spot_img

Tol Japek II Selatan Tak Beroperasi saat Libur Nataru, Ini Alasannya

Harian MasyarakatPT Jasa Marga menunda pembukaan fungsional Tol Japek II Selatan saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Keputusan diambil setelah evaluasi lalu lintas menunjukkan kebutuhan belum mendesak. Proyek masih difinalisasi dan disiapkan untuk mudik Lebaran 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyebut pembukaan ditahan demi keamanan dan kesiapan. Tol Jakarta Cikampek II Selatan ditargetkan beroperasi fungsional dengan sistem penerangan lengkap pada Lebaran 2026, dengan dukungan Korlantas Polri.Senin (15/12/2025).

Rivan menjelaskan, proyek tol tersebut masih dalam tahap finalisasi. Evaluasi trafik menunjukkan tren kendaraan belum membutuhkan pembukaan fungsional. Jasa Marga memilih menahan pembukaan agar persiapan lebih matang.

Ia menyebutkan, Japek II Selatan justru disiapkan untuk momen mudik Lebaran 2026. Targetnya, tol bisa difungsionalkan dengan sistem penerangan yang sudah terpasang. Jasa Marga ingin memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Persiapan ini dilakukan bersama Korlantas Polri. Fokusnya satu. Mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun depan.

Meski Japek II Selatan ditunda, pemerintah membuka lima ruas tol fungsional saat Nataru 2025/2026 dengan total panjang 142,587 kilometer.

  • Tol Sigli Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji Seulimeun sepanjang 24,67 kilometer.
  • Tol Kuala Tanjung Tebing Tinggi Parapat sebagian Seksi 4 Sinaksak Simpang Pinei sepanjang 12,86 kilometer.
  • Tol Palembang Betung Seksi 2 Rengas Pulai Rimai sepanjang 30,75 kilometer.
  • Tol Probolinggo Banyuwangi Seksi 1 dan 2 Gending Paiton sepanjang 24,08 kilometer.
  • Tol Ibu Kota Negara berbagai seksi dan Jembatan Pulang Balang sepanjang 50,227 kilometer.

Pemerintah juga menyiapkan ruas tol yang mulai beroperasi pada kuartal IV 2025.

  • Tol Kamal Teluknaga Rajeg Seksi 1 sepanjang 4,70 kilometer.
  • Tol Junction Palembang sepanjang 7,57 kilometer.
  • Penambahan lajur Tol Tangerang Merak sepanjang 8,738 kilometer.

Keputusan menunda Tol Japek II Selatan menunjukkan pendekatan konservatif. Jasa Marga memilih keamanan dan kesiapan penuh dibanding pembukaan terburu-buru. Pemerintah menutup celah itu dengan tol fungsional lain dan insentif tarif.

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan Nataru 2025/2026, peta jalan sudah jelas. Jalur bertambah. Biaya ditekan. Fokus utama tetap keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news