Harian Masyarakat | Menstrual cup berkembang menjadi salah satu produk menstruasi yang banyak dipilih karena dianggap praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan. Produk ini berbentuk corong kecil dari silikon atau karet medis yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah menstruasi. Banyak pengguna beralih karena kapasitasnya lebih besar dibanding tampon dan pembalut, serta bisa dipakai hingga 12 jam.
Apa Itu Menstrual Cup
Menstrual cup adalah wadah fleksibel yang ditempatkan di dalam vagina tepat di bawah leher rahim. Fungsinya menampung darah menstruasi, bukan menyerap. Mayoritas cup terbuat dari silikon medis, meski beberapa produk memakai karet. Bagi orang dengan alergi lateks, cup berbahan silikon menjadi pilihan paling aman.
Cup dapat dipakai berulang kali selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun, tergantung kualitas bahan dan perawatan.
Jenis Menstrual Cup
Berdasarkan bentuk
- V shape
Bagian atas lebih lebar dan meruncing ke bawah. Banyak digemari karena mudah dibuka saat dimasukkan. - Bell shape
Lebih mengembang di bagian tengah. Cocok untuk pemakai yang membutuhkan kapasitas lebih besar. - Round
Lebar di bagian bawah. Dirancang untuk pengguna yang menginginkan posisi cup lebih rendah. - Asimetris
Memiliki tepi miring agar pas ketika diputar ke sudut tertentu, terutama untuk posisi leher rahim yang tidak simetris.
Berdasarkan keberadaan stem
- Stemmed
Memiliki tangkai kecil untuk memudahkan proses menemukan cup saat akan dilepas. - Unstemmed
Dipilih oleh pengguna yang tidak nyaman dengan tangkai dan ingin permukaan bawah cup lebih halus.
Berdasarkan ukuran
- Small
Untuk usia di bawah 30 tahun, tanpa riwayat melahirkan vagina, atau aliran menstruasi ringan–sedang. - Large
Untuk usia di atas 30 tahun, sudah melahirkan lewat vagina, atau memiliki aliran darah lebih banyak. - Ukuran khusus
Beberapa merek menawarkan ukuran “teen” atau bahkan ekstra besar.
Sejarah Singkat Menstrual Cup
Menstrual cup bukan inovasi baru. Produk serupa sudah tercatat sejak tahun 1867 berupa kantong karet yang menempel pada cincin. Tahun 1937, Leona Chalmers mematenkan cup modern pertama dari karet. Desain itu menjadi dasar bentuk cup masa kini meski produksinya saat itu terhambat karena kelangkaan karet selama Perang Dunia II.
Pada 1960-an, Chalmers kembali mencoba, namun cup masih dianggap terlalu kaku. Perkembangan besar terjadi pada awal 2000-an ketika produsen mulai memakai silikon medis yang lebih lembut. Inilah titik kebangkitan menstrual cup di pasar global.
Cara Memilih Ukuran dan Tipe yang Tepat
Pemilihan ukuran dan bentuk cup dipengaruhi beberapa faktor:
- usia
- panjang leher rahim
- jumlah darah menstruasi
- fleksibilitas bahan
- kapasitas cup
- kekuatan otot dasar panggul
- riwayat melahirkan lewat vagina
Tidak ada ukuran yang berlaku universal. Banyak pengguna perlu mencoba satu hingga beberapa merek sebelum menemukan yang paling sesuai.
Persiapan Sebelum Memasukkan Menstrual Cup
Menggunakan cup pertama kali bisa terasa canggung. Membasahi bagian rim cup dengan air atau pelumas berbahan air membantu proses masuk ke vagina. Cuci tangan sebelum memegang cup untuk menjaga kebersihan.
Cara Memasukkan Menstrual Cup
Berikut langkah umum pemasangan:
- Cuci tangan.
- Basahi rim cup dengan air atau pelumas berbahan air.
- Lipat cup dengan salah satu teknik lipatan.
- Masukkan ke dalam vagina dengan posisi nyaman seperti jongkok, duduk di toilet, atau berdiri dengan satu kaki diangkat.
- Arahkan cup ke arah tulang ekor sekitar 45 derajat.
- Setelah berada di dalam, biarkan cup terbuka. Putar sedikit bila perlu.
- Pastikan cup membentuk segel sehingga tidak bocor.
Jika terpasang dengan benar, cup tidak akan terasa, tidak bergeser saat bergerak, dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan.
Teknik Lipatan Menstrual Cup
Beberapa teknik populer yang banyak dipraktikkan:
- C-Fold
Cup diratakan lalu dilipat hingga membentuk huruf C. - Punch-Down Fold
Satu sisi rim ditekan ke bawah hingga membentuk titik lancip. - 7-Fold
Rim ditekuk menyerupai angka 7 agar bagian masuk lebih kecil. - Origami Fold
Lipatan berulang yang menghasilkan ujung lancip. - Half-Diamond Fold
Dilipat diagonal membentuk segitiga lalu salah satu sudut ditekuk. - Labia Fold
Rim dijepit untuk memperkecil area masuk. - Double 7-Fold
Rim dilipat menjadi dua sisi angka 7.
