Harian Masyarakat – Jakarta International Stadium (JIS) kini menggeser Gelora Bung Karno (GBK) sebagai favorit baru para promotor konser. Rano Karno menyebut posisi panggung di JIS lebih dekat dengan penonton sehingga interaksi terasa lebih intens dibanding GBK. Survei terhadap hampir 20 promotor menunjukkan mayoritas memilih JIS sebagai lokasi utama pertunjukan berskala besar.
Meski diminati, Rano Karno mengaku terkejut setelah meninjau langsung kondisi stadium. Ia menemukan sejumlah infrastruktur penting belum rampung. Akses jalan, area parkir, dan jembatan penyeberangan dinilai masih jauh dari standar.
“Begitu saya lihat ini, kaget saya. Uh, ternyata belum selesai ini tempat. Pertanyaannya, kapan kita mau selesaikan?” ujarnya.
Ia menyebut pembangunan JIS pada masa Anies Baswedan masih menyisakan pekerjaan besar. Masalah utamanya ada di:
- akses jalan yang belum tuntas
- area parkir yang belum memadai
- jembatan penyeberangan orang yang belum terbangun
Kondisi ini bertolak belakang dengan status JIS yang kini menjadi lokasi pilihan utama promotor.
Pemprov DKI memutuskan memperbaiki seluruh akses menuju JIS. Salah satu proyek yang akan dimulai adalah jembatan penyeberangan dari kawasan Ancol. Nantinya, area parkir ditempatkan di Ancol dan pengunjung akan diarahkan langsung menuju JIS.
“Kami akan membangun jembatan penyeberangan. Jadi area parkir nanti akan ada di Ancol untuk menuju JIS,” jelas Rano.
JIS belum selesai, Jakarta sudah mendapat tugas baru dari pemerintah pusat untuk mempersiapkan pembangunan Giant Sea Wall.
“Sementara ini belum selesai, Jakarta sudah punya penugasan Giant Sea Wall. Berarti ini perlu dibahas di sini,” ujar Rano.
Ia menilai tumpang tindih proyek akan mengganggu arah pembangunan kota jika tidak diprioritaskan dengan jelas.
Ia juga memastikan pengembangan JIS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025-2029 yang mencakup:
- transportasi terintegrasi
- jalan yang lebih layak
- fasilitas publik ramah pejalan kaki, pesepeda, dan penyandang disabilitas
- kawasan olahraga dan pariwisata modern















