spot_img

Putin-Prabowo Sepakat Perkuat Energi Nuklir, Pertahanan, dan Perdagangan

Harian Masyarakat | Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow siap membantu Indonesia mengembangkan teknologi nuklir sipil. Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Kremlin, Moskow, Rabu, 10 Desember 2025.

Putin menyebut sektor energi menjadi area kerja sama yang punya peluang besar. Ia menegaskan Rusia siap terlibat jika Indonesia memutuskan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dalam pernyataannya, Putin menyampaikan kesediaan Rusia mendukung rencana Indonesia membangun PLTN pertama pada 2032 dengan kapasitas 500 MW. Ia mengatakan para spesialis nuklir Rusia siap memberikan keahlian.

Perdagangan Naik, Gandum Jadi Fokus Baru

Putin menyebut hubungan Rusia–Indonesia terus bergerak positif. Ia menyoroti kenaikan nilai perdagangan kedua negara sebesar 17 persen pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang disebut cukup stabil. Namun ia mengakui ada penurunan pasokan gandum Rusia ke Indonesia sepanjang tahun ini sehingga perlu dibahas lebih lanjut.

Rusia kembali mengirim gandum ke Indonesia pada Oktober setelah sempat terhenti sejak Januari. Pengiriman dilakukan setelah Badan Karantina Indonesia memperpanjang sertifikasi keamanan pada Agustus. Pengapalan Oktober mencapai 52 ribu ton. Total distribusi biji-bijian ke Indonesia pada 2024 diperkirakan dapat menembus 1,3 juta ton yang mayoritas berupa gandum.

Hubungan Pertahanan Terus Menguat

Putin menilai Indonesia merupakan mitra tradisional Rusia dalam sektor industri pertahanan. Ia menyoroti kerja sama teknis militer yang disebut berjalan solid.

Ia menyampaikan peningkatan jumlah perwira dan spesialis Indonesia yang menempuh pendidikan di akademi dan universitas militer Rusia. Putin menyebut lembaga pendidikan militer Rusia siap menerima lebih banyak personel dari Indonesia.

Kedua negara juga telah menggelar latihan angkatan laut bersama di Laut Jawa pada November 2024. Putin menilai perkembangan kerja sama militer berjalan baik.

Konteks Global dan Kunjungan Dua Presiden

Pertemuan ini menjadi pertemuan kedua Putin dan Prabowo di Rusia sepanjang tahun ini. Situasi tersebut terjadi saat Moskow memperluas hubungan dengan negara-negara Global South di tengah tekanan Barat akibat perang Ukraina.

Rusia mengapresiasi posisi Indonesia yang mereka nilai seimbang terkait konflik Ukraina. Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan kebijakan luar negeri bebas-aktif dan tidak akan bergabung dengan blok militer mana pun.

Putin juga menyinggung keanggotaan penuh Indonesia di BRICS serta pembahasan potensi kerja sama perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union.

Prabowo Dorong Akselerasi Proyek, Undang Putin ke Jakarta

Dalam pertemuan, Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan pemerintah Rusia. Ia menyebut beberapa bulan terakhir delegasi pemerintah dan dunia usaha Rusia sudah berkunjung ke Jakarta untuk mempercepat realisasi kerja sama strategis.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia telah mempertemukan pelaku industri nasional dengan mitra Rusia untuk mempercepat implementasi berbagai proyek.

Prabowo menyampaikan undangan resmi kepada Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada 2026 atau 2027. “Saya juga ingin mengundang Yang Mulia untuk ke Indonesia pada kesempatan yang beliau miliki. Apakah tahun 2026 atau 2027 tidak ada masalah, kami berharap beliau akan berkunjung ke Indonesia juga. Jangan ke India saja,” ujar Prabowo sambil tertawa.

Isu Lain: Pariwisata, Bebas Visa, dan Konektivitas

Putin menyampaikan hubungan kemanusiaan dan pariwisata kedua negara meningkat. Ia menyebut konektivitas penerbangan langsung serta kebijakan bebas visa antarwarga ikut memperkuat hubungan tersebut.

Kedua pemimpin juga membahas potensi kerja sama di sektor perindustrian dan pertanian, termasuk isu pasokan gandum.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news