spot_img

Drop Out dari Kampus, Alexandr Wang Kini Jadi Miliarder Termuda Dunia Lewat Scale AI

Harian Masyarakat – Alexandr Wang lahir dan tumbuh di Los Alamos, New Mexico, kota yang dikenal sebagai lokasi rahasia pengembangan bom atom pertama Amerika Serikat. Kedua orang tuanya bekerja sebagai fisikawan untuk proyek senjata militer di Los Alamos National Lab. Lingkungan itu membentuk cara berpikir logis dan ilmiah pada diri Wang sejak kecil.

Wang tumbuh sebagai anak yang gemar matematika dan coding. Di usia sekolah dasar, ia mengikuti berbagai kompetisi matematika nasional. “Saya ikut lomba karena ingin tiket gratis ke Disney World,” kenangnya. Namun dari sana, bakatnya di bidang logika dan algoritma semakin berkembang.

Perjalanan Awal Karier: Dari Quora ke Scale AI

Saat Alexandr Wang berusia 17 tahun, Wang mulai bekerja penuh waktu di situs tanya jawab Quora. Di sana ia bertemu Lucy Guo, yang kelak menjadi rekan pendiri perusahaannya. Setelah menempuh kuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT) jurusan teknik mesin, Wang memilih berhenti kuliah untuk membangun perusahaan rintisan bernama Scale AI bersama Guo pada usia 19 tahun.

“Saya bilang ke orang tua kalau ini hanya proyek musim panas,” ujar Wang. “Tapi ternyata saya tidak pernah kembali ke kampus.”

Lahirnya Scale AI: Raksasa Data dan Kecerdasan Buatan

Wang

Didirikan di San Francisco, Scale AI berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan. Dalam waktu enam tahun, perusahaan ini telah menandatangani kontrak senilai USD 350 juta (sekitar Rp 5 triliun) dengan Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS.

Teknologi Scale AI mampu menganalisis citra satelit dengan kecepatan tinggi, bahkan jauh lebih cepat dari analis manusia. Salah satu penerapannya adalah membantu militer AS menilai tingkat kerusakan akibat serangan bom Rusia di Ukraina.

Namun teknologi ini tidak hanya digunakan oleh militer. Lebih dari 300 perusahaan besar, termasuk General Motors dan Flexport, memakai layanan Scale AI untuk mengolah jutaan data mentah menjadi informasi bernilai tinggi.

“Setiap industri punya data besar,” kata Wang. “Tujuan kami adalah membantu mereka membuka potensi data dan meningkatkan bisnis lewat AI.”

Dari Startup ke Status Miliarder Termuda

Scale AI menarik perhatian dunia setelah mendapatkan pendanaan senilai USD 325 juta, dengan pendapatan tahunan sekitar USD 100 juta. Kepemilikan saham Wang sebesar 15 persen membuatnya memiliki kekayaan bersih sekitar USD 1 miliar, menjadikannya miliarder mandiri termuda di dunia.

Ia bahkan mengalahkan Pedro Franceschi, pendiri startup kartu kredit Brex asal Brasil, yang juga berusia 25 tahun.

Latar Global: Ledakan Kekayaan di Tengah Krisis Dunia

Wang

Fenomena kemunculan miliarder muda seperti Wang terjadi di tengah lonjakan jumlah orang superkaya di dunia. Laporan lembaga amal Oxfam International menunjukkan, sejak pandemi Covid-19 dimulai pada 2020 hingga Maret 2022, muncul 573 miliarder baru di seluruh dunia. Artinya, setiap 30 jam lahir satu miliarder baru.

Pada saat yang sama, hampir 263 juta orang di dunia jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem akibat pandemi, ketimpangan global, dan kenaikan harga pangan serta energi.

Direktur Eksekutif Oxfam, Gabriela Bucher, menyebut fenomena ini sebagai paradoks besar ekonomi modern. “Pandemi dan kenaikan harga pangan menjadi keuntungan bagi para miliarder. Tapi jutaan orang lain justru berjuang untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Dari Data ke Dominasi: Generasi Baru Penguasa Teknologi

Kisah Alexandr Wang mencerminkan perubahan besar dalam lanskap ekonomi global. Kekayaan kini tidak lagi hanya berasal dari minyak, properti, atau manufaktur, tetapi dari data dan kecerdasan buatan.

Dalam usia muda, Wang berhasil mengubah informasi menjadi komoditas bernilai tinggi dan menjadikan AI sebagai alat strategis di bidang militer, industri, hingga pemerintahan.

Wang bukan hanya mewakili generasi baru inovator teknologi, tetapi juga simbol perubahan ekonomi global yang digerakkan oleh kecerdasan buatan—sebuah kekuatan baru yang menentukan arah masa depan dunia digital.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news