spot_img

Jangan Abaikan! Peralatan Mandi yang Berbahaya Jika Dipakai Bergantian

Harian Masyarakat – Jika sedang bepergian atau menginap di rumah kerabat dan tidak membawa perlengkapan mandi, banyak orang memilih memakai barang yang tersedia. Menggunakan handuk pinjaman, Mengambil sikat gigi milik penghuni rumah. Atau memakai pisau cukur yang tersedia di kamar mandi. Semua tindakan itu terlihat wajar. Tidak ada yang tampak berisiko.

Namun benda-benda tersebut memiliki fakta lain. Ada mikroba yang dapat bertahan lebih lama dari yang diperkirakan. Mikroba dapat berada di kain. Di plastik. Di logam. Mikroba tetap hidup meskipun kamar mandi dibersihkan setiap hari.

Peneliti Alice N. Neely dan Mary M. Orloff menemukan jamur seperti Aspergillus bisa hidup lebih dari satu bulan di kain dan plastik. Mereka memantau spora pada berbagai bahan dan melihat jamur tetap aktif dalam hitungan minggu. Ada bakteri yang hidup bertahun-tahun di permukaan lembap. Virus pun mampu bertahan dari hitungan jam sampai berbulan-bulan pada keramik, logam, dan kain.

Kamar mandi menyediakan lingkungan ideal. Hangat. Lembap. Penuh celah. Tempat yang sempurna bagi patogen untuk berkembang.

Handuk

Sebuah laporan di Amerika Serikat mengaitkan kebiasaan berbagi handuk para pemain sepak bola sekolah menengah dengan wabah Staphylococcus aureus yang resistan antibiotik. Pemain yang berbagi handuk tercatat delapan kali lebih berisiko tertular infeksi.

Bakteri ini bisa menyebabkan impetigo. Pada kasus jarang, kondisi tersebut memicu syok septik dan kegagalan organ. Para pemain memiliki banyak luka kecil setelah latihan. Luka inilah yang membuka jalan bagi bakteri.

Penelitian lain pada keluarga di AS menunjukkan pola serupa. Jika satu orang terinfeksi dan handuk dipakai bersama, risiko penularan meningkat tajam. Sabun dan air tidak cukup menghilangkan mikroba. Mereka hanya menurunkan jumlahnya.

Sikat Gigi

Benda kecil ini menyimpan patogen dalam jumlah besar. Bakteri penyebab radang gusi. Virus herpes simpleks tipe 1 yang memicu luka dingin. Virus Epstein-Barr yang menyebabkan demam kelenjar. Bahkan kemungkinan hepatitis C.

Berbagi sikat gigi berarti memindahkan air liur beserta mikroorganisme yang menempel. Anda mungkin merasa baik-baik saja. Tapi sikat itu membawa jejak kesehatan mulut orang lain.

Pisau Cukur

Setiap kali Anda mencukur, ada peluang kecil terbentuk luka mikro yang tidak terlihat. Luka ini cukup bagi bakteri atau virus masuk.

Ketika pisau cukur dipakai bersama, risiko penularan penyakit yang ditularkan lewat darah meningkat. Dokter menyinggung potensi hepatitis. Bahkan HIV. Meski risikonya rendah, pintu tetap terbuka bila ada luka kecil.

Handuk Lembap

Handuk menyimpan lebih banyak mikroba dibanding yang Anda bayangkan. Lingkungan lembap membuat bakteri, jamur, dan virus berkembang cepat.

Infeksi kulit seperti kurap, kutil, atau konjungtivitis dapat berpindah hanya karena handuk terkontaminasi menyentuh wajah. Para ahli meminta setiap orang punya handuk pribadi dan menggantinya rutin.

Sabun Batang

Sabun batang tampak bersih. Namun permukaannya menyimpan bakteri dari pengguna sebelumnya. Meskipun sabun memiliki sifat antibakteri, permukaan yang lembap tetap menjadi tempat singgah mikroba.

Ahli mikrobiologi menyarankan sabun cair untuk meminimalkan risiko. Jika Anda tetap memakai sabun batang, bilas sebelum dan sesudah digunakan lalu simpan di tempat kering.

Deodoran Roll-on

Permukaan bola roll-on langsung menyentuh kulit ketiak. Area yang lembap dan mudah dihuni bakteri. Berbagi deodoran memindahkan bakteri penyebab bau badan. Bisa memicu iritasi dan infeksi kulit.

Para ahli kebersihan pribadi menyarankan satu orang satu deodoran.

Gunting Kuku dan Alat Pedikur

Alat-alat ini sering menyebabkan luka kecil. Cukup kecil hingga tak terlihat. Namun cukup untuk membawa jamur kuku, bakteri, atau virus.

Jika kondisi terpaksa berbagi, alat harus disterilkan dengan alkohol isopropil sebelum dan sesudah pemakaian.

Spons Mandi

Spons mandi adalah rumah ideal bagi bakteri. Celah-celah seratnya menyimpan sel kulit mati dan kelembapan. Mikroba berkembang pesat di sana.

Berbagi loofah dapat memicu ruam, jerawat tubuh, atau infeksi jamur. Dermatolog menyarankan mengganti loofah setiap tiga sampai empat minggu.

Kebiasaan kecil ini menjaga kesehatan Anda dan orang terdekat. Satu keputusan sederhana di kamar mandi dapat mencegah masalah besar di kemudian hari.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news