Harian Masyarakat | Asnawi Mangkualam membantah pernyataan anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, terkait dugaan masalah ruang ganti dan perubahan kapten saat laga Timnas Indonesia melawan China pada 15 Oktober 2024. Saat itu, Indonesia masih dilatih Shin Tae Yong dan Asnawi tampil sebagai kapten.
Arya menyebut Jay Idzes seharusnya menjadi kapten utama. Menurut Arya, pergantian ban kapten dari Idzes ke Asnawi terjadi karena ada persoalan internal. Pernyataan itu ia sampaikan dalam siniar di YouTube.
“Kalau tidak ada masalah ruang ganti, tidak mungkin Jay Idzes diganti,” kata Arya.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Asnawi. Ia mengunggah potongan siniar itu ke Instagram dan memberikan klarifikasi panjang mengenai proses penentuan kapten.
Kronologi versi Asnawi: Ban Kapten dari Shin Tae Yong
Dalam klarifikasinya, Asnawi Mangkualam menegaskan ban kapten diberikan langsung oleh Shin Tae Yong. Ia bahkan mengaku sudah lama ingin melepas jabatan kapten.
Beberapa poin penjelasan Asnawi:
- Niat melepas kapten sejak sebelum Piala Asia.
Asnawi mengatakan ia sudah berbicara kepada Nova Arianto untuk menyerahkannya kepada Jordi Amat. Namun Nova menyampaikan bahwa Shin Tae Yong masih mempercayainya. - Mengusulkan Jay Idzes sebelum laga vs Australia.
Ia kembali mengajukan nama lain, termasuk Jay Idzes, menjelang laga September 2024 di GBK. - Rapat kecil pemain dan pelatih.
Setelah makan malam, Asnawi mengajak Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, dan Rizky Ridho untuk membahas posisi kapten dan wakil kapten. Keputusan Shin tidak berubah.
“Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan kapten utama ke saya dan Jay sebagai wakilnya,” tulis Asnawi. - Alur ban kapten sudah jelas.
Menurut Asnawi, kapten utama memakai ban jika bermain. Bila tidak bermain, ban diberikan ke wakil.
Ia menyayangkan namanya kembali disorot terkait laga melawan China.
“Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu,” kata Asnawi.
Asnawi Tantang Arya Tunjukkan Sumber Informasi
Dalam unggahannya, Asnawi mempertanyakan dasar pernyataan Arya.
“Mohon beri tahu saya siapa yang mengatakannya pada Anda?” tulisnya.
Ia juga menegaskan tidak ada informasi dari pelatih, pemain atau ofisial yang pernah menyebut Jay ditetapkan sebagai kapten utama untuk laga melawan China.
Asnawi Mangkualam menilai tudingan tersebut membuat dirinya terus disudutkan.
“Kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini, dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China,” tulisnya.
Penjelasan soal Performa dan Keinginan Melepas Kapten
Asnawi Mangkualam mengungkap ia ingin melepas jabatan karena merasa performanya menurun dan melihat pemain lain lebih pantas. Ia menyatakan tetap bangga jika dipercaya sebagai kapten, tetapi tidak keberatan bila tanggung jawab itu diberikan kepada pemain lain.
“Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga. Tapi ketika diberikan yang jauh lebih baik saya ikhlas,” katanya.
Data Peran Kapten dalam Perjalanan Timnas
Menurut catatan yang dikutip Asnawi:
- Ia pertama kali menjadi kapten senior saat menghadapi Vietnam di Piala AFF pada 15 Desember 2021.
- Di berbagai laga Timnas, ban kapten bergantian dipakai pemain lain seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Jay Idzes.
- Pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Asnawi kembali mengenakan ban kapten saat tampil melawan China.
Inti Persoalan: Asnawi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kapten
Asnawi Mangkualam menegaskan isu yang dibawa Arya membuat situasi kembali panas di publik. Ia meminta agar informasi yang tidak akurat tidak menjadi bola liar.
“Tidak ada di lokasi, tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya,” tulis Asnawi.
Ia menutup klarifikasi dengan permintaan agar pihak yang menyebarkan informasi keliru menyampaikan sumbernya.
Dengan penjelasan itu, Asnawi Mangkualam menegaskan posisi Shin Tae Yong sebagai penentu akhir ban kapten dan membantah klaim adanya keretakan ruang ganti dalam laga melawan China.















