spot_img

Indonesia di Bawah Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Data BNPB 2025 Ungkap Risiko Nyata

Harian Masyarakat – Data baru BNPB menunjukkan 99 persen bencana di Indonesia pada 2025 berasal dari hidrometeorologi. Dari 2.112 kejadian yang tercatat, banjir mendominasi dengan 1.324 kasus. Disusul cuaca ekstrem 575 kasus, tanah longsor 197 kasus, serta gelombang pasang dan abrasi 16 kasus.

BNPB menyebut jumlah kejadiannya naik, tetapi dampak kerugiannya menurun. Mitigasi mulai bekerja, tetapi belum merata. Perubahan iklim memperparah kondisi cuaca dan membuat wilayah rawan banjir, longsor, dan gelombang tinggi semakin rentan.

Meski data BNPB menunjukkan penurunan dampak, para ahli menilai mitigasi belum berjalan merata. Infrastruktur di daerah rawan banjir belum diperbarui. Banyak masyarakat masih minim informasi terkait jalur evakuasi. Pemerintah daerah belum menyelesaikan persoalan drainase yang tersumbat.

Indonesia saat ini berada di persimpangan. Cuaca berubah cepat, tetapi kesiapan sosial dan infrastruktur belum seimbang. Tanpa respons menyeluruh, bencana hidrometeorologi bisa berubah menjadi krisis tahunan yang memakan korban.

BMKG mewarning beberapa daerah memasuki fase kritis musim hujan. Kalimantan Selatan dan Sabang menjadi contoh wilayah berisiko karena curah hujan tinggi, aliran sungai padat, dan kondisi pesisir yang terpapar angin kencang. BMKG meminta masyarakat rutin memantau peringatan dini agar tidak terlambat menyelamatkan diri.

Kalangan lingkungan menilai akar persoalan belum disentuh. Energi fosil masih dominan, deforestasi berlanjut, dan pendanaan industri perusak belum dialihkan ke energi terbarukan. Mereka menegaskan bencana akan terus meningkat jika perubahan iklim tidak dibatasi.

Indonesia menghadapi bencana yang tidak lagi bersifat musiman. Jika pemerintah lambat memperbaiki drainase, memperkuat sistem peringatan dini, dan menekan penyebab krisis iklim, frekuensi bencana akan terus naik dan membebani masyarakat.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news