Harian Masyarakat | Obesitas adalah penyakit kronis yang ditandai oleh penumpukan lemak berlebih yang membahayakan kesehatan.
Fakta singkat
- Pada 2022, sekitar 1 dari 8 orang di dunia hidup dengan obesitas.
- Pada 2022, 2,5 miliar orang dewasa kelebihan berat badan, termasuk 890 juta orang yang hidup dengan obesitas.
- Pada 2024, diperkirakan 35 juta anak di bawah 5 tahun kelebihan berat badan.
Angka-angka tersebut menunjukkan kenaikan tajam sejak 1990. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas meningkat di seluruh dunia, termasuk di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Apa itu obesitas?
Obesitas berarti penumpukan lemak tubuh yang berlebihan dan dapat mengganggu kesehatan. Definisi umum untuk orang dewasa menggunakan indeks massa tubuh atau BMI.
Kategori BMI
- BMI 25 atau lebih = kelebihan berat badan.
- BMI 30 atau lebih = obesitas.
Untuk anak dan remaja, definisi menyesuaikan usia dan jenis kelamin. Selain BMI, ukuran lingkar pinggang juga membantu menilai risiko kesehatan.
Bagaimana obesitas didiagnosis?
Dokter akan mengukur berat, tinggi, dan lingkar pinggang. Mereka dapat menghitung BMI dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes darah dapat diminta untuk menilai gula darah, kolesterol, dan tanda peradangan. Pemeriksaan komposisi tubuh seperti bioelectrical impedance atau scan juga bisa digunakan.
Penyebab utama
Obesitas jarang disebabkan oleh satu faktor tunggal. Faktor-faktor berikut sering bekerja bersama.
Ketidakseimbangan energi
Obesitas terjadi ketika asupan energi (kalori) lebih besar daripada penggunaan energi secara terus-menerus. Tubuh menyimpan kelebihan energi sebagai lemak.
Pola makan dan jenis makanan
Makanan ultra-proses, minuman tinggi kalori, dan porsi besar berkontribusi pada kenaikan berat badan. Diet yang kaya biji-bijian utuh, buah, dan sayur dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik.
Aktivitas fisik
Kurang bergerak menurunkan pengeluaran kalori. Banyak pekerjaan modern dan kebiasaan sehari-hari mengurangi aktivitas fisik. Terlalu banyak waktu layar berkaitan dengan kenaikan berat.
Genetika dan faktor fisiologis
Gen dapat memengaruhi di mana tubuh menyimpan lemak, nafsu makan, dan bagaimana tubuh membakar kalori. Tipe genetik yang berbeda meliputi monogenik, poligenik, dan sindromik. Dalam beberapa kasus gen tunggal menyebabkan rasa lapar yang tak terkontrol.
Kondisi medis dan obat
Beberapa penyakit mengubah metabolisme dan mendorong penimbunan lemak, misalnya hipotiroidisme, sindrom Cushing, dan beberapa gangguan pada hipotalamus.
Beberapa obat juga menyebabkan kenaikan berat badan. Contohnya steroid, beberapa antidepresan, antipsikotik, obat anti-kejang, obat diabetes tertentu, dan beberapa beta-blocker.
Hormon, stres, dan tidur
Hormon seperti leptin, insulin, ghrelin, estrogen, dan androgen mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak. Stres mendorong konsumsi makanan berkalori tinggi. Kurang tidur mengganggu hormon yang mengontrol nafsu makan dan metabolisme.
Lingkungan dan sosial ekonomi
Lingkungan yang mudah dijangkau oleh makanan cepat saji, kurangnya pasar yang menyediakan makanan sehat, daerah tanpa trotoar atau ruang terbuka untuk bergerak, serta pemasaran makanan tinggi kalori meningkatkan risiko obesitas.
Faktor sosial dan ekonomi seperti pendapatan rendah, pendidikan terbatas, dan akses kesehatan juga memengaruhi kemungkinan seseorang menjadi obesitas.
Dampak kesehatan
Obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit. Beberapa yang sering muncul:
- Penyakit jantung dan stroke.
- Diabetes tipe 2.
- Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tidak sehat.
- Penyakit hati berlemak hingga sirosis.
- Gangguan tidur seperti sleep apnea dan obesitas hypoventilation syndrome.
- Osteoartritis dan nyeri sendi.
- Beberapa jenis kanker, termasuk payudara, usus, pankreas, dan hati.
- Masalah reproduksi, depresi, dan penurunan kualitas hidup.
Obesitas pada anak meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa.
