spot_img

Diam-Diam Merapuhkan Tulang, Kebiasaan Harian Ini Bikin Risiko Osteoporosis

Harian Masyarakat – Tubuh jarang memberi tanda saat tulang mulai melemah. Tidak ada rasa sakit. Tidak ada keluhan jelas. Banyak orang baru sadar ketika kepadatan tulang sudah menurun. Penyebabnya sering bukan penyakit berat, melainkan kebiasaan harian yang dianggap sepele.

Duduk terlalu lama, jarang bergerak, kurang sinar matahari pagi, hingga pola konsumsi yang keliru perlahan mengganggu keseimbangan kerja tulang. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini meningkatkan risiko pengeroposan tulang.

Berikut kebiasaan sehari-hari yang terbukti mengganggu kesehatan tulang, berdasarkan penjelasan medis.

Merokok Mengganggu Sel Pembentuk Tulang

Merokok berdampak langsung pada sistem tulang. Nikotin memengaruhi kerja osteoblas dan osteoklas. Osteoblas berfungsi membentuk tulang. Osteoklas berfungsi menghancurkan tulang lama agar diganti jaringan baru.

Menurut dr. Daniel Petrus Marpaung, SpOT (K) dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, nikotin mengacaukan keseimbangan kedua sel ini. Akibatnya, proses pembentukan tulang melemah. Risiko kepadatan tulang menurun ikut meningkat.

Minum Alkohol Menghambat Penyerapan Mineral

Alkohol mengganggu penyerapan nutrisi penting. Kalsium dan magnesium termasuk yang paling terdampak. Padahal dua mineral ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang.

Saat penyerapan terhambat, tulang kekurangan bahan baku. Dalam jangka panjang, struktur tulang menjadi rapuh dan mudah rusak.

Kopi dan Soda Berlebihan Memicu Pengeroposan

Anggapan kopi dan soda merusak tulang bukan mitos. Konsumsi berlebihan berdampak nyata.

Dr. Daniel menjelaskan, minum kopi atau soda dalam jumlah banyak dapat memicu pengeroposan tulang. Batas yang dianggap berisiko adalah lima gelas per hari untuk salah satunya.

Kafein dan kandungan soda memengaruhi osteoblas. Dampaknya serupa dengan rokok dan alkohol. Proses pembentukan tulang melemah, sementara kerusakan meningkat.

Malas Gerak Menurunkan Kepadatan Tulang

Tulang membutuhkan beban agar tetap kuat. Saat tubuh jarang bergerak, kepadatan mineral tulang menurun.

Dr. Daniel menyebut kebiasaan malas gerak sebagai penyebab yang paling sering ditemui saat ini. Kondisi ini dikenal sebagai disuse osteoporosis. Artinya, pengeroposan tulang terjadi karena tulang jarang digunakan dan tidak mendapat beban yang cukup.

Tanpa aktivitas, tulang kehilangan rangsangan untuk bertumbuh dan memperbarui diri.

Terlalu Lama Duduk Membuat Tulang Kehilangan Rangsangan

Banyak pekerjaan menuntut posisi duduk dalam waktu lama. Meski terasa nyaman, kebiasaan ini berdampak pada tulang.

Menurut dr. Daniel, tulang harus bergerak agar tetap sehat. Gerakan berfungsi merangsang tulang untuk hidup dan bertumbuh. Duduk terlalu lama membuat rangsangan itu hilang. Dalam jangka panjang, kekuatan tulang menurun.

Kurang Vitamin D dan Kalsium Mempercepat Kerusakan

Kalsium dan vitamin D3 berperan penting dalam kesehatan tulang. Tanpa asupan cukup, tulang tidak mampu mempertahankan kepadatannya.

Sumber kalsium antara lain kacang kedelai, tahu, kacang-kacangan, produk olahan susu, serta sayuran hijau seperti kubis dan brokoli. Ikan salmon dan sarden juga mengandung kalsium.

Vitamin D3 banyak ditemukan pada ikan laut, ikan salmon, dan sayuran seperti brokoli. Dr. Daniel menegaskan, asupan ini sangat baik untuk kesehatan tulang.

Kebiasaan kecil berdampak besar pada tulang. Kerusakan terjadi perlahan dan sering tanpa gejala. Menghindari rokok, alkohol, konsumsi berlebihan kafein, serta memperbanyak gerak dan asupan nutrisi menjadi kunci menjaga tulang tetap kuat hingga usia lanjut.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news