Harian Masyarakat | Partai La Libertad Avanza yang dipimpin Presiden Argentina Javier Milei meraih kemenangan besar dalam pemilu legislatif paruh waktu. Hasil ini menjadi dorongan kuat bagi presiden berhaluan libertarian itu untuk melanjutkan reformasi pasar bebas dan kebijakan penghematan ekstrem yang telah ia jalankan sejak dua tahun terakhir.
Dengan lebih dari 95 persen suara dihitung, La Libertad Avanza memperoleh 40,84 persen suara nasional. Oposisi Peronis, Fuerza Patria, hanya meraih sekitar 31 persen. Pemilu ini dianggap sebagai referendum atas kinerja Milei, yang menghadapi kemarahan publik akibat pemotongan subsidi, lonjakan biaya hidup, dan pengangguran yang meningkat.
Namun hasil yang mengejutkan ini menandai perubahan besar di politik Argentina. Di Provinsi Buenos Aires, basis kuat Partai Peronis selama puluhan tahun, Milei berhasil membalikkan kekalahan telak bulan lalu dan menang tipis dengan 41,5 persen suara.

Dukungan Amerika Serikat dan Peran Donald Trump
Kemenangan Milei juga memperkuat hubungan strategisnya dengan Donald Trump. Pemerintah AS di bawah Trump telah memberikan paket bantuan senilai 40 miliar dolar AS, terdiri dari pertukaran mata uang senilai 20 miliar dolar dan fasilitas investasi utang senilai 20 miliar dolar.
Trump secara terbuka mengaitkan keberlanjutan bantuan itu dengan kemenangan Milei. “Jika dia menang, kami tetap bersamanya. Jika tidak, kami pergi,” kata Trump sebelum pemungutan suara. Setelah hasil diumumkan, Trump menulis di Truth Social, “Selamat kepada Presiden Javier Milei atas kemenangan telaknya di Argentina. Dia melakukan pekerjaan luar biasa.”
Milei membalas dengan menyebut Trump sebagai “sahabat besar Argentina” dan berterima kasih atas kepercayaannya terhadap rakyat Argentina.

Mandat untuk Melanjutkan Reformasi Ekonomi
Dalam pidato kemenangannya di Buenos Aires, Milei menyebut hasil pemilu ini sebagai “titik balik sejarah”. Ia menegaskan rakyat Argentina telah meninggalkan masa kemerosotan panjang akibat kebijakan proteksionis Peronisme. “Hari ini kami mulai membangun Argentina yang hebat,” katanya di hadapan ribuan pendukung.
Kemenangan ini memberi Milei posisi politik yang lebih kuat di Kongres. Partainya kini menguasai 64 kursi di Dewan Perwakilan dan 12 kursi di Senat, cukup untuk mempertahankan hak veto presiden dan mencegah upaya pemakzulan.
Menurut analis politik Marcelo García dari Horizon Engage, hasil ini memberi Milei “modal politik yang cukup untuk mempercepat reformasi ekonomi dan memperkuat posisinya menjelang pemilihan presiden 2027.”

Reformasi yang Mengubah Wajah Argentina
Sejak menjabat, Milei memotong ribuan pekerjaan pegawai negeri, menghentikan proyek infrastruktur, serta menghapus subsidi energi dan transportasi. Ia menyebut kebijakan ini sebagai “operasi penyelamatan ekonomi” untuk mengakhiri defisit anggaran dan inflasi kronis.
Kebijakan keras itu menimbulkan penderitaan nyata bagi masyarakat kelas menengah dan bawah. Harga listrik, gas, dan bahan pokok melonjak, sementara daya beli merosot tajam. Data resmi menunjukkan lebih dari 250 ribu pekerjaan hilang dan 18 ribu usaha kecil gulung tikar.
Namun, inflasi tahunan turun drastis dari 289 persen pada April 2024 menjadi 32 persen pada September 2025. Argentina juga mencatat surplus fiskal pertama dalam 14 tahun, dan pertumbuhan ekonomi positif 0,3 persen setelah tiga bulan kontraksi.
Investor asing menyambut baik hasil ini. Saham dan obligasi Argentina diperkirakan menguat karena pasar menilai Milei kini punya dukungan politik yang cukup untuk mempertahankan stabilitas ekonomi.
Ketakutan Rakyat dan Harga Politik Reformasi

Meski keberhasilan ekonomi diakui, beban sosial tetap berat. Banyak warga masih berjuang bertahan hidup. “Kamu tidak bisa hidup dengan 290 ribu peso per bulan,” kata Epifanía Contreras, pensiunan 64 tahun di Buenos Aires. “Situasinya semakin buruk.”
Survei menunjukkan sebagian besar rakyat masih takut kembali ke krisis ekonomi masa lalu. “Banyak orang memberi pemerintah kesempatan kedua,” ujar Gustavo Córdoba dari lembaga survei Zuban Córdoba. “Kemenangan ini tidak terbantahkan.”
Namun tingkat partisipasi pemilih rendah, hanya 68 persen—terendah sejak 1983. Banyak warga memilih golput karena lelah dengan konflik politik dan penderitaan ekonomi.
Tantangan Baru di Depan Mata
Milei berencana merombak kabinet dan menggandeng partai moderat PRO yang dipimpin mantan Presiden Mauricio Macri untuk memperluas koalisi di Kongres. Ia juga menjanjikan reformasi pajak dan tenaga kerja besar-besaran, serta deregulasi sektor pertanian dan energi untuk menarik investasi asing.
Namun risiko tetap tinggi. Pemotongan subsidi membuat jutaan warga kehilangan jaring pengaman sosial. Pengangguran meningkat, dan banyak pekerja informal tak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasar.
“Ini kemenangan penting, tapi belum cukup untuk menguasai Kongres,” kata analis politik Sergio Berensztein. “Milei harus membangun koalisi luas agar reformasinya bisa bertahan.”

Antara Harapan dan Kelelahan
Argentina kini terbelah antara mereka yang percaya pada reformasi Milei dan mereka yang merasa menjadi korban kebijakan kerasnya. Di kawasan elit Puerto Madero, penjualan mobil mewah meningkat dan bank-bank kembali ramai. Tapi di dapur umum di pinggiran kota, antrean panjang menunjukkan sisi lain dari keberhasilan ekonomi Milei.
Bagi para pendukungnya, kemenangan ini menegaskan bahwa rakyat memilih stabilitas dibanding kembali ke masa lalu yang penuh krisis. Namun bagi jutaan lainnya, reformasi Milei baru berarti pengorbanan yang belum berujung.
Kemenangan Javier Milei bukan sekadar kemenangan politik. Ini adalah pertaruhan besar antara disiplin ekonomi dan penderitaan sosial. Argentina kini berada di persimpangan: apakah akan menjadi contoh sukses ekonomi libertarian atau justru terjebak dalam siklus kesenjangan baru.
Bagi Milei, satu hal pasti: mandat rakyat telah diberikan. Pertanyaannya, berapa lama kesabaran rakyat akan bertahan menghadapi harga mahal dari reformasi yang ia sebut sebagai “jalan menuju kebebasan sejati.”















