Harian Masyarakat | Glycolic acid menjadi salah satu bahan aktif paling sering dipakai dalam perawatan kulit. Bahan ini dikenal sebagai AHA yang mampu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan kulit, dan membantu atasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, hiperpigmentasi, hingga garis halus.
Apa Itu Glycolic Acid
Glycolic acid adalah jenis alpha hydroxy acid. Bahan ini berasal dari tebu, beberapa buah, bit, dan sering diproduksi di laboratorium untuk kebutuhan kosmetik. Wujudnya tidak berwarna dan tidak berbau.
Bahan ini memiliki ukuran molekul paling kecil dibanding AHA lain seperti citric acid dari buah sitrus, malic acid dari apel, dan lactic acid dari susu. Ukuran kecil ini membuatnya lebih mudah masuk ke lapisan kulit.
Cara Kerja
Glycolic acid memiliki beberapa sifat utama.
1. Mengangkat Sel Kulit Mati
Bahan ini meluruhkan lapisan sel kulit mati dan minyak tanpa perlu menggosok. Proses kimia ini membuat permukaan kulit lebih halus.
2. Menarik dan Mengikat Air
Glycolic acid bertindak sebagai humektan. Ia meningkatkan produksi glycosaminoglycans yang berperan menarik air ke dalam kulit. Kulit tampak lebih lembap.
3. Menghambat Bakteri
Penelitian menunjukkan glycolic acid pada kadar tertentu dapat menghambat pertumbuhan bakteri.
4. Mendukung Peremajaan Kulit
Bahan ini meningkatkan kolagen dan hyaluronic acid di kulit. Keduanya menjaga elastisitas dan struktur kulit. Glycolic acid juga membantu memperbaiki kerusakan akibat sinar matahari.
Manfaat
1. Jerawat
Glycolic acid membantu mengurangi jerawat karena membuka pori yang tersumbat, memperbaiki tekstur kulit, dan menekan komedo. Beberapa formulasi dipakai sebagai chemical peel untuk mengatasi jerawat dan bekasnya.
2. Hiperpigmentasi dan Sunspot
Paparan sinar UV memicu sunspot, noda gelap, dan kerutan. Penelitian tahun 2020 menunjukkan glycolic acid efektif memperbaiki kerusakan akibat sinar matahari. Penelitian tahun 2018 juga menyebutkan bahan ini memberi perlindungan terhadap sinar UVB.
3. Garis Halus dan Keriput
Seiring usia, kulit berkurang elastisitasnya. Glycolic acid dapat:
Meningkatkan produksi kolagen
Meningkatkan kadar hyaluronic acid
Mempercepat regenerasi sel kulit
Memperbaiki kualitas elastin
Hasilnya, garis halus tampak memudar.
4. Melasma
Glycolic acid membantu mengurangi melasma tipe epidermal dan campuran. Bahan ini bisa dipakai sendiri atau dikombinasikan dengan perawatan lain. Namun, tidak efektif untuk melasma tipe dermal karena berada di lapisan kulit yang lebih dalam.
5. Bekas Jerawat
Penggunaan glycolic acid, baik sendiri atau bersama microneedling, menunjukkan perbaikan pada bekas jerawat.
6. Kutil
Beberapa chemical peel untuk kutil mengandung glycolic acid. Penelitian tahun 2022 mencatat keberhasilan penggunaan kombinasi 15 persen dengan 2 persen salicylic acid untuk kutil wajah.
Siapa yang Perlu Berhati-hati
Orang dengan kondisi berikut perlu sangat hati-hati:
Kulit sensitif
Kulit kering
Rosacea
Eksim
Infeksi kulit aktif
Menurut Dr. Angela Wei, “Jika kamu punya kulit sensitif atau kulit yang sedang tidak dalam kondisi baik, glycolic acid bisa memperparah iritasi.”
Bahan ini aman untuk ibu hamil atau menyusui bila dipakai dalam kadar rendah pada kulit. Namun tetap harus berkonsultasi dengan dokter.
Risiko dan Efek Samping
1. Iritasi
Pemakaian berlebihan atau kadar terlalu tinggi dapat memicu:
Kemerahan
Gatal
Pembengkakan
Sensasi terbakar
Jika muncul gejala, hentikan penggunaan dan bilas segera.
2. Fotosensitivitas
Glycolic acid membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari. Risiko sunburn meningkat karena lapisan kulit terluar terangkat. Pengguna wajib memakai sunscreen.
3. Hiperpigmentasi
Iritasi kulit dapat memicu noda gelap baru, terutama pada kulit yang mudah mengalami hiperpigmentasi.
4. Risiko pada Konsentrasi Tinggi
Kadar di atas 10 persen hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter. Pemakaian tidak tepat dapat menyebabkan reaksi serius.
Cara Memilih Produk
Glycolic acid tersedia dalam berbagai bentuk:
- Pembersih
- Toner
- Exfoliant cair
- Serum
- Pelembap
- Perawatan jerawat
- Masker dan at-home peel
Pemula sebaiknya memilih konsentrasi sekitar 8 persen. pH ideal berada di kisaran 4, mendekati pH kulit.
Cara Menggunakan
1. Lakukan Patch Test
Coba di area kecil terlebih dahulu. Jika aman, lanjutkan ke wajah.
2. Mulai Perlahan
Gunakan 1 sampai 2 kali seminggu. Tingkatkan frekuensi bila kulit bisa menoleransi.
3. Gunakan Satu Produk Saja
Tidak perlu memakai beberapa produk sekaligus. Ini mencegah iritasi dan memudahkan evaluasi hasil.
4. Hindari Kombinasi dengan Bahan Aktif Lain saat Awal Penggunaan
Hindari dulu:
Retinol
Vitamin C
Eksfolian lain seperti lactic acid atau salicylic acid
Dr. Wei menjelaskan, “Mengurangi jumlah bahan aktif saat mencoba produk baru membantu mengenali apa yang memicu masalah.”
5. Gunakan pada Malam Hari
Glycolic acid meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari. Karena itu dianjurkan digunakan sebelum tidur.
6. Wajib Sunscreen
Saat memakai AHA, pertahanan utama kulit adalah sunscreen SPF minimal 30 yang harus diulang tiap dua jam.
Konsentrasi dan Durasi Penggunaan
Produk pasaran umumnya mengandung 7 sampai 15 persen dan dipakai sekali atau dua kali sehari hingga empat bulan. Peeling medis memakai kadar lebih tinggi dan hanya boleh dilakukan oleh profesional.
Glycolic acid adalah AHA dengan kemampuan eksfoliasi kuat, ukuran molekul kecil, dan manfaat luas untuk jerawat, hiperpigmentasi, melasma, bekas jerawat, serta tanda penuaan. Hasilnya bisa bertahap dan membutuhkan konsistensi. Penggunaan tepat, dosis sesuai, dan perlindungan sinar matahari menjadi kunci aman dan efektif.
Jika ingin memasukkan glycolic acid ke rutinitas harian, pilih konsentrasi rendah, mulai perlahan, dan sesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Jika memiliki kondisi kulit tertentu, konsultasi dokter sangat dianjurkan.















