Harian Masyarakat – Banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera menelan 1.059 korban jiwa. Data BNPB per Kamis (17/12/25), mencatat 192 orang masih hilang dan lebih dari 7.000 warga mengalami luka. Bencana ini berdampak langsung pada 52 kabupaten dan kota.
Kerusakan permukiman terjadi luas. Sebanyak 147.236 rumah warga rusak dari tingkat ringan hingga hancur total. Kondisi ini memicu pengungsian besar dan menghambat distribusi bantuan akibat rusaknya akses jalan dan jembatan.
Fasilitas umum ikut lumpuh. BNPB mencatat 1.600 fasilitas umum rusak, termasuk 219 fasilitas kesehatan dan 967 fasilitas pendidikan. Sebanyak 434 rumah ibadah, 290 gedung perkantoran, dan 145 jembatan juga terdampak. Sejumlah jembatan putus total dan membuat wilayah terisolasi.
Aceh menjadi provinsi dengan korban meninggal terbanyak, mencapai 451 orang dengan 31 orang masih hilang. Sumatera Utara mencatat 364 korban meninggal dan 75 orang hilang. Sumatera Barat melaporkan 244 korban meninggal dengan 86 orang masih dalam pencarian.
Kabupaten Agam di Sumatera Barat mencatat korban jiwa tertinggi dengan 184 orang meninggal. Aceh Utara menyusul dengan 166 korban, diikuti Tapanuli Tengah di Sumatera Utara dengan 131 korban jiwa.
BNPB menyatakan 26 kabupaten dan kota masih berstatus tanggap darurat. Jumlah korban meninggal terus bertambah seiring berjalannya proses evakuasi dan pencarian. Pemerintah pusat dan daerah fokus pada pencarian korban hilang, penyaluran bantuan, serta pemulihan akses transportasi, layanan kesehatan, dan pendidikan.















