spot_img

China Tunda Larangan Ekspor Bahan Kimia Penting ke AS hingga 2026

Harian Masyarakat – China resmi menunda larangan ekspor sejumlah bahan kimia strategis seperti galium, germanium, dan antimon ke Amerika Serikat. Ketiga bahan tersebut tergolong dual-use items, artinya bisa digunakan untuk keperluan sipil maupun militer.

Menurut laporan Reuters, Senin (10/11/2025), penundaan ini berlaku hingga 27 November 2026. Sebelumnya, pemerintah China mengumumkan rencana larangan ekspor tersebut pada Desember 2024.

Selain menunda larangan ekspor bahan kimia tersebut, China juga menangguhkan aturan ketat terkait pemeriksaan tujuan dan pengguna akhir dari ekspor grafit ke AS. Aturan ini semula diumumkan bersamaan dengan kebijakan larangan ekspor.

China menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kebijakan perdagangan yang fleksibel, mengikuti perkembangan hubungan ekonomi dengan Washington. Pemeriksaan ekspor grafit akan kembali dievaluasi pada akhir 2026.

Reuters juga melaporkan bahwa penundaan berlaku tidak hanya untuk bahan kimia, tetapi juga untuk ekspor material tanah jarang dan bahan baterai litium. Aturan baru yang semula dijadwalkan mulai berlaku pada 9 Oktober 2025 kini ditunda tanpa batas waktu pasti.

Keputusan ini diambil tidak lama setelah pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menurunkan tarif dan menunda langkah-langkah perdagangan baru selama satu tahun.

Kesepakatan ini menjadi sinyal positif setelah bertahun-tahun ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu. Kedua negara sebelumnya saling menaikkan tarif dalam perang dagang yang dimulai sejak 2018.

Penundaan larangan ekspor ini menandai perubahan arah kebijakan China setelah bertahun-tahun menunjukkan sikap keras terhadap tekanan ekonomi AS. Washington juga mulai menunjukkan sikap lebih terbuka. Penurunan tarif impor menjadi langkah awal menuju normalisasi hubungan dagang.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news