Harian Masyarakat – PT KAI Commuter menyiapkan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) Khusus Petani dan Pedagang untuk mempermudah mobilitas pelaku ekonomi rakyat di Banten. Layanan ini akan beroperasi 14 kali per hari di rute Stasiun Merak–Stasiun Rangkasbitung, dengan kapasitas 73 tempat duduk per rangkaian.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, kereta ini dirancang agar sesuai kebutuhan petani dan pedagang. Tempat duduk disusun sejajar dengan dinding kereta agar ruang di tengah bisa digunakan untuk menaruh hasil tani dan dagangan.
“Pintu kereta pun dibuat lebih lebar untuk memudahkan keluar masuk barang bawaan. Seluruh fasilitas sudah sesuai dengan standar pelayanan minimum,” ujarnya.
Petani dan pedagang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Jakarta bisa menggunakan Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang. Namun, barang bawaan besar hanya diizinkan pada keberangkatan pertama dari Rangkasbitung.

Karina menegaskan, layanan ini merupakan terobosan KAI Group untuk memperkuat rantai pasok daerah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan DJKA agar layanan ini benar-benar bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
KAI Commuter memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari keamanan, keselamatan, hingga regulasi teknis, disiapkan dengan matang bersama Kementerian Perhubungan. Layanan ini diharapkan bisa menjadi model transportasi rakyat yang efisien, terjangkau, dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani serta pedagang di wilayah Banten.















