Harian Masyarakat | Kebakaran terjadi di Gedung Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025 sekitar pukul 12.40 WIB. Api muncul dari gudang baterai di lantai satu. Karyawan sempat mencoba memadamkan sumber api, tetapi kobaran cepat membesar dan asap naik hingga lantai enam.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan para karyawan sedang jam istirahat. Ada yang berada di luar gedung dan banyak yang tetap berada di lantai dua sampai lantai enam.
“Asap naik ke lantai 6,” ujarnya di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 12.50 WIB, 28 unit mobil dan 101 personel pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api dan mengevakuasi orang yang terjebak. Api padam sekitar pukul 14.32 WIB.
Ledakan Diduga dari Baterai Drone
Beberapa saksi mendengar ledakan keras sebelum api membesar. Ledakan diduga berasal dari baterai drone di lantai satu. Dimitri, karyawan yang berada di lantai lima, mengatakan asap langsung memenuhi lantai dua dan tiga.
“Saya sedang di lantai 5, kebakaran kemungkinan dari baterai yang meledak di lantai 1. Kami sedang loading. Asap di lantai 2 dan 3 sudah banyak, kita langsung lari ke rooftop,” kata Dimitri.
Banyak karyawan di lantai atas berlari menuju atap untuk meminta pertolongan. Mereka berteriak meminta bantuan kepada petugas yang ada di bawah gedung.
Evakuasi Dramatis di Tengah Asap Pekat
Petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga darurat dari sisi gedung untuk menurunkan para karyawan dari rooftop. Proses evakuasi berlangsung bertahap di tengah asap tebal yang menutupi tiga lantai bagian tengah gedung.
Sebagian korban yang diselamatkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan langsung mendapat penanganan medis di lokasi.
Petugas damkar dan polisi terus menyisir lantai demi lantai sampai lantai enam. Setelah penyisiran awal, petugas mulai masuk ke lantai lima dan enam untuk mencari korban lain.
Sebagian Besar Korban Diduga Mati Lemas
Kapolres Susatyo menyebut korban meninggal diduga bukan karena terbakar, melainkan lemas saat terjebak dalam asap.
“Korban yang kami lihat sepertinya tidak dalam kondisi luka bakar, kemungkinan lemas,” kata Susatyo.
Asap paling pekat ditemukan di lantai tiga, empat, dan lima. Banyak orang di tiga lantai itu tidak sempat menyelamatkan diri.

Data Korban: 20 Kantong Jenazah, Mayoritas Perempuan
Hingga pukul 16.00 WIB, polisi menyatakan 20 korban meninggal sudah terlihat fisiknya. Pantauan di lokasi menunjukkan 23 kantong jenazah sempat dikeluarkan petugas. Seluruh korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Di RS Polri, petugas forensik menerima laporan jumlah korban mencapai 22 jenazah pada sore hari. Seorang sopir ambulans menyebut 15 korban perempuan dan 7 laki-laki. Salah satu korban disebut sedang hamil.
Keterangan di lokasi menyebutkan 10 orang terjebak di lantai tiga ketika kebakaran terjadi. Seluruh penghuni lantai empat berhasil dievakuasi. Di lantai lima, 11 orang masih dalam proses evakuasi ketika petugas memasuki gedung.
Kondisi di RS Polri: Ambulans Datang Bergelombang
Belasan ambulans tampak berjajar di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri sejak pukul 15.15 WIB. Para sopir menunggu rekan-rekan mereka yang masih mengantar jenazah lain dari lokasi kebakaran.
Kepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono membenarkan kedatangan puluhan kantong jenazah dari Kemayoran. Seluruhnya langsung dibawa ke ruang forensik untuk proses identifikasi.
Situasi Lalu Lintas dan Kerumunan Warga
Warga memadati tepi Jalan Letjen Suprapto dan membuat arus lalu lintas tersendat. Petugas kepolisian berjaga di sekitar gedung untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga area evakuasi tetap steril.
Proses Penyisiran Masih Berlangsung
Hingga informasi terakhir dari lokasi, penyisiran lantai gedung masih dilakukan. Petugas memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam gedung.
“Penyisiran korban masih dilakukan. Baik itu lantai per lantai, tim dari pemadam kebakaran masih bekerja,” kata Kapolres.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi menunggu hasil pemeriksaan forensik dari RS Polri Kramat Jati untuk memastikan penyebab kematian para korban dan titik awal api.















