Harian Masyarakat – Ruang digital pada 2025 menunjukkan eskalasi ancaman yang terus bergerak naik. Laporan terbaru Kaspersky yang mencakup periode November 2024 hingga Oktober 2025 mencatat rata-rata 500.000 file berbahaya terdeteksi setiap hari.
Angka ini naik sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data tersebut menandai peningkatan frekuensi dan kemampuan serangan yang kini lebih kompleks dan sulit dideteksi.
Kaspersky memetakan beberapa kelompok ancaman yang tumbuh paling cepat. Password stealer naik 59 persen. Spyware meningkat 51 persen. Backdoor yang sering digunakan untuk membuka akses ilegal ke perangkat korban turut naik 6 persen. Semua angka ini menjadi bagian dari rangkaian Kaspersky Security Bulletin yang memantau ancaman global setiap tahun.
Platform Windows masih menjadi sasaran terbesar. Pada 2025, 48 persen penggunanya terkena berbagai bentuk ancaman. MacOS yang selama ini dianggap lebih tertutup juga menunjukkan kerentanan. Sebanyak 29 persen pengguna Mac menghadapi serangan sepanjang periode yang sama. Fakta ini menunjukkan semua sistem terhubung internet memiliki risiko.
Sebanyak 27 persen pengguna diserang lewat ancaman berbasis online. Serangan jenis ini muncul ketika pengguna membuka web, mengunduh file, atau menekan tautan yang tampak aman. Kaspersky menjelaskan banyak malware hanya membutuhkan satu tahap koneksi internet untuk aktif. Setelah itu malware bergerak mandiri.
Ancaman pada perangkat fisik juga masih kuat. Sebanyak 33 persen pengguna terdampak malware yang masuk melalui USB, CD, DVD, file kompresi, atau installer yang sulit dibedakan dari file aman. Ini menunjukkan jalur serangan tidak bergantung pada internet saja. Perangkat fisik tetap menjadi pintu masuk.
Perbedaan Ancaman di Berbagai Wilayah Dunia
Analisis regional menunjukkan pola ancaman yang berbeda.
- Asia Pasifik mencatat kenaikan password stealer tertinggi sebesar 132 persen dan spyware 32 persen.
- Amerika Latin memegang angka 35 persen untuk password stealer, 64 persen spyware, dan 24 persen backdoor.
- Eropa mencatat peningkatan 50 persen backdoor, 48 persen password stealer, dan 64 persen spyware.
- Afrika mengalami pertumbuhan 53 persen spyware dan 43 persen password stealer.
Wilayah CIS mencatat kenaikan hampir merata, termasuk 67 persen password stealer dan 68 persen spyware.
Variasi ini menunjukkan naiknya ancaman selaras dengan intensitas adopsi teknologi dan celah keamanan di masing-masing wilayah.
Kaspersky menyampaikan ancaman yang muncul pada 2025 lebih terkoordinasi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu temuan penting adalah kemunculan kembali kelompok Hacking Team setelah rebranding pada 2019. Kelompok ini memakai spyware komersial bernama Dante dalam kampanye APT ForumTroll. Serangan tersebut memanfaatkan celah zero-day pada Chrome dan Firefox.
Kerentanan perangkat lunak menjadi jalur serangan yang sering dipakai. Selain itu, lonjakan deteksi password stealer dan spyware menunjukkan meningkatnya penggunaan kredensial curian. Serangan rantai pasokan juga meningkat. Targetnya terutama perangkat lunak sumber terbuka yang jumlahnya naik tajam sepanjang 2025.
Kaspersky memberikan beberapa langkah dasar yang bisa dilakukan individu.
- Hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
- Gunakan autentikasi dua faktor.
- Perbarui perangkat lunak secara teratur.
- Gunakan solusi keamanan berlapis seperti Kaspersky Premium.
Organisasi diminta memperkuat pengelolaan sistem.
- Lakukan pembaruan perangkat lunak secara disiplin.
- Lindungi akses remote desktop.
- Gunakan Threat Intelligence untuk memahami pola serangan.
- Lakukan backup data secara rutin.
- Pastikan penyimpanan cadangan berada dalam sistem yang terisolasi.
Ancaman yang terbentuk sepanjang 2025 menunjukkan bahwa serangan siber tidak lagi sporadis. Polanya terarah. Pelakunya semakin terorganisasi. Laporan Kaspersky memberi gambaran jelas bahwa perlindungan yang kuat tidak lagi pilihan, tetapi kebutuhan.















