spot_img

Benarkah Garam Bisa Menaikkan Tekanan Darah? Ini Penjelasan Medis yang Jarang Dibahas

Harian Masyarakat | Garam ada di hampir semua makanan harian. Sup kalengan, burger, keripik, roti, hingga dalam masakan rumah. Banyak orang mengonsumsinya tanpa sadar. Pertanyaannya sederhana tapi krusial. Benarkah garam bisa menaikkan tekanan darah?

Garam, Natrium, dan Tekanan Darah

Garam tersusun dari dua unsur. Salah satunya natrium. Natrium berperan besar dalam mengatur keseimbangan cairan tubuh. Masalah muncul saat asupannya berlebihan.

American Heart Association merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 2.300 miligram per hari untuk orang dewasa. Angka ini mudah terlampaui jika pola makan didominasi makanan olahan.

Dokter jantung Luke Laffin, MD, menjelaskan bahwa konsumsi berlebih memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah dan jantung. Efeknya tidak selalu terasa langsung, tetapi dampaknya nyata.

Cara Garam Menaikkan Tekanan Darah

Garam memengaruhi tekanan darah melalui beberapa mekanisme utama.

Tubuh menahan air. Kadar natrium yang tinggi membuat tubuh menahan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan darah. Volume cairan yang meningkat menekan pembuluh darah.

Volume darah bertambah. Darah yang lebih banyak memaksa jantung bekerja lebih keras. Tekanan di pembuluh darah ikut naik. Kondisi ini bisa merusak pembuluh darah dalam jangka panjang.

Hormon terganggu. Asupan tinggi memengaruhi hormon yang mengatur tekanan darah dan fungsi ginjal. Respons hormon stres juga bisa meningkat dan mendorong kenaikan tekanan darah.

Ginjal bekerja lebih berat. Ginjal membuang natrium berlebih lewat urin. Jika natrium terlalu banyak, ginjal bekerja ekstra. Cairan bisa menumpuk dan tekanan darah naik.

Dr. Laffin memberi contoh sederhana. “Jika Anda menyantap pizza atau cheeseburger, jangan kaget jika tekanan darah Anda lebih tinggi di hari yang sama.”

Apakah Garam Bisa Menyebabkan Hipertensi?

Jawabannya bisa. Konsumsi berlebih dalam jangka panjang dapat memicu hipertensi. Tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah kaku dan menyempit. Aliran darah dan oksigen ke organ vital menurun.

Jantung lalu memompa lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Tekanan darah semakin meningkat.

“Tekanan darah yang tinggi, terutama dalam waktu lama, memberi beban luar biasa pada jantung,” kata Dr. Laffin.

Hipertensi dapat membesarkan bilik kiri jantung, melemahkan otot jantung, dan berujung pada gagal jantung. Dinding arteri juga bisa rusak dan meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke.

Tidak Semua Orang Bereaksi Sama

Efeknya tidak seragam pada semua orang. Ada orang yang mengonsumsi natrium tanpa perubahan tekanan darah. Ada juga yang sangat sensitif.

“Pada orang yang sensitif, sedikit peningkatan natrium bisa mengacaukan kemampuan ginjal mengatur cairan dan langsung menaikkan tekanan darah,” jelas Dr. Laffin.

Sensitivitas lebih sering ditemukan pada kelompok berikut:

  • Usia paruh baya dan lanjut usia
  • Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas
  • Orang kulit hitam

Cara Menurunkan Asupan Garam

Mengurangi garam bukan hal rumit, tetapi perlu kesadaran. Dr. Laffin menyarankan beberapa langkah praktis.

  • Pilih pola makan rendah natrium seperti diet DASH.
  • Pantau kandungan natrium pada makanan yang dikonsumsi.
  • Batasi makanan asin seperti bacon, makanan beku, dan keripik.
  • Masak di rumah agar takaran bisa dikendalikan.
  • Gunakan bumbu lain seperti basil atau jahe untuk memberi rasa.
  • Perbanyak makanan tinggi kalium seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan tomat.

Langkah ini terbukti membantu menurunkan tekanan darah pada banyak orang.

Jika Diet Saja Tidak Cukup

Pada sebagian orang, tekanan darah tetap tinggi meski sudah membatasi garam dan rutin berolahraga. Dalam kondisi ini, obat bisa diperlukan.

Beberapa jenis obat penurun tekanan darah yang digunakan antara lain:

  • Diuretik atau pil air. Obat ini menghambat penyerapan natrium di ginjal. Frekuensi buang air kecil bisa meningkat di awal penggunaan.
  • ACE inhibitor atau ARB. Obat ini membantu melemaskan pembuluh darah agar tekanan darah tidak naik.

Garam Bukan Musuh Tunggal, Tapi Faktor Penting

Garam bukan penyebab tunggal hipertensi. Namun, perannya signifikan. Mengontrol asupan membantu menjaga kesehatan jantung dan ginjal.

“Bekerja sama dengan dokter untuk memastikan asupan tidak menaikkan tekanan darah dan merusak jantung serta ginjal bisa memberi dampak besar pada kesehatan dan umur panjang,” tutup Dr. Laffin.

Pertanyaannya kembali ke kebiasaan harian. Seberapa sering garam masuk ke piring tanpa disadari? Jawaban itu sering menentukan arah tekanan darah Anda.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news