spot_img

Data Terbaru Bencana Aceh–Sumut–Sumbar: 445 Tewas, 402 Masih Hilang

Harian Masyarakat – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan pembaruan data jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar).

“Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Angka itu bukan final. Tim SAR gabungan masih bekerja di sungai-sungai yang meluap, lereng yang runtuh, dan desa yang luluh lantak.

Kabupaten dan kota yang terpukul hebat meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Kepulauan Nias.

Ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Data BNPB mencatat pengungsi tersebar sebagai berikut:

  • Tapanuli Utara: 3.600 jiwa
  • Tapanuli Tengah: 1.659 jiwa
  • Tapanuli Selatan: 4.661 jiwa
  • Kota Sibolga: 4.456 jiwa
  • Humbang Hasundutan: 2.200 jiwa
  • Mandailing Natal: 1.378 jiwa

Banyak wilayah terisolasi. Jalur Tarutung–Sibolga belum pulih. Alat berat baru menembus sekitar 40 kilometer dari jalur yang tertimbun.

“Untuk jalur Tarutung–Sibolga, normalisasi masih berjalan. Alat berat baru bisa menembus sekitar 40 kilometer,” kata Suharyanto.

Bencana ini tidak berhenti di Sumut. Aceh mengalami kerusakan luas di berbagai wilayah. BNPB mencatat 96 korban meninggal dan 75 masih hilang. Banyak daerah hanya bisa dijangkau kendaraan taktis karena longsor menutup akses.

Daerah terdampak meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Nagan Raya. Sekitar 62.000 keluarga harus mengungsi. Mereka membutuhkan obat, pakaian, dan air bersih. Distribusi logistik terkendala akses dan cuaca.

Di Sumbar, banjir dan longsor menimbulkan kehancuran besar. BNPB mencatat 129 warga meninggal, 118 hilang, dan 16 luka-luka. Banjir bandang melanda Agam, Padang, Padang Panjang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, hingga Pesisir Selatan.

Jumlah pengungsi mencapai 77.918 jiwa. Banyak dari mereka kehabisan makanan dan kehilangan rumah. Tim medis kewalahan menangani trauma psikologis anak-anak yang kehilangan orang tua.

BNPB mengoordinasikan lintas lembaga untuk mempercepat pemulihan. TNI, Polri, Basarnas, kementerian, dan pemerintah daerah bekerja siang malam.

Fokus darurat meliputi:

  1. Pencarian korban dengan tambahan personel dan alat berat
  2. Pembukaan akses jalan yang terputus
  3. Pemenuhan kebutuhan logistik dan air bersih
  4. Pemulihan jaringan komunikasi
  5. Penyediaan lokasi relokasi sementara bagi warga yang rumahnya hancur

“Tim gabungan melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan, distribusi logistik, hingga pembukaan akses menuju wilayah terdampak,” ujar Suharyanto.

Hari ketujuh penanganan bencana belum menunjukkan tanda berakhir. Sumatera kini berada dalam fase pemulihan yang panjang. Setiap jembatan yang runtuh dan setiap rumah yang terkubur lumpur adalah pengingat bahwa bencana ini meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang dalam satu musim.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news