spot_img

Operasi Zebra Jaya 2025: 7 Target yang Jadi Incaran Polisi

Harian Masyarakat | Operasi Zebra Jaya 2025 mulai bergerak pada 17 November. Jalanan Ibu Kota berubah ritme. Petugas berseragam memadati persimpangan, lorong sempit, hingga jalur cepat. Mereka tidak lagi berdiri di satu titik. Mereka berkeliling. Mereka menyisir. Mereka mencari pengendara yang abai terhadap aturan.

Operasi Zebra Jaya 2025 berlangsung dua pekan. Polda Metro Jaya menempatkannya sebagai langkah awal menghadapi lonjakan aktivitas saat Natal dan Tahun Baru 2026. Tujuannya sederhana. Menekan pelanggaran. Menurunkan kecelakaan. Menjaga agar perjalanan pulang-pergi warga tetap utuh.

Tekanan Angka Kecelakaan Menguat

Data Jasa Raharja memperlihatkan beban yang terus meningkat. Hingga Oktober 2025, lebih dari Rp100 miliar tersalurkan untuk santunan korban kecelakaan di wilayah Jakarta. Angkanya tidak berdiri sendiri. Dari Januari sampai Oktober 2025 terjadi 11.604 kecelakaan. Sebanyak 659 orang meninggal.

Kepolisian melihat pola yang sama di sisi pelanggaran. Polda Metro Jaya mencatat lebih dari 505 ribu kasus sepanjang tahun berjalan. Jumlah itu naik signifikan dibanding periode yang sama pada 2024.

Sumber masalah terlihat jelas. Berdasarkan data ETLE, tujuh dari sepuluh kecelakaan muncul dari kelalaian manusia. Faktor sederhana yang sering diabaikan. Sebagian ditindak lewat kamera ETLE. Sebagian lagi ditemukan petugas ketika berpatroli.

Perubahan Pola Penindakan

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan pola operasi zebra tahun ini berubah. Tidak ada lagi razia statis. Petugas memilih metode hunting system. Mereka bergerak dari satu ruas ke ruas lain. Mereka menindak pelanggar di tempat.

Porsi tindakan dibuat seimbang. Preventif empat puluh persen. Preemtif empat puluh persen. Hanya dua puluh persen yang berupa tilang. Pendekatannya menekan perilaku berisiko sebelum berujung kecelakaan.

“Pelanggaran yang disasar itu pelanggaran kasat mata yang berpotensi terhadap kecelakaan lalu lintas. Misalnya penggunaan helm, juga knalpot yang tidak sesuai standar,” ujar Komarudin.

Kekuatan Pasukan Dikerahkan

Skalanya luas. Di wilayah Polda Metro Jaya ada 2.939 personel gabungan. Mereka berasal dari polisi, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kota Depok sendiri menurunkan 150 personel. Semua bergerak pada tanggal yang sama. Semua membawa misi yang sama.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, menegaskan bahwa tren pelanggaran dan kecelakaan tahun ini membuat operasi zebra harus berjalan lebih agresif. Harapannya, perilaku pengendara berubah sebelum masa libur panjang dimulai.

Tujuh Target Utama Operasi Zebra 2025

Seluruh sumber kepolisian memusatkan perhatian pada tujuh perilaku yang paling sering memicu kecelakaan. Daftarnya konsisten di berbagai rilis resmi.

  1. Menggunakan ponsel saat berkendara
    Konsentrasi terputus satu detik saja bisa memicu benturan besar. Kamera ETLE banyak menangkap pola ini di jalur cepat.

  2. Pengendara di bawah umur
    Tidak memiliki SIM dan belum siap menghadapi risiko. Polisi menekankan bahayanya bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain.

  3. Tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman
    Helm dan sabuk pengaman menjadi garis terakhir perlindungan ketika kecelakaan terjadi.

  4. Berkendara dalam pengaruh alkohol
    Refleks melambat. Kendali berkurang. Dampaknya langsung ke kecelakaan fatal.

  5. Kendaraan tanpa surat resmi
    STNK mati, tidak membawa surat, atau kendaraan tidak laik jalan sering muncul dalam penindakan lapangan.

  6. Pelat nomor tidak sesuai aturan
    Pelat palsu, pelat modifikasi, hingga penggunaan pelat instansi yang bukan peruntukannya menjadi sorotan.

  7. Melampaui batas aturan lalu lintas lain seperti melawan arus dan pelanggaran lampu merah
    Jakarta mencatat lonjakan kasus akibat pelanggaran ini, termasuk balap liar yang marak di titik tertentu.

operasi zebra jaya 2025

Gambaran Lapangan di Jakarta dan Depok

Di Depok, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memimpin langsung apel pembukaan operasi. Ia menekankan pentingnya disiplin masyarakat. Baginya, kerja polisi tidak akan efektif tanpa dukungan pengendara.

Di Jakarta, pola penindakan dilakukan di luar 127 ruas jalan yang sudah diawasi ETLE. Petugas akan menyisir titik-titik yang tidak terpantau kamera. Area balap liar masuk prioritas. Pengendara yang kedapatan melanggar langsung ditindak secara konvensional.

Dampak Operasi Tahun Sebelumnya

Jejak operasi tahun lalu memberi gambaran yang jelas. Polda Metro Jaya menindak 92.300 pelanggar selama Operasi Zebra Jaya 2024. Sebanyak 65.859 pelanggaran terekam kamera ETLE. Sisanya ditindak melalui teguran langsung.

Angka itu menjadi dasar prediksi bahwa operasi tahun ini berpotensi menghasilkan temuan yang sama besarnya, terutama karena jumlah kendaraan terus meningkat.

Agenda Lebih Besar di Balik Operasi Zebra

Korlantas Polri memandang Operasi Zebra sebagai fondasi untuk Operasi Lilin yang akan digelar saat Natal dan Tahun Baru. Data tiga bulan terakhir dan fenomena sosial seperti balap liar menjadi bahan evaluasi.

Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya soal tilang. Polisi ingin membangun kesadaran. Ia menyebut keberhasilan Operasi Patuh sebelumnya, yang memengaruhi kebijakan lintas kementerian terkait kendaraan ODOL.

Budaya Berkendara Jadi Fokus Utama

operasi zebra jaya 2025

Operasi Zebra Jaya 2025 membawa pesan yang sama untuk semua pengguna jalan. Aturan yang terlihat sepele ternyata menyumbang proporsi terbesar kecelakaan. Polisi mendorong perubahan perilaku sederhana. Tidak menatap layar ponsel. Memakai helm yang benar. Menggunakan sabuk pengaman. Tidak mengambil risiko dengan alkohol.

Pengawasan kamera ETLE akan terus berjalan. Patroli hunting system memperkuatnya. Penindakan dilakukan di tempat tanpa menunggu dokumentasi elektronik.

Operasi Zebra Jaya 2025 bergerak dengan satu harapan. Anda pulang selamat. Keluarga menunggu di rumah. Jalanan tetap bisa digunakan semua orang tanpa rasa cemas.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news