Harian Masyarakat – Pemprov DKI Jakarta menambah 1.300 petak makam baru di TPU Menteng Pulo 2, Tebet, Jakarta Selatan. Lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi itu ditata ulang setelah warga yang menempati kawasan tersebut dipindahkan ke rumah susun. Kebijakan ini diambil untuk menjawab kebutuhan pemakaman yang mencapai rata-rata 100 jenazah per hari.
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menjelaskan penataan wilayah dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.
Ia menyebut tambahan ribuan makam ini penting karena ketersediaan lahan pemakaman di Jakarta terus berkurang setiap tahun. Menurut dia, tanpa langkah khusus, kota ini akan mengalami kesulitan besar dalam menangani proses pemakaman.
Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah memberi batas waktu hingga 4 Desember untuk merelokasi warga ke Rusun Jagakarsa dan Rusun Rawa Bebek. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Fajar Sauri menegaskan area harus kosong sesuai jadwal agar pengerjaan makam dapat berlangsung tanpa hambatan.
Pemerintah menargetkan area TPU Menteng Pulo 2 bisa digunakan segera setelah relokasi selesai.
Data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menunjukkan dari 78 TPU di Jakarta, hanya sembilan yang masih melayani pemakaman baru. Sebanyak 69 TPU telah penuh dan hanya menerima sistem tumpang jenazah. Saat ini Jakarta memiliki 118.348 petak makam yang diperkirakan hanya cukup untuk tiga tahun ke depan jika kebutuhan harian tetap pada angka 100 pemakaman.
Penambahan makam di Menteng Pulo 2 menjadi langkah strategis untuk menekan krisis lahan pemakaman. Selain TPU ini, pemerintah juga mengandalkan 11 TPU lain yang masih memiliki ruang seperti Rawa Terate, Cipayung, Cilangkap, Bambu Apus, Rorotan, Tanah Kusir, Srengseng Sawah, Kampung Kandang, Tegal Alur, Cipinang Besar, dan Pegadungan. Pemerintah mengharapkan penataan ini menjaga kelancaran layanan pemakaman di ibu kota.















