Harian Masyarakat – Seorang perempuan asal Omaha, Nebraska, bernama Alex Simpson, menentang semua prediksi medis. Ia lahir dengan kondisi langka hidranensefali, di mana hampir seluruh otak besarnya tidak berkembang dan digantikan cairan serebrospinal.
Ayahnya, Shawn Simpson, menjelaskan, “Secara teknis, dia hanya punya otak kecil sebesar setengah ujung jari kelingking saya. Itu saja.” Saat lahir, dokter memperkirakan Alex tak akan hidup lebih dari empat tahun. Namun, pada 4 November lalu, ia merayakan ulang tahunnya yang ke-20.
Hidranensefali sendiri sangat langka, terjadi pada sekitar satu dari 5.000 hingga 10.000 kehamilan. Kondisi ini muncul akibat gangguan pembuluh darah, infeksi, atau cedera otak janin selama kehamilan. Umumnya, bayi dengan kondisi ini tidak bertahan melewati tahun pertama.
Menurut Medical News Today dan Cleveland Clinic, kondisi ini biasanya terjadi akibat gangguan pembuluh darah selama perkembangan janin. Bisa juga karena stroke, infeksi, Paparan zat beracun selama kehamilan, atau cedera otak saat masih di kandungan. Dalam beberapa kasus, faktor genetik diduga berperan, namun penyebab pastinya belum diketahui.
Bayi dengan hidranensefali sering kali tampak normal saat lahir. Namun, dalam beberapa minggu atau bulan, muncul gejala seperti kejang, kesulitan makan, pertumbuhan lambat, kebutaan, dan gangguan perkembangan.
Bagi keluarga Simpson, hidup Alex hingga dua dekade adalah keajaiban. “Dua puluh tahun lalu kami takut. Tapi iman dan cinta membuat kami tetap hidup,” ujar Shawn.















