spot_img

Pertamina Energy Terminal Perkuat Keamanan Instalasi Energi Strategis Nasional

Harian MasyarakatPT Pertamina Energy Terminal (PET) memperkuat seluruh lini keamanan di instalasi energi yang berstatus objek vital nasional. Langkah ini muncul bersamaan dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis di LPG Terminal Tanjung Sekong, Cilegon. Lokasi ini menjadi simpul penting rantai pasok LPG dan BBM bagi kebutuhan nasional.

Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal (PET) Bayu Prostiyono menjelaskan pentingnya standar keselamatan dan keamanan di setiap operasi terminal energi. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas bertumpu pada kesiapan personel dan keandalan sistem. “Keselamatan, keamanan aset, dan keandalan operasi adalah prioritas utama bagi PET. Kami memastikan seluruh tim operasional dan pengamanan siap menghadapi potensi risiko di lapangan,” ujarnya.

Bayu menyebut sinergi antar instansi sebagai fondasi pengamanan. Ia menyoroti kerja bersama antara HSSE, unit operasi, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lain. Pengecekan personel, prosedur mitigasi, hingga kelaikan peralatan dilakukan menyeluruh di titik operasi utama. Ia menegaskan bahwa agenda kesiapsiagaan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional.

PT Pertamina Energy Terminal (PET) berada di bawah Subholding Integrated Marine Logistics. Perusahaan ini mengelola terminal energi strategis untuk LPG, BBM, dan produk turunan. Tanjung Sekong menjadi salah satu titik yang diawasi ketat. Apel berlangsung di area parkir terminal dan melibatkan petugas PAM Obvitnas serta unsur keamanan TNI dan Polri.

Kegiatan tersebut dipimpin Kolonel Inf Yoyok Pramudia. Ia membacakan amanat Pangdam III Siliwangi yang menegaskan bahwa pengamanan objek vital Pertamina memiliki dampak langsung pada stabilitas ekonomi dan masyarakat. “Gangguan sekecil apa pun dapat berdampak luas pada ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Pangdam menekankan pentingnya kesiapan menghadapi ancaman fisik, sabotase, kriminalitas, kecelakaan industri, dan serangan berbasis teknologi. Ia memandang apel sebagai sarana evaluasi terhadap personel, peralatan, dan prosedur operasional dalam menghadapi situasi darurat.

Di Tanjung Sekong, seluruh elemen keamanan bergerak melakukan asesmen lapangan. Penguatan SOP, peningkatan kemampuan teknis personel, dan pemantauan operasional menjadi fokus utama. PET memastikan semua langkah dijalankan untuk menjaga distribusi energi tetap bekerja tanpa hambatan.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news