Piala Dunia Antarklub FIFA (CWC) dibuka pada Sabtu (15/6) dengan penampilan Lionel Messi bersama Inter Miami di Stadion Hard Rock, Miami. Meski pertandingan melawan klub Mesir Al Ahly berakhir imbang tanpa gol, ribuan penonton tetap memadati stadion demi menyaksikan aksi sang bintang Argentina. Sejumlah legenda sepak bola dunia seperti David Beckham, Ronaldo, Kaka, Bebeto, Roberto Baggio, dan Javier Zanetti turut hadir menyaksikan langsung dari bangku VIP.
Presiden FIFA Gianni Infantino tampak puas dengan pembukaan turnamen dan berharap laga-laga berikutnya semakin ramai penonton dan banjir gol. Infantino menjadikan Piala Dunia Antarklub sebagai proyek pribadi, dan berupaya menjadikan Amerika Serikat – salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 – sebagai panggung utama sepak bola dunia. Salah satu kebijakannya adalah memasukkan Inter Miami ke Piala Dunia Antarklub lewat jalur “tuan rumah” sebagai juara musim reguler MLS, serta menaikkan hadiah juara sebesar 35 juta dolar AS.
Infantino bahkan sempat menyatakan bahwa Cristiano Ronaldo mungkin akan tampil di turnamen ini. Ia menyebut Piala Dunia Antarklub sebagai “awal dari sesuatu yang bersejarah yang akan mengubah sepak bola menjadi lebih baik.”
Namun, tiga hari berjalan, turnamen ini belum memenuhi ekspektasi yang digembor-gemborkan FIFA.

Jadwal Piala Dunia Antarklub yang Kontroversial serta Cuaca Panas
Sejumlah laga dijadwalkan pada siang hari dengan suhu tinggi, memicu keluhan dari pemain dan pelatih. Dalam laga antara PSG dan Atletico Madrid di Rose Bowl, Pasadena, suhu mencapai 31 derajat Celcius saat laga dimulai. Pelatih PSG Luis Enrique mengaku cuaca panas mempengaruhi permainan. Gelandang PSG Vitinha juga mengatakan timnya bermain baik dalam kondisi yang sulit.
Setiap tim harus memainkan tiga pertandingan dalam sembilan hari. Meskipun ini hal biasa dalam turnamen internasional, jadwal padat ini dikecam serikat pemain karena berdekatan dengan musim panjang di Eropa dan Timur Tengah. Sementara itu, klub dari AS, Amerika Selatan, dan Oseania harus menghentikan liga domestik mereka demi mengikuti Piala Dunia Antarklub.
FIFPRO, serikat pemain sepak bola dunia, mengecam FIFA karena menyusun jadwal Piala Dunia Antarklub tanpa mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental para pemain. “Tekanan ekstrem di level tertinggi sepak bola berisiko menyebabkan kelelahan, cedera, gangguan kesehatan mental, penurunan performa, dan ancaman terhadap karier jangka panjang,” bunyi pernyataan mereka.
FIFA menyatakan telah mengambil langkah nyata untuk melindungi pemain, termasuk penambahan pergantian pemain dan aturan pergantian khusus untuk pemain yang mengalami gegar otak. Selain itu, akan dilakukan jeda pendinginan di menit ke-30 dan ke-75 jika suhu bola basah-globe melebihi 32°C, sesuai pedoman turnamen.
Bayern Cetak Sejarah, Kesenjangan Kualitas Jadi Sorotan

Bayern Munich mencetak sejarah dengan kemenangan 10-0 atas Auckland City, tim semi-profesional dari Selandia Baru. Ini menjadi kemenangan terbesar dalam satu pertandingan di ajang Piala Dunia Antarklub. Bayern tampil dengan kekuatan penuh dan mencetak empat gol hanya dalam 21 menit pertama. Pelatih Vincent Kompany menyebut laga berikutnya melawan Boca Juniors sebagai tantangan sebenarnya.
Auckland City, juara Oseania yang berada di peringkat ke-4.957 dunia versi Opta Power Rankings, masih harus menghadapi Benfica (peringkat 24) dan Boca Juniors (peringkat 131). Tim-tim lain dengan peringkat rendah seperti Al Ain, Urawa Reds, Wydad Casablanca, dan Ulsan HD juga dijadwalkan akan bermain dalam beberapa hari ke depan.

Banyak Stadion Kosong
Meski laga pembuka dengan Messi berhasil menarik ribuan penonton di Miami, beberapa laga lainnya justru sepi penonton. Pertandingan Chelsea melawan LAFC di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, hanya dihadiri 22.137 penonton – jauh di bawah kapasitas stadion yang mencapai 75.000. Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, menyebut atmosfer stadion terasa “agak aneh.”
Pertandingan lain juga mengalami hal serupa:
Flamengo vs Esperance de Tunis di Philadelphia hanya ditonton 25.797 orang dari kapasitas 69.000.
Botafogo vs Seattle Sounders di Seattle dihadiri 30.151 penonton dari kapasitas 69.000.
Palmeiras vs Porto di Stadion MetLife, New Jersey, hanya dihadiri 46.275 penonton dari kapasitas 82.500.
Dari 36 pertandingan babak grup yang tersisa, 13 di antaranya akan dimainkan pada siang hari di hari kerja. Masih menjadi tanda tanya apakah rendahnya jumlah penonton akan terus terjadi di fase awal turnamen ini.