Diagnosis risiko tambahan
Ukuran lingkar pinggang membantu mengenali risiko. Pada pria, lingkar pinggang lebih dari 102 cm berisiko tinggi. Pada wanita, lebih dari 89 cm berisiko tinggi. Pengukuran ini menilai lemak di sekitar organ yang paling berbahaya.
Pengobatan dan pengelolaan
Perawatan obesitas bersifat individual. Dokter akan menilai faktor penyebab lalu merekomendasikan kombinasi langkah berikut.
Perubahan pola makan
Rencana makan yang sehat fokus pada sayur, buah, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan pengurangan makanan tinggi gula dan lemak jenuh. Pola makan yang sering direkomendasikan meliputi pola Mediterania atau DASH.
Aktivitas fisik
Menambah aktivitas harian dan rutin olahraga membantu membakar kalori dan menjaga massa otot. Aktivitas ini meliputi berjalan, naik tangga, dan latihan kekuatan.
Dukungan kesehatan mental
Konseling, terapi perilaku kognitif, dan kelompok dukungan membantu mengatasi stres, makan emosional, dan kebiasaan yang sulit diubah.
Obat-obatan untuk penurunan berat badan
Obat dapat membantu bersama perubahan gaya hidup. Beberapa obat yang digunakan antara lain:
- Bupropion-naltrexone.
- Agonis GLP-1, termasuk contoh obat yang disebut pada sumber.
- Semaglutide dan tirzepatide.
- Liraglutide.
- Orlistat.
- Kombinasi phentermine-topiramate.
- Phentermine untuk penggunaan jangka pendek.
Obat memiliki efek samping dan tidak selalu cocok untuk semua orang. Dokter akan menilai manfaat dan risiko sebelum meresepkan.
Prosedur dan operasi
Untuk obesitas kelas berat, operasi bariatrik dapat dipertimbangkan. Pilihan meliputi sleeve gastrectomy, gastric bypass, gastric band, duodenal switch, dan prosedur endoskopik tertentu. Operasi mengubah kapasitas pencernaan dan sinyal lapar. Mereka dapat menurunkan berat badan yang signifikan dan mengurangi risiko penyakit terkait.
Pencegahan kekambuhan
Obesitas adalah kondisi kronis. Menjaga kebiasaan sehat setelah penurunan berat penting untuk mencegah kenaikan kembali. Rutin berolahraga 45–60 menit per hari membantu mempertahankan berat.
Pencegahan pada tingkat individu dan masyarakat
Langkah individu
- Kurangi minuman manis dan camilan tinggi kalori.
- Tambah sayur dan buah dalam porsi sehari-hari.
- Tidur cukup dan atur stres.
- Kurangi waktu layar.
Langkah kebijakan dan lingkungan
Pencegahan yang efektif membutuhkan tindakan multisektoral. Contoh tindakan yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan meliputi:
- Membuat makanan sehat lebih terjangkau dan tersedia.
- Mengurangi kandungan gula, garam, dan lemak pada makanan olahan.
- Membatasi pemasaran makanan tidak sehat terutama yang menyasar anak.
- Menyediakan ruang publik untuk aktivitas fisik dan transportasi aktif.
Sistem kesehatan harus siap mendeteksi peningkatan berat pada tahap awal dan memberikan layanan pencegahan serta pengelolaan yang terintegrasi.
Pertanyaan umum singkat
Kenapa berat badan bisa naik meski makan sedikit? Bisa karena kondisi medis, obat, perubahan hormon, atau penurunan aktivitas. Juga karena retensi cairan pada kondisi tertentu.
Apakah kurang tidur menyebabkan obesitas? Ya. Kurang tidur mengubah hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. Ini membuat kita lebih mudah memilih makanan tinggi kalori.
Bisakah anak yang obesitas menjadi dewasa yang sehat? Anak yang obesitas berisiko tinggi tetap memiliki obesitas di dewasa. Intervensi dini pada pola makan, aktivitas, dan lingkungan dapat mengubah risiko tersebut.
Obesitas adalah penyakit kompleks yang dipengaruhi faktor biologis, perilaku, lingkungan, dan sosial. Dampaknya luas dan serius. Perubahan gaya hidup, dukungan medis, dan kebijakan publik diperlukan untuk mencegah dan mengelola obesitas. Kehadiran program terpadu yang mendukung pilihan sehat dapat mengurangi beban penyakit dan biaya ekonomi di masa depan.
Dokumen ini menyusun fakta yang terdapat dalam sumber yang diberikan. Jika Anda ingin versi yang disingkat atau versi untuk publikasi media online beserta meta deskripsi dan subjudul SEO, saya siap membuatkannya.















