spot_img

Deli Bal, Madu Langka dari Turki yang Berkhasiat tapi Bisa Bikin Pusing & Lemas

Harian Masyarakat – Di lereng pegunungan Kaçkar, Turki, Hasan Kutluata memanen madu langka bernama Deli bal atau “madu gila”. Dengan alat pengasap kayu pinus, ia menenangkan lebah sebelum mengambil madu berwarna merah gelap itu.

Madu ini hanya bisa ditemukan di dua tempat di dunia, yaitu wilayah Laut Hitam di Turki dan pegunungan Hindu Kush di Nepal. Deli bal berasal dari nektar bunga rhododendron ungu yang tumbuh liar di hutan lembap dan terpencil.

Nektar bunga ini mengandung grayanotoxin, racun alami yang dapat memberikan efek menenangkan bila dikonsumsi sedikit, namun berpotensi berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Deli bal

Warna madu ini merah tua, rasanya tajam dan sedikit pahit, meninggalkan sensasi panas di tenggorokan. Banyak orang percaya, satu sendok kecil dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan stamina. Tapi jika terlalu banyak, efeknya bisa fatal. “Tidak ada halusinasi,” kata Kutluata, “tapi bisa membuat pusing dan tekanan darah turun drastis.”

Bagi warga setempat, Deli bal sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Catatan paling tua datang dari abad ke-4 SM ketika Xenophon, sejarawan Yunani, menulis bahwa pasukannya jatuh sakit setelah memakan madu dari daerah Trabzon. Mereka tampak mabuk dan kehilangan keseimbangan, bahkan beberapa hampir tewas.

Deli bal

Setiap musim bunga berganti, keluarga Kutluata memproduksi madu dari berbagai jenis tanaman, termasuk bunga kastanye dan rhododendron putih. Kualitas madu diukur dari tingkat konsentrasinya atau nilai promil. Deli bal bisa mencapai nilai 700 hingga 800, jauh di atas madu biasa yang hanya sekitar 500. Inilah yang membuatnya bernilai tinggi dan dijual dengan harga premium.

Namun, kelezatan dan keunikan itu datang dengan peringatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan bahwa konsumsi Deli bal dalam jumlah besar bisa memicu keracunan “mad honey”, meski kasusnya jarang terjadi.

Deli bal

Di desa Yaylacılar, keluarga Kutluata hidup sederhana di tengah hutan yang jauh dari pemukiman modern. Bagi mereka, madu bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kehidupan. “Kalau tenggorokanku sakit, aku minum madu. Kalau lelah, aku minum madu lagi,” kata Emine, istrinya.

Deli bal menjadi simbol keajaiban alam yang unik. Ia manis sekaligus mematikan, menenangkan namun berbahaya. Sebuah warisan alami dari pegunungan Turki yang mengingatkan bahwa tidak semua yang indah aman untuk dinikmati.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news