Harian Masyarakat – PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli.com) mengonfirmasi telah memutus hubungan kerja 270 karyawan pada Oktober 2025. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya operasional dan memastikan perusahaan dapat beroperasi lebih efektif di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat.
Manajemen Blibli menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian organisasi permanen. Tidak ada relokasi atau pengalihan ke unit lain. Proses PHK selesai dalam satu bulan dan seluruh karyawan terdampak telah menerima kompensasi sesuai atau lebih besar dari ketentuan hukum ketenagakerjaan di Indonesia.
“Penyesuaian organisasi diperlukan agar Perseroan dapat bergerak lebih efisien dan berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” tulis manajemen Blibli dalam keterbukaan informasi di BEI.
Blibli menegaskan, langkah efisiensi ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun keuangan jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur biaya dan memperbaiki kinerja ke depan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, Blibli mencatat rugi bersih Rp1,84 triliun, turun tipis dari Rp1,86 triliun pada 2024. Meskipun masih rugi, kinerja keuangan menunjukkan perbaikan karena pendapatan naik menjadi Rp15,24 triliun dari sebelumnya Rp12,13 triliun. Namun, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp12,56 triliun, terutama akibat beban gaji, promosi, dan operasional.
Pendapatan Blibli sebagian besar berasal dari penjualan ke pihak ketiga sebesar Rp15,11 triliun dan pihak berelasi Rp125,8 miliar. Sumber utama berasal dari penjualan online retail, institusi, serta program diskon dan promosi.
Dari sisi neraca, total aset per Juni 2025 tercatat Rp17,53 triliun, meningkat dibanding akhir 2024 sebesar Rp16,16 triliun. Liabilitas mencapai Rp8,4 triliun, sementara ekuitas tercatat Rp9,12 triliun.
Manajemen Blibli menyebut efisiensi ini akan membantu menurunkan beban operasional dan memperkuat fondasi bisnis digital. “Dengan adanya penyesuaian organisasi, Perseroan akan memiliki basis biaya yang lebih rendah sehingga dapat memperbaiki kinerja di masa depan,” tulis perusahaan.















