Harian Masyarakat – Komisi Bareskrim Polri membongkar jaringan narkoba yang menargetkan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Operasi dilakukan sebelum festival dimulai. Sebanyak 17 orang ditangkap dan puluhan kilogram narkotika disita.
“Langkah ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba, sekaligus menjaga citra Indonesia di mata internasional,” kata Brigjen Eko Hadi dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggelar operasi pada 9 sampai 11 Desember 2025. Seluruh penangkapan dilakukan di luar area konser. DWP 2025 sendiri berlangsung pada 12 sampai 14 Desember 2025 di GWK Cultural Park, Bali.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut operasi ini bersifat pencegahan. Polisi bergerak lebih awal karena event berskala internasional rawan dimanfaatkan jaringan narkoba.
Operasi melibatkan Bareskrim Polri, Satgas Narcotics Investigation Center, dan Bea Cukai wilayah Bali, NTB, serta NTT. Tim menggunakan metode penyelidikan tertutup dan pengembangan jaringan.
“Penangkapan ini kami lakukan di luar lokasi DWP, sebelum event DWP digelar dan kemudian dilanjutkan dengan pengembangan hingga event tersebut selesai,” tegas Brigjen Eko.
Dalam operasi tersebut,Barang bukti yang disita meliputi sabu sekitar 31.009,53 gram sabu, 956,5 butir ekstasi, 23,59 gram ekstasi serbuk, 135 gram Happy Water, 1.077,72 gram ketamin, 33,12 gram kokain, 21,09 gram MDMA, 36,92 gram ganja, dan 3,5 butir Happy Five.
Polisi menetapkan 17 tersangka, termasuk satu warga negara asing. Tujuh orang lainnya masuk daftar pencarian orang dan masih diburu.
Berikut ini daftar tersangka:
1. Gusliadi
2. Ardi Alfayat
3. Donna Fabiola
4. Emir Aulija
5. Mifrat Salim Baraba
6. Msulim Gerhanto Bunsu
7. Andrie Juned Rizky
8. Nathalie Putri Octavianus
9. Abed Nego Ginting
10. Gada Purba
11. Stephen Aldi Wattimena
12. Sally Augusta Porajouw
13. Ali Sergio
14. Tresilya Piga
15. Ni Ketut Ari Krismayanti
16. Ricky Chandra
17. Marco Alejandro Cueva Arce (WNA)
Bareskrim Polri menegaskan langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan pengunjung dan citra Indonesia dalam penyelenggaraan event internasional. Pengembangan kasus dan pengejaran DPO masih terus berjalan.















