spot_img

Bahaya Tidur Terang: Riset Baru Ungkap Risiko Serangan Jantung Melonjak

Harian Masyarakat | Sejumlah riset terbaru menegaskan satu pola yang sama. Tidur dengan paparan cahaya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Cahaya yang masuk ke kamar memicu stres di otak. Stres ini memicu peradangan pada pembuluh darah. Peradangan tersebut dapat berakhir pada serangan jantung atau stroke.

Rangkaian temuan ini muncul dari beberapa penelitian yang dipresentasikan dalam forum ilmiah besar. Salah satunya dalam American Heart Association Scientific Sessions 2025 di New Orleans. Ada juga temuan yang sudah dipublikasikan dalam JAMA Network Open. Semua riset tersebut mengarah ke satu kesimpulan. Tidur gelap memberi perlindungan bagi jantung.

Cahaya Ganggu Otak dan Memicu Peradangan

Studi yang dibahas dalam sesi AHA melibatkan 466 orang dewasa yang menjalani pemindaian PET dan CT otak di Massachusetts General Hospital antara tahun 2005 sampai 2008. Peserta berusia median 55 tahun. Tidak ada peserta yang memiliki penyakit jantung atau kanker saat pemindaian.

Peneliti memetakan paparan cahaya malam di rumah para peserta menggunakan data satelit. Data tersebut memberi estimasi tingkat terang lingkungan malam. Peserta yang tinggal di area dengan cahaya buatan lebih tinggi menunjukkan aktivitas stres otak lebih kuat. Aktivitas ini terkait peradangan arteri di seluruh tubuh. Peradangan meningkatkan peluang serangan jantung dan stroke.

Selama sepuluh tahun pemantauan, 17 persen peserta mengalami gangguan jantung mayor. Setiap kenaikan satu standar deviasi paparan cahaya berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 35 persen dalam lima tahun dan 22 persen dalam sepuluh tahun. Risiko naik lebih tinggi pada peserta yang tinggal di lingkungan dengan tekanan sosial dan lingkungan seperti kebisingan lalu lintas atau tingkat pendapatan rendah.

Shady Abohashem, kepala uji coba Cardiac PET CT Imaging di Massachusetts General Hospital, menjelaskan bahwa otak merespons cahaya malam sebagai sinyal biologis yang kuat. Ia mengatakan ritme alami terang dan gelap membentuk cara kerja tubuh. Ketika ritme ini berubah, tubuh menanggung konsekuensi yang merugikan.

Cahaya Malam Picu Konflik Ritme Sirkadian

Cahaya malam mengacaukan ritme sirkadian. Ritme ini adalah jam biologis dua puluh empat jam yang mengatur kapan tubuh tidur dan bangun. Ketika otak menerima cahaya saat seharusnya gelap, muncul konflik antara kebutuhan tidur dan sinyal untuk tetap terjaga.

Cahaya juga menekan produksi melatonin. Hormon ini menandai tubuh untuk beristirahat. Penekanan melatonin memicu pusat stres di otak seperti amigdala. Proses ini mendorong peradangan pada arteri. Riset sebelumnya menunjukkan pola ini memberi kontribusi pada risiko penyakit jantung.

Jayne Morgan, ahli jantung dan wakil presiden Medical Affairs di Hello Heart, menjelaskan hubungan tersebut. Ia mengatakan bahwa peradangan adalah hasil dari stres. Peradangan mendorong pembentukan aterosklerosis. Proses ini mengarah pada penyakit jantung dan stroke. Ia menambahkan bahwa kamar tidur terang terbukti berkaitan dengan tingkat penyakit jantung yang lebih tinggi. Kegelapan membantu tubuh menurunkan tekanan darah. Cahaya yang menyala membuat penurunan tekanan darah tertunda dan membuat lonjakan hormon pagi bergeser.

Temuan Besar dari Studi Berbasis Pelacak Cahaya

Studi lain yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open menganalisis 89 ribu orang dari proyek UK Biobank. Peserta memakai pelacak cahaya di pergelangan tangan selama satu minggu. Riset ini menghimpun 13 juta jam data cahaya.

Peserta yang tidur dalam kondisi paling terang menunjukkan risiko lebih tinggi untuk berbagai masalah kardiovaskular. Rinciannya seperti berikut.

  • Risiko gagal jantung naik 56 persen.
  • Risiko penyakit arteri koroner naik 32 persen.
  • Risiko stroke naik 28 persen.
  • Risiko serangan jantung naik 47 persen.
  • Risiko atrial fibrilasi naik 32 persen.

