Kecurangan TKA 2025 Meledak: Data Resmi Bongkar Modus Siswa hingga Pengawas

Harian Masyarakat | Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2025 digelar untuk 3.139.971 peserta dari 34.948 satuan pendidikan. Tes ini berlangsung dalam beberapa gelombang untuk jenjang SMA, SMK, Madrasah Aliyah, MA Kejuruan, hingga Paket C.

Kemendikdasmen menyiapkan gladi bersih pada 27–30 November 2025 sebagai pengecekan akhir. Posko pusat dan posko daerah dibuka untuk memantau teknis dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Namun, rangkaian pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik disertai temuan pelanggaran dan sejumlah gangguan teknis yang diungkap langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI pada 26 November 2025.

Skala Kecurangan TKA 2025

Mu’ti menyampaikan bahwa pelanggaran dilakukan oleh peserta tes, pengawas, hingga teknisi. Pelanggaran juga melibatkan pihak eksternal yang memanfaatkan soal tersebar untuk membuat konten latihan.

Modus Kecurangan yang Terdeteksi

Penggunaan perangkat dan penyalahgunaan akses

  • Penggunaan gawai saat ujian: 4 peserta
  • Teknisi atau proktor yang memberi izin penggunaan gawai: 1 orang
  • Dashboard pengawas ikut tersebar: 1 pengawas

Aksi siaran langsung dan perekaman

  • Live streaming pengerjaan Tes Kemampuan Akademik: 8 peserta
  • Live streaming oleh pengawas/teknisi: 6 orang

Perdagangan dan manipulasi soal

  • Menjual soal Tes Kemampuan Akademik: 3 peserta
  • Membuat konten latihan dari soal bocor: 3 pihak eksternal

Upaya pembocoran soal melalui media sosial

  • WhatsApp group: 28 kasus
  • Tiktok: 11 kasus
  • X: 1 kasus
  • Pelaporan usaha pembocoran soal WA ke platform X: 7 peserta

Total rangkaian kecurangan seluruhnya berasal dari peserta didik dan beberapa pengawas serta teknisi yang berperan dalam memfasilitasi pelanggaran.

Mu’ti menyatakan bahwa semua bentuk pelanggaran akan ditindak tegas.

“Kami akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran sekecil apapun guna menjaga integritas dan keadilan dalam pelaksanaan TKA,” ujarnya.

Gangguan Teknis Selama Pelaksanaan

Selain kecurangan, Tes Kemampuan Akademik 2025 menghadapi kendala operasional di beberapa daerah.

Kendala Utama yang Diidentifikasi

1. Pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem
Empat kabupaten di NTT mengalami pemadaman yang mengganggu pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik. Peserta terdampak mendapatkan jadwal Tes Kemampuan Akademik susulan pada 17–23 November 2025.

2. Minimnya simulasi mandiri
Tidak semua murid mengikuti simulasi TKA dan tidak semua sekolah melaksanakan simulasi resmi. Kondisi ini memicu keluhan teknis dan kebingungan selama ujian.

3. Persepsi soal terlalu sulit
Sebagian peserta menilai beberapa materi belum diajarkan. Temuan ini masuk evaluasi internal Kemendikdasmen.

4. Serangan siber ke server pusat
Serangan terjadi pada hari kedua TKA pukul 13.38 WIB. Sistem pulih dalam 2 menit 10 detik dan tidak berdampak pada peserta. Serangan terdeteksi dan diatasi oleh tim pusat.

Jadwal Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik 2025

  • Gelombang 1–2 (3–6 November 2025): SMA, SMK, MA, MA Kejuruan
  • Gelombang 3 (8–9 November 2025): Paket C dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah jenjang Ulya

Monitoring dilakukan di berbagai daerah untuk memastikan standar pelaksanaan seragam di seluruh satuan pendidikan.

Fokus Perbaikan Kemendikdasmen

Abdul Mu’ti menyatakan bahwa TKA 2025 masih memiliki banyak ruang perbaikan, terutama terkait integritas dan kesiapan teknis. Ia menegaskan dua langkah utama.

Prioritas Perbaikan

1. Penguatan sosialisasi kebijakan
Sosialisasi tidak hanya menyangkut pemahaman program, tetapi juga penanaman nilai kejujuran bagi sekolah, siswa, dan orang tua.

2. Penindakan tegas semua pelanggaran
Sanksi diberikan tanpa toleransi untuk memastikan Tes Kemampuan Akademik tetap menjadi asesmen yang adil.

Mu’ti menambahkan bahwa Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar alat ukur hasil belajar. Ia ingin TKA menjadi sarana membangun disiplin, tanggung jawab, dan integritas sejak dini.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh temuan tahun ini akan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan TKA pada tahun mendatang.

“Kami terus berupaya secara maksimal untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut agar pelaksanaan ke depan semakin lancar, efektif, dan akuntabel bagi seluruh peserta di seluruh daerah,” ujarnya.

TKA 2025 menjadi cermin besar tantangan asesmen digital skala nasional. Kecurangan yang muncul dalam berbagai bentuk menunjukkan perlunya penguatan sistem, nilai, serta literasi digital di seluruh lingkungan pendidikan.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news