spot_img

Teror Guncang India: Mobil Meledak di Dekat Red Fort Delhi, 13 Tewas

Harian Masyarakat | Sebuah ledakan mobil mengguncang kawasan tua New Delhi, India pada Senin malam waktu setempat, menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.52 waktu setempat di persimpangan padat dekat Stasiun Metro Red Fort, salah satu situs bersejarah paling terkenal di India.

Mobil Hyundai i20 yang melaju pelan berhenti di lampu merah, lalu tiba-tiba meledak dengan kekuatan besar. Ledakan memicu kebakaran yang melalap mobil, becak, dan kendaraan di sekitarnya. Api menjalar cepat, menghancurkan jendela toko, pos polisi, dan bahkan merusak tempat ibadah Sikh yang berjarak ratusan meter dari lokasi.

“Mobil itu berhenti sebentar, lalu meledak. Orang-orang terbakar. Kami mencoba menolong, tapi api terlalu besar,” kata seorang saksi bernama Dharmindra Dhaga, 27 tahun.

Menurut Polisi Delhi, enam mobil dan tiga becak otomatis ikut terbakar. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Jalanan sekitar Chandni Chowk dan pintu gerbang Metro Red Fort langsung ditutup total.

Polisi Gunakan Hukum Anti-Teror

ledakan bom mobil india delhi

Penyelidikan awal dilakukan di bawah Undang-Undang Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA), hukum utama India untuk menangani kejahatan terorisme. Langkah ini menunjukkan bahwa otoritas memandang ledakan tersebut bukan insiden biasa, melainkan dugaan aksi teror.

“Kasus telah didaftarkan di bawah UAPA dan Undang-Undang Bahan Peledak. Penyidikan masih pada tahap awal,” kata Wakil Komisaris Polisi Raja Banthia.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah menyebut seluruh kemungkinan sedang diselidiki. “Semua sudut akan ditelusuri dan kesimpulan akan segera diumumkan,” ujarnya. Tim dari National Investigation Agency (NIA), National Security Guard (NSG), dan Forensic Science Laboratory (FSL) langsung turun ke lokasi.

Hasil awal menunjukkan tidak ada kawah di titik ledakan dan korban tidak mengalami luka akibat serpihan logam. Mayoritas mengalami luka bakar parah. Polisi menduga bahan peledak yang digunakan bersifat panas tinggi, bukan bom konvensional berpeluru.

Jejak Mobil Hyundai dan Rantai Kepemilikan Misterius

Penyelidikan berfokus pada mobil Hyundai i20 yang menjadi sumber ledakan. Berdasarkan data kepolisian, mobil itu awalnya dimiliki oleh Mohammad Salman, warga Gurugram, Haryana, yang membelinya pada 2013. Namun, mobil tersebut telah berpindah tangan beberapa kali.

Pemilik terakhir diduga pria berusia 34 tahun dari distrik Pulwama, Kashmir, yang baru membeli mobil itu pada 29 Oktober, hanya beberapa minggu sebelum ledakan. Polisi telah menahan beberapa orang terkait transaksi mobil ini untuk diperiksa lebih lanjut.

Rekaman CCTV menunjukkan mobil itu masuk ke area parkir dekat Red Fort sekitar pukul 15.19 dan keluar tiga jam kemudian, tepat sebelum ledakan. Pengemudi terlihat mengenakan masker dan mengambil karcis parkir. Polisi kini menelusuri rute lengkap mobil tersebut melalui kamera jalan dan tol.

Dugaan Keterkaitan dengan Temuan Bahan Peledak di Haryana

Ledakan ini terjadi hanya sehari setelah polisi di Jammu dan Kashmir menemukan 350 kilogram bahan peledak, puluhan pemicu waktu, dan senjata api di dua rumah di Faridabad, Haryana. Beberapa orang, termasuk seorang dokter asal Kashmir, telah ditangkap dalam kasus itu.

Namun sejauh ini, pihak berwenang belum mengonfirmasi adanya hubungan langsung antara kasus bahan peledak di Haryana dengan ledakan di Red Fort. “Masih terlalu dini untuk menyimpulkan keterkaitannya,” ujar pejabat penyelidik kepada media lokal.

ledakan bom mobil india delhi

Reaksi Pemerintah dan Dunia

Perdana Menteri Narendra Modi, yang sedang berada di Bhutan untuk kunjungan kenegaraan, menyampaikan belasungkawa dan janji akan menuntaskan kasus ini. “Insiden mengerikan di Delhi membuat kita semua berduka. Konspirator di balik tragedi ini tidak akan dibiarkan lolos. Mereka akan diadili,” kata Modi dalam pidato di Thimphu.

Menteri Pertahanan Rajnath Singh memastikan penyelidikan dilakukan cepat dan menyeluruh. “Semua lembaga utama telah dikerahkan. Hasil penyelidikan akan segera diumumkan,” ujarnya.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di India mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya untuk menjauhi area sekitar Red Fort. Inggris juga memperbarui panduan perjalanan ke India.

Kesaksian Warga

Warga menggambarkan situasi penuh kepanikan sesaat setelah ledakan. “Saya sedang turun tangga di stasiun metro ketika ledakan terdengar. Api langsung muncul dan orang-orang berlari ketakutan,” kata Suman Mishra.

Seorang saksi lain, Irfan, mengatakan ia melihat potongan tubuh berserakan di jalan. “Saya melihat tangan seseorang terlempar ke tanah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana keluarganya menghadapi ini,” ujarnya.

Nazish Malik, warga Old Delhi, mencari saudaranya yang hilang. “Setelah lebih dari 100 kali menelepon, ada yang menjawab dan bilang ponsel berada di pos polisi Red Fort. Kami langsung ke Rumah Sakit Lok Nayak,” katanya.

Lokasi Bersejarah dengan Makna Nasional

Red Fort, atau Lal Qila, adalah benteng Mughal abad ke-17 dan situs warisan dunia UNESCO. Dari tempat inilah setiap 15 Agustus, Perdana Menteri India mengibarkan bendera dan berpidato memperingati Hari Kemerdekaan.

Benteng ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga saksi berbagai tragedi di masa lalu. Pada tahun 2000, kelompok bersenjata Lashkar-e-Taiba menyerang kompleks ini dan menewaskan tiga orang.

Ledakan kali ini menjadi salah satu serangan paling serius di Delhi dalam lebih dari satu dekade, setelah pemboman di luar Pengadilan Tinggi Delhi tahun 2011 yang menewaskan 12 orang.

ledakan bom mobil india delhi

India Ditingkatkan ke Status Siaga Tinggi

Setelah ledakan, pemerintah meningkatkan pengamanan di seluruh Delhi dan kota besar lain termasuk Mumbai dan Lucknow. Kendaraan yang masuk ke stasiun kereta, bandara, dan area publik diperiksa ketat.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan puing-puing kendaraan dan kobaran api di jalan sempit Old Delhi saat polisi berusaha mensterilkan area.

Kepolisian juga memantau kemungkinan keterlibatan jaringan teror lintas negara. Sebelumnya, India menuduh kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan berada di balik berbagai serangan mematikan, termasuk pemboman Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 170 orang.

Belum Ada Tersangka Ditetapkan

Meski beberapa orang telah ditahan, kepolisian India belum menetapkan tersangka utama. Forensik masih memeriksa residu bahan peledak, serpihan kendaraan, dan rekaman CCTV tambahan.

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun pola serangan, waktu kejadian, dan lokasi yang simbolis memunculkan dugaan kuat bahwa ini adalah aksi terencana dengan tujuan mengguncang jantung politik India.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news