spot_img

Strategi Belanja Dini, Langkah Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2026

Harian Masyarakat – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2026 dengan strategi mempercepat realisasi belanja APBN sejak kuartal pertama. Kementerian Keuangan akan mengoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga agar mayoritas anggaran terserap di awal tahun untuk mempercepat perputaran ekonomi.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menjelaskan langkah ini untuk menjaga momentum pertumbuhan yang pada kuartal III 2025 mencapai 5,04 persen dan ditargetkan naik menjadi 5,5 persen di kuartal IV. “Strategi untuk 2026, khususnya APBN, itu harus makin dini belanjanya,” ujarnya di Jakarta.

Febrio menyebut tiga mesin utama penggerak ekonomi: instrumen fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi. Pemerintah menyiapkan injeksi dana Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil. Selain itu, koordinasi lintas kementerian diperkuat untuk memastikan iklim usaha tetap kondusif.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar pada Agustus 2025. Sektor pertanian menyerap 28,15 persen tenaga kerja nasional, diikuti perdagangan 18,73 persen, dan industri pengolahan 13,86 persen.

Pemerintah optimistis percepatan belanja negara dapat mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, dan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen menjelang 2026.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news