Tidak ada lipatan terbaik. Yang paling penting adalah menemukan cara yang nyaman dan mudah dibuka setelah berada di dalam vagina.
Durasi Pemakaian
Cup bisa dipakai 6 hingga 12 jam tergantung jumlah aliran darah. Banyak orang memakainya saat malam tidur karena tidak perlu ganti sesering tampon. Jika aliran deras, cup perlu dikosongkan lebih cepat agar tidak penuh.
Cara Mengeluarkan Menstrual Cup
- Cuci tangan.
- Duduk atau jongkok agar cup turun sedikit.
- Masukkan dua jari untuk menemukan bagian dasar cup. Jangan menarik tangkai.
- Jepit dasar cup untuk melepas segel.
- Tarik perlahan sambil menjaga cup tetap tegak.
- Kosongkan isinya ke toilet atau wastafel.
- Cuci cup sebelum dipakai lagi.
Pada beberapa situasi, melepas cup bisa terasa merepotkan, terutama di toilet umum. Banyak pengguna membawa botol air kecil untuk membilas cup saat di luar rumah.
Perawatan dan Sterilisasi
- Cuci cup dengan sabun ringan setiap kali dikosongkan.
- Bilas bersih lalu keringkan.
- Setelah satu siklus selesai, rebus cup dalam air mendidih untuk sterilisasi.
- Simpan cup dalam kantong kain yang bisa bernapas.
Cup tidak boleh disimpan dalam wadah kedap udara karena dapat menahan kelembapan.
Keamanan dan Risiko
Cup tidak meningkatkan risiko toxic shock syndrome seperti pada tampon. Penelitian tahun 2019 hanya mencatat lima kasus pada pengguna cup.
Namun beberapa risiko tetap perlu diperhatikan:
- iritasi vagina bila cup tidak dibersihkan
- alergi terhadap bahan tertentu
- kemungkinan kesulitan memasukkan atau mengeluarkan
- risiko infeksi bila kebersihan tidak terjaga
- cup tidak disarankan setelah melahirkan, keguguran, atau setelah prosedur tertentu
Cup aman untuk digunakan oleh orang yang belum pernah berhubungan seksual. Cup juga tidak menghalangi buang air kecil.
Menstrual Cup dan IUD
Beberapa produsen memperingatkan risiko tarikan pada benang IUD. Namun penelitian tahun 2012 tidak menemukan bukti cup bisa mencabut IUD. Meski begitu, pengguna tetap dianjurkan berkonsultasi ke dokter.
Kelebihan Menstrual Cup
- biaya penggunaan jangka panjang lebih rendah
- bisa dipakai hingga 12 jam
- kapasitas menampung darah lebih banyak
- mengurangi limbah pembalut dan tampon
- tidak menimbulkan bau karena darah tidak terpapar udara
- tidak menyebabkan kekeringan vagina
- bisa dipasang sebelum haid mulai agar tidak bocor
- beberapa cup bisa dipakai bersamaan dengan IUD
Untuk beberapa jenis disposable cup yang lebih lembut, cup dapat tetap digunakan saat berhubungan seksual penetratif.
Kekurangan Menstrual Cup
- proses pelepasan bisa berantakan
- pemilihan ukuran kadang perlu percobaan berulang
- beberapa orang kesulitan memasang cup pada awal penggunaan
- perlu akses air bersih untuk mencuci
- beberapa bentuk cup lebih sulit dibuka atau diputar
- bisa terjadi kebocoran bila posisi pemasangan tidak tepat
- cup bisa menimbulkan iritasi bila kurang pelumas atau salah perawatan
Perbandingan Menstrual Cup dan Menstrual Disc
Menstrual disc berbentuk datar dan ditempatkan lebih tinggi, tepat di bawah leher rahim. Disc tidak mengandalkan hisapan seperti cup. Banyak disc bisa dipakai saat berhubungan seksual.
Namun disc lebih sulit dimasukkan dan cenderung lebih berantakan saat dilepas.
Mengapa Cup Bisa Bocor
Beberapa penyebab umum:
- cup tidak terbuka sempurna
- sudut pemasangan salah
- posisi masuk terlalu tinggi
- cup penuh
- ukuran tidak sesuai
Pengguna disarankan memantau durasi pemakaian, mempelajari teknik lipatan, serta mencoba beberapa model bila diperlukan.
Menstrual cup adalah solusi periode yang ekonomis, praktis, dan ramah lingkungan. Produk ini menawarkan kapasitas lebih besar, durasi pemakaian lebih panjang, dan rasa nyaman bila dipasang benar. Namun pemilihan ukuran, teknik lipatan, dan perawatan rutin sangat menentukan keberhasilan penggunaannya.
Bagi yang mempertimbangkan beralih ke menstrual cup, pahami dulu bentuk tubuh, aliran menstruasi, dan kenyamanan pribadi. Konsultasi ke tenaga medis dapat membantu menentukan pilihan yang paling tepat.















