. Kereta ini ditargetkan meluncur pertengahan Desember 2025 sebagai penunjang sektor wisata dan mobilitas antarkota.

Kesepakatan resmi melalui MoU pada 25 November 2025 menandai babak baru transportasi Jawa Barat. Dengan kecepatan, jangkauan, dan pendanaan terstruktur, proyek ini memiliki potensi mengubah pola perjalanan warga di kawasan metropolitan terbesar di Indonesia.

Jika investasi berjalan sesuai rencana, jalur KA Kilat Pajajaran akan menjadi opsi strategis bagi jutaan penduduk. Ia berdiri di antara kenyamanan kereta reguler dan kecepatan Whoosh. Segmentasi yang berbeda, jangkauan kota lebih luas, serta kebijakan “yang tidak investasi tidak disinggahi” membuat proyek ini bukan sekadar moda transportasi, melainkan transformasi ruang hidup.

Perjalanannya baru dimulai. Namun arah yang dituju sudah jelas. Jawa Barat sedang membangun rel masa depannya sendiri.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news