Harian Masyarakat | Gunung Hayli Gubbi di wilayah Afar, Ethiopia, meletus pada Minggu pagi. Letusan ini mengejutkan karena gunung tersebut tidak pernah tercatat aktif selama era Holosen atau sekitar 12.000 tahun terakhir. Letusan berlangsung selama beberapa jam dan langsung menutupi desa Afdera dengan abu.
Penduduk setempat merasakan getaran keras. Ahmed Abdela mengatakan ia mendengar suara besar yang disertai gelombang kejut. Ia menggambarkannya sebagai “seperti bom yang tiba-tiba dilempar”. Turis dan pemandu yang menuju Gurun Danakil ikut terjebak karena desa itu tertutup abu.
Abu Menjulang 14-15 Kilometer
Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC) memantau letusan melalui citra satelit. Abu tercatat mencapai ketinggian sekitar 49.000 kaki atau 15 kilometer. Awan abu bergerak ke Laut Merah lalu melintas ke Yaman, Oman, hingga India dan Pakistan bagian utara. VAAC mengeluarkan peringatan untuk penerbangan di kawasan tersebut.
Foto satelit menunjukkan dua arah pergerakan abu. Plume utama bergerak ke timur laut melewati Laut Merah. Lapisan abu lain bergerak lebih rendah ke utara barat laut. Para ahli menilai perbedaan arah ini dipicu angin pada ketinggian berbeda.
Uno dei pochissimi video dell’intensa (e rara) eruzione esplosiva avvenuta in #Etiopia poche ore fa. Secondo il VAAC, la colonna eruttiva ha raggiunto una quota di 14 km. Tutti gli indizi portano al vulcano #HayliGubbi, che potrebbe aver prodotto la sua prima eruzione storica. pic.twitter.com/dnvjiaxrKQ
— Il Mondo dei Terremoti (@mondoterremoti) November 23, 2025
Aktivitas Vulkanik Tanpa Tanda Awal
Sebelum letusan, tidak ada tanda peningkatan aktivitas. Citra Sentinel-2 tidak menunjukkan panas atau perubahan mencolok. Kondisi ini membuat geolog menilai letusan datang tiba-tiba. Lokasi Hayli Gubbi yang terpencil membuat informasi awal banyak bergantung pada pemantauan satelit.
Gunung ini berada di bagian selatan rangkaian Erta Ale, zona yang dikenal dengan danau lava dan aktivitas rift. Struktur Hayli Gubbi berbentuk kubah luas dengan kerucut skoria simetris dan kawah selebar sekitar 200 meter. Campuran lava basalt dan trachydacite atau ryolite menunjukkan kemampuan menghasilkan aliran lava maupun letusan eksplosif.
Dampak pada Komunitas Lokal

Tidak ada korban jiwa. Namun dampak ekonomi mulai terasa. Banyak desa tertutup abu. Padang rumput menghilang sehingga ternak kekurangan pakan. Administrator lokal, Mohammed Seid, mengatakan situasi ini mengancam pendapatan warga yang bergantung pada hewan ternak. Ia menekankan bahwa tidak ada catatan letusan gunung ini sebelumnya.
Afar dikenal sebagai wilayah rawan gempa dan aktivitas geologi. Letusan ini mempertegas kondisi tersebut. Warga yang biasa melintasi area menuju objek wisata Danakil kini menghadapi gangguan perjalanan karena abu masih menutupi desa.
Citra Satelit Tampilkan Plume Raksasa
Berbagai satelit seperti Planet, Aqua, Suomi, dan NOAA-20 merekam perkembangan erupsi. Langit yang cerah membantu dokumentasi dari awal hingga plume mencapai puncak ketinggiannya. Foto menunjukkan kolom asap putih tebal muncul dari puncak gunung lalu berkembang menjadi awan besar yang terus bergerak ke timur.
Simon Carn, pakar vulkanologi, memastikan sebaran abu bergerak cepat mengikuti jet stream subtropis menuju Laut Arab lalu ke India dan Pakistan.

Posisi Gunung di Zona Rift
Hayli Gubbi berada di Lembah Rift Ethiopia, zona pertemuan lempeng tektonik yang aktif secara geologi. Ketinggiannya sekitar 1500 kaki atau 500 meter dan posisinya dekat perbatasan Eritrea. Aktivitas di wilayah ini sering menghasilkan celah lava panjang, kerucut kecil, dan erupsi eksplosif.
Catatan Smithsonian Institution menyebut letusan terakhir sebelum peristiwa ini hanya diketahui melalui bukti geologi yang menunjukkan usia lebih dari 12.000 tahun.
Situasi Terkini
VAAC menyebut aktivitas erupsi masih berlangsung hingga Senin sore waktu setempat sebelum akhirnya mereda. Warga masih memeriksa kondisi ternak dan lahan. Abu yang menebal di beberapa titik membuat perjalanan darat terhambat.
Otoritas lokal membagikan foto dan video plume raksasa yang menjulang dari kawah, menegaskan skala besar letusan yang muncul tanpa tanda awal ini.

Analisis Awal Para Ahli
Beberapa ahli membandingkan letusan ini dengan peristiwa Gunung Nabro di Eritrea pada 2012. Keduanya berada di sistem rift yang sama dan menunjukkan kemampuan menghasilkan letusan eksplosif besar meski lama tidak aktif. Hayli Gubbi kini masuk daftar gunung yang perlu dipantau ketat karena potensi aktivitas selanjutnya belum bisa diprediksi.















