spot_img

Donald Trump Dukung Cuomo, Ancam Potong Dana Federal Jika Zohran Mamdani Menang di New York

Harian Masyarakat | Menjelang pemilihan wali kota New York yang digelar pada Selasa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan publik dengan memberi dukungan penuh kepada mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo. Dukungan itu bukan hanya simbolis, tetapi disertai ancaman serius: Trump akan menahan dana federal untuk kota New York jika kandidat Demokrat progresif Zohran Mamdani terpilih.

Donald Trump Lintas Partai Dukung Cuomo

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin malam, Trump menulis, “Apakah Anda menyukai Andrew Cuomo atau tidak, Anda tidak punya pilihan lain. Anda harus memilih dia dan berharap dia melakukan pekerjaan yang hebat. Dia mampu melakukannya. Mamdani tidak.”

Donald Trump, yang berasal dari Partai Republik, menegaskan dirinya tidak mendukung kandidat dari partainya sendiri, Curtis Sliwa, yang tertinggal jauh di jajak pendapat. “Suara untuk Sliwa adalah suara untuk Mamdani,” tulisnya. Ia menyebut Cuomo, seorang Demokrat yang kini maju sebagai kandidat independen, sebagai “Demokrat buruk” yang masih lebih baik daripada “komunis tanpa pengalaman”.

donald trump andrew cuomo zohran mamdani new york
Andrew Cuomo

Pernyataan itu memperkuat spekulasi berminggu-minggu bahwa Trump lebih memilih Cuomo ketimbang Mamdani. Dalam wawancara dengan CBS “60 Minutes”, Trump berkata, “Kalau pilihannya antara Demokrat buruk dan komunis, saya akan selalu pilih Demokrat buruk.”

Ancaman Dana Federal untuk New York

Donald Trump menegaskan ancamannya bahwa pemerintahan federal akan menahan sebagian besar dana untuk New York jika Mamdani menang. “Jika kandidat komunis Zohran Mamdani menang dalam pemilihan Wali Kota New York, sangat kecil kemungkinan saya akan menyalurkan dana federal selain yang diwajibkan,” tulisnya.

Pernyataan itu menggemparkan karena New York bergantung pada dana federal sekitar 7,4 miliar dolar AS atau sekitar 6,4 persen dari total anggaran kota untuk tahun fiskal 2026. Meskipun keputusan akhir alokasi dana federal berada di tangan Kongres, ancaman Trump dianggap sebagai bentuk tekanan politik.

Beberapa tahun terakhir, Trump memang berulang kali mengancam pemotongan dana untuk kota-kota yang dianggap “terlalu liberal”, termasuk karena kebijakan iklim, dukungan terhadap komunitas transgender, dan demonstrasi pro-Palestina.

Zohran Mamdani: Sosialis Muda yang Mengguncang Politik New York

donald trump andrew cuomo zohran mamdani new york

Zohran Mamdani, anggota parlemen negara bagian New York berusia 34 tahun, adalah kandidat yang mengusung ide sosialisme demokratis. Lahir di Uganda dan dibesarkan di New York, Mamdani mencetak kejutan besar saat mengalahkan Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni.

Ia berjanji menaikkan pajak untuk warga terkaya, membekukan kenaikan sewa apartemen, memperluas rumah subsidi publik, dan menyediakan transportasi umum gratis serta layanan penitipan anak universal. Mamdani juga menjadi simbol kebangkitan sayap progresif Partai Demokrat.

Jika menang, Mamdani akan menjadi wali kota Muslim pertama, orang kelahiran Afrika pertama, dan keturunan Asia Selatan pertama yang memimpin New York City. Dalam kampanye terakhirnya di City Hall, ia menyerukan perubahan besar. “Kota ini terlalu lama hanya melayani yang kaya dan berkuasa. Sekarang saatnya untuk mereka yang bekerja dari matahari terbit hingga terbenam,” ujarnya disambut sorakan, “Waktu kita sekarang!”

Cuomo: Dari Skandal ke Panggung Politik Baru

Andrew Cuomo, tiga kali terpilih sebagai Gubernur New York, mundur pada 2021 setelah penyelidikan Jaksa Agung negara bagian menemukan ia melecehkan sedikitnya 11 perempuan. Meskipun reputasinya tercoreng, Cuomo mencoba menghidupkan kembali kariernya melalui pencalonan wali kota.

Dalam debat terakhir, Cuomo menegaskan hanya dirinya yang mampu “berhadapan langsung dengan Trump”. “Saya pernah melawan Trump saat pandemi COVID-19. Ketika saya berjuang untuk New York, saya tidak akan berhenti,” katanya.

Cuomo juga menolak gagasan sosialisme Mamdani. “Sosialisme tidak berhasil di Venezuela. Tidak berhasil di Kuba. Dan tidak akan berhasil di New York,” ujarnya di Bronx. Kampanyenya mendapat dukungan besar dari kalangan bisnis dan miliarder, termasuk Bill Ackman, yang menyumbang 750 ribu dolar AS melalui super PAC.

donald trump andrew cuomo zohran mamdani new york

Dukungan dari Musk dan Elit Bisnis

Dukungan Trump diikuti oleh Elon Musk, CEO Tesla dan mantan pejabat dalam pemerintahan Trump. Melalui platform X, Musk menulis, “Ingat, suara untuk Curtis adalah suara untuk Mumdumi atau apa pun namanya. Pilih Cuomo!”

Langkah ini semakin memperkuat persepsi bahwa Cuomo mendapat dukungan dari elit bisnis dan kalangan konservatif yang khawatir pada kebijakan kiri Mamdani.

Mamdani Balik Serang: “Ini Ancaman, Bukan Hukum”

Zohran Mamdani menanggapi dukungan Trump kepada Cuomo dengan keras. Di hadapan pendukungnya di Astoria, Queens, ia berkata, “Selama berbulan-bulan, kami tahu ini akan terjadi. Gerakan MAGA kini memeluk Andrew Cuomo karena mereka tahu dia akan menjadi wali kota terbaik untuk Trump, bukan untuk warga New York.”

Ia menegaskan ancaman Trump soal dana federal tidak memiliki dasar hukum. “Pendanaan itu bukan hadiah dari Donald Trump. Itu adalah hak kota New York,” katanya.

donald trump andrew cuomo zohran mamdani new york

Ketegangan Politik Menjelang Pemilihan

Jajak pendapat terakhir RealClearPolitics menunjukkan Mamdani unggul dengan 45,8 persen, diikuti Cuomo 31,1 persen dan Sliwa 17,3 persen. Lebih dari 735 ribu warga telah menggunakan hak pilih lebih awal, empat kali lebih banyak dibanding pemilihan 2021.

Bagi Partai Demokrat, hasil pemilu ini menjadi ujian besar. Mamdani merepresentasikan arah baru yang lebih progresif, namun juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan moderat. Sementara bagi Trump, hasil ini menjadi ujian kekuatan pengaruh politiknya di kota kelahirannya sendiri.

Jika Mamdani menang, ia akan memimpin New York di tengah tekanan dari Gedung Putih dan resistensi dari kalangan bisnis. Namun jika Cuomo terpilih, kemenangan itu akan menandai aliansi politik paling tidak biasa di Amerika: seorang Demokrat yang diusung oleh presiden Republik.

Dalam suasana tegang dan penuh intrik, pemilihan wali kota New York kali ini bukan sekadar kontestasi lokal, tetapi juga cerminan pertarungan ideologi antara populisme kanan dan sosialisme progresif di jantung kota paling ikonik di Amerika.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news