spot_img

Kota Terbaik di Dunia Versi Gen Z 2025, Apa Saja?

Harian Masyarakat – Kota ideal bagi Gen Z bukan soal gedung tinggi atau status global. Mereka mencari kota terbaik yang bisa dijelajahi dengan kaki, penuh budaya, dan ramah di kantong. Time Out memotret itu lewat survei besar. Lebih dari 18.500 warga lokal terlibat. Fokus utama ada pada responden usia di bawah 30 tahun. Hasilnya membuka peta baru kota-kota terbaik yang benar-benar hidup bagi generasi dua puluhan.

Time Out menyusun peringkat berdasarkan pengalaman nyata penduduk lokal. Survei tidak berhenti pada makanan dan hiburan malam. Penilaian mencakup kebahagiaan, akses ruang hijau, kemudahan berjalan kaki, dan keterjangkauan biaya hidup. Generasi Z memberi bobot besar pada budaya yang terbuka dan mudah diakses.

Ed Cunningham, editor berita Time Out London dan Inggris, menegaskan arah penilaian ini.
“Salah satu faktornya adalah kancah budaya yang benar-benar mudah diakses. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan harga terjangkau. Jika kancah seni dan budaya suatu kota bersikap snobbish dan sulit diakses, apa gunanya?”

Walkability Jadi Kunci

Berjalan kaki bukan gaya hidup tambahan. Itu kebutuhan. Liv Kelly, penulis perjalanan Time Out, menjelaskan alasannya secara lugas.

“Kota favorit saya adalah yang mudah dijelajahi dengan berjalan kaki. Itu hal yang paling penting, karena hal itu memungkinkan Anda untuk benar-benar melihat ke mana malam membawa Anda saat bepergian, dan itu juga cara yang paling menyenangkan untuk menjelajah. Sebagai seorang Gen Z, saya suka berjalan kaki karena saya tidak punya uang dan itu gratis.”

Bagi Gen Z, Kota terbaik yang ramah pejalan kaki memberi kebebasan. bisa spontan. Bisa menjelajah tanpa rencana. Bisa menikmati kota tanpa biaya tambahan.

Peringkat Kota Terbaik Versi Gen Z

  • Bangkok, Thailand
    Bangkok memimpin peringkat global. Angka kebahagiaan Gen Z mencapai 84 persen. Kota ini juga dinilai ramah anggaran oleh 71 persen responden. Faktor sosial jadi nilai tambah besar. Gen Z di Bangkok paling mudah mendapatkan teman baru. Kombinasi biaya hidup, keterbukaan sosial, dan aktivitas kota membuat Bangkok unggul jauh.
  • Melbourne, Australia
    Melbourne berdiri sebagai pusat budaya. Sebanyak 96 persen Gen Z memberi nilai tinggi pada seni dan budaya. Skor keragaman dan inklusivitas mencapai 77 persen. Kualitas hidup juga sangat kuat. Sebanyak 91 persen Gen Z menilai hidup di Melbourne baik atau menakjubkan. Kota ini konsisten memberi ruang aman dan ekspresi luas bagi generasi muda.
  • Cape Town, Afrika Selatan
    Cape Town menempati posisi ketiga. Sebanyak 82 persen Gen Z merasa bahagia. Kota ini mencetak skor tinggi pada keindahan dengan 71 persen. Hiburan malam murah mendapat penilaian 76 persen. Sebanyak 62 persen responden menilai Cape Town menarik sebagai tempat tinggal. Lanskap alam dan biaya hiburan menjadi kombinasi kuat.
  • New York City, Amerika Serikat
    New York dikenal tanpa basa-basi. Gen Z paling sering menyebut kota ini menarik. Walkability mendapat skor 82 persen. Kehidupan malam dinilai tinggi oleh 84 persen responden. Kota ini memberi energi konstan. Setiap sudut menawarkan aktivitas. Setiap malam membuka kemungkinan baru.
  • Kopenhagen, Denmark
    Kopenhagen dikenal sebagai kota paling layak huni. Bagi Gen Z, kebahagiaan berada di angka 64 persen. Kota ini unggul dalam aspek relasi personal. Sebanyak 54 persen responden mengatakan mudah menemukan cinta. Kota ini tenang, teratur, dan tetap memberi ruang bagi kehidupan sosial.
  • Barcelona, Spanyol
    Barcelona mencetak kebahagiaan Gen Z sebesar 71 persen. Skor keragaman dan inklusivitas mencapai 77 persen, setara dengan Melbourne. Kota ini menggabungkan budaya, iklim, dan kehidupan sosial yang aktif. Gen Z melihat Barcelona sebagai kota yang seimbang antara hidup dan bersenang-senang.

Ada benang merah yang jelas. Kota terbaik favorit Gen Z tidak selalu paling kaya. Kota itu harus mudah diakses. Budaya harus terbuka. Biaya harus masuk akal. Jalan kaki harus memungkinkan. Ruang publik harus hidup.

Gen Z memilih kota yang memberi mereka kendali. Kendali atas waktu. Kendali atas uang. Kendali atas pengalaman hidup.

Peta kota terbaik dunia bagi Gen Z kini bergeser. Bukan lagi soal prestise. Bukan soal gelar global. Gen Z memilih kota yang terasa nyata. Kota yang bisa dinikmati hari ini, bukan sekadar dikagumi dari jauh. Jika Kamu ingin memahami arah masa depan kota-kota dunia, lihat ke mana Gen Z melangkah. Mereka sudah memilih dengan kaki mereka sendiri.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news