Risiko meningkat pada perempuan untuk gagal jantung dan penyakit arteri koroner. Risiko untuk gagal jantung dan atrial fibrilasi juga lebih kuat pada kelompok usia lebih muda.

Para peneliti menjelaskan bahwa cahaya malam merusak ritme sirkadian. Kerusakan ritme ini berdampak pada tekanan darah, fungsi sel pembuluh darah, dan proses metabolik. Paparan cahaya juga berpotensi memicu respons tubuh terhadap stres. Tubuh meningkatkan detak jantung, hormon stres, glukosa, insulin, dan peradangan.

Cahaya Malam sebagai Polusi yang Mengancam

Riset lain dari AHA menilai cahaya malam sebagai bentuk polusi yang berdampak signifikan. Selain memicu stres otak dan peradangan, cahaya malam menyebabkan pengerasan arteri dalam jangka panjang. Ketika cahaya hadir terus menerus, tubuh gagal memasuki mode pemulihan malam. Dampaknya terakumulasi setiap hari.

Abohashem menegaskan bahwa hubungan antara cahaya malam dan risiko jantung bersifat hampir linear. Semakin terang lingkungan tidur, semakin tinggi risikonya. Hubungan tetap terlihat setelah peneliti mengontrol faktor lain seperti tekanan sosial, kebiasaan hidup, dan risiko jantung yang diketahui.

Batasan Riset dan Tantangan Pengukuran

Semua penelitian ini adalah observasional. Para peneliti menekankan bahwa riset tidak membuktikan sebab akibat secara langsung. Namun keterkaitan yang muncul konsisten. Riset tetap relevan karena data cahaya berasal dari satelit atau pelacak pergelangan tangan, bukan laporan subjektif peserta.

Beberapa studi juga tidak mengetahui sumber cahaya di kamar peserta. Namun temuan tetap mengarah pada satu hal. Cahaya malam mengacaukan fungsi biologis dan memberi tekanan pada tubuh.

Cara Mengurangi Cahaya Saat Tidur

Berbagai ahli memberikan langkah praktis untuk menciptakan lingkungan tidur yang lebih gelap.

  1. Tutup jendela. Gunakan tirai tebal atau gorden blackout.
  2. Tutup celah pintu. Gulirkan handuk untuk menahan cahaya dari luar ruangan.
  3. Gunakan masker tidur. Masker yang pas dapat memblokir cahaya secara efektif.
  4. Matikan lampu yang tidak perlu empat jam sebelum tidur.
  5. Kurangi waktu layar. Cahaya biru dari gawai menghambat melatonin.
  6. Pilih lampu hangat atau redup jika tetap membutuhkan pencahayaan.
  7. Hindari jam alarm yang terlalu terang.
  8. Gunakan lampu sensor gerak jika membutuhkan penerangan malam.

Abohashem menegaskan bahwa melindungi kegelapan malam berarti melindungi kesehatan jantung. Ia mengatakan perubahan kecil seperti menutup jendela atau memakai masker tidur membantu tubuh memulihkan diri dengan lebih baik.

Kegelapan Adalah Investasi Kesehatan

Rangkaian riset ini memberi gambaran jelas. Tidur tanpa cahaya bukan sekadar kebiasaan nyaman. Kegelapan memberi sinyal biologis penting yang mengatur kerja tubuh. Ketika sinyal ini terganggu, jantung ikut menanggung dampaknya.

Banyak kota di dunia kini menghadapi paparan cahaya buatan yang meningkat setiap tahun. Cahaya dari jalan, iklan elektronik, dan bangunan tinggi mencapai kamar tidur warga. Temuan ilmiah ini memberi peringatan bahwa paparan tersebut tidak sekadar mengganggu tidur. Ia berpotensi meningkatkan risiko penyakit mematikan.

Kegelapan yang konsisten setiap malam memberi kesempatan bagi tubuh untuk meredakan stres, menurunkan tekanan darah, dan mengatur ulang ritme harian. Semua proses ini penting untuk menjaga jantung tetap bekerja dengan stabil.

Tidur gelap adalah langkah sederhana yang dapat memberi hasil besar. Para ahli berharap riset yang lebih luas dapat memperjelas dampak cahaya malam dan menemukan cara pengendalian yang lebih efektif. Namun satu hal sudah jelas. Jantung bekerja lebih baik ketika malam benar benar gelap.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news