spot_img

TKA 2025: Ujian Nasional Versi Baru yang Tentukan Nasib Masuk Kuliah

Harian Masyarakat | Sebanyak 3,5 juta siswa SMA, SMK, dan MA di seluruh Indonesia akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana pada 1–9 November 2025. Tes ini menggantikan Ujian Nasional (UN) sebagai sistem asesmen baru di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Tes Kemampuan Akademik diikuti oleh 3.518.167 murid dari 43.918 sekolah, termasuk sekolah keagamaan dan sekolah luar biasa. SMA menjadi penyumbang peserta terbanyak, mencapai 1,75 juta siswa. Disusul oleh SMK dengan 1,59 juta peserta dan MA sebanyak 506 ribu peserta.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, mengatakan pelaksanaan TKA merupakan wujud kolaborasi besar antara sekolah, pemerintah daerah, dan siswa.
“Dengan lebih dari 3,5 juta peserta, kita melihat semangat kolaborasi yang kuat. Ini modal penting agar pelaksanaan TKA berjalan lancar di seluruh wilayah,” ujarnya.

Tes Digital Nasional Terbesar

tka tes kemampuan akademik sekolah sma

Sebanyak 67,9 persen sekolah akan melaksanakan TKA secara daring, 12,2 persen semidaring, dan 19,9 persen masih memfinalisasi moda pelaksanaan. Pemerintah menyiapkan pendampingan teknis agar proses berjalan tertib dan sesuai jadwal.

Toni menegaskan, TKA bukan sekadar ujian, tapi alat ukur capaian akademik sekaligus sarana refleksi untuk sekolah dan siswa. Tes ini dirancang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi karakter, tidak hanya angka.

Guru Jadi Penentu Keberhasilan

Menurut Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, guru memegang peran penting dalam keberhasilan Tes Kemampuan Akademik.
“Guru yang paling mengenal karakter murid dan tahu cara terbaik mendampingi mereka. Melalui bimbingan dan dukungan moril, guru akan sangat membantu murid menjalani TKA dengan percaya diri dan berintegritas,” kata Nunuk.

Ia menegaskan, hasil TKA bukan alat menghukum guru. Nilai rendah tidak berarti guru gagal, tetapi menjadi bahan evaluasi pembelajaran.

Nilai TKA Jadi Syarat SNBP 2026

Mulai tahun 2026, nilai Tes Kemampuan Akademik menjadi syarat wajib untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok, yang menyebut TKA kini menjadi bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru.
“Yang baru, 2026 siswa mempunyai nilai TKA yang penyelenggaranya adalah Kemendikdasmen. Nilai itu langsung terhubung dengan sekolah,” kata Eduart.

Sementara itu, untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), nilai TKA tidak wajib. SNBT tetap berdasarkan hasil UTBK 2026, ditