Harian Masyarakat – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi tenggat satu tahun kepada Bea Cukai untuk memperbaiki kinerja. Jika gagal, seluruh fungsi kepabeanan akan dialihkan ke perusahaan verifikasi internasional SGS. Ancaman ini muncul setelah serangkaian temuan penyelundupan komoditas pangan masuk tanpa izin pusat.
Dua kasus menjadi pemicu kemarahan pemerintah. 250 ton beras ilegal masuk melalui Pelabuhan Sabang dan 40 ton beras serta minyak goreng ilegal ditemukan di Batam.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan seluruh barang disegel dan meminta penelusuran pelaku yang meloloskan impor tersebut.
Pemerintah juga menemukan izin impor yang terbit sebelum rapat resmi pengambilan keputusan. Temuan ini menguatkan dugaan adanya celah di Bea Cukai yang dimanfaatkan untuk meloloskan barang.
Aduan publik menambah tekanan. Pedagang pakaian impor menyebut permintaan suap Rp550 juta per kontainer agar barang masuk tanpa hambatan. Laporan semacam ini membuat reputasi Bea Cukai semakin merosot.
Reformasi Berbasis AI Dimulai
Untuk memperbaiki kredibilitas, Purbaya mendorong transformasi digital. Sistem kecerdasan buatan mulai diterapkan di pos-pos pemeriksaan. Fokusnya mengidentifikasi under-invoicing, praktik manipulasi nilai barang impor yang merugikan negara.
“Jadi nanti under-invoicing akan cepat terdeteksi sambil kita perbaiki yang lain,” jelasnya.
Teknologi ini menargetkan titik rawan yang selama puluhan tahun menjadi sumber kebocoran penerimaan negara.
Ancaman Pemutusan Instansi
Pemerintah memberi waktu satu tahun kepada Bea Cukai. Tidak boleh ada intervensi dari pihak luar. Purbaya meminta ruang untuk beres-beres internal. Jika gagal, seluruh fungsi kepabeanan akan dialihkan kepada perusahaan internasional SGS asal Swiss.
SGS adalah perusahaan verifikasi global yang pernah mengambil alih peran Bea Cukai saat era Orde Baru. Kala itu, Presiden Soeharto membekukan Bea Cukai hampir satu dekade karena maraknya pungutan liar dan penyelundupan.
Purbaya yakin pegawai Bea Cukai memiliki kapasitas intelektual untuk berubah. Ia menyebut kemajuan awal cukup positif dan percaya tahun depan kondisi akan lebih baik.
Ia menyatakan perubahan harus terlihat tahun depan. Jika tidak, Bea Cukai akan bernasib sama seperti era Orde Baru ketika dibekukan dan digantikan SGS selama hampir satu dekade. SGS mengambil alih tugas mereka dan ribuan pegawai akan resmi tidak dibutuhkan lagi.















