spot_img

15 Pelajar SMP di Surabaya Terseret Masuk Lingkaran Pengguna Narkoba Aktif

Harian MasyarakatBNN Jawa Timur menemukan 15 siswa SMP sebagai pengguna aktif narkoba setelah tes urine acak terhadap 50 pelajar di sekitar Jalan Kunti, Surabaya, yang dilakukan. Tes ini dilakukan setelah petugas menggerebek dua pengedar dan menyita 11 paket sabu seberat 400 gram di kawasan tersebut.

Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto menyebut para siswa adalah korban. Ia menegaskan bahwa anak-anak ini tidak sedang melakukan kejahatan dan harus dipulihkan melalui rehabilitasi serta didampingi orang tua dan sekolah Kamis (13/11/2025).

Sosiolog UM Surabaya, M Febriyanto Firman Wijaya, menegaskan bahwa siswa tidak boleh dikeluarkan dari sekolah. Ia menyebut tindakan itu berisiko membuat anak kembali ke lingkungan jalanan dan semakin rentan terhadap narkoba Selasa (18/11/2025). Ia menyarankan penerapan Kelas Dukungan Pemulihan dan pendekatan restorative justice agar anak tetap bersekolah tanpa stigma.

Ia juga menyoroti bahwa program pencegahan seperti DARE tidak lagi relevan. Remaja kini menghadapi tekanan cyberbullying, masalah digital, dan stres mental yang mendorong mereka mencari pelarian. Ia mengusulkan pelatihan resiliensi dan literasi digital sebagai upaya pencegahan yang lebih tepat.

BNN RI mencatat 312 ribu remaja terpapar narkoba pada 2023. Pada 2025, 821 pelajar dan mahasiswa terlibat kasus narkoba. Presiden Prabowo menyebut narkoba sebagai ancaman besar bagi masa depan bangsa.

Anggota Dewan Pendidikan Jatim Ali Yusa mendorong sekolah menerapkan rapor karakter sejak kelas 1 sampai kelas 5 SD sebagai bagian dari penguatan pendidikan moral anak Senin (17/11/2025). Sementara itu, Komisi E DPRD Jatim meminta komunikasi dua arah antara orang tua dan sekolah diperkuat untuk mencegah anak terpapar pergaulan berisiko.

Kasus di Jalan Kunti menunjukkan lemahnya kontrol sosial di lingkungan rawan. Para siswa dan pelajar dinilai sebagai korban yang harus dilindungi dan direhabilitasi. BNN mengingatkan masyarakat untuk tidak memberi stigma. Mereka harus dipulihkan agar bisa keluar dari lingkaran narkoba dan kembali aman dalam lingkungan pendidikan mereka.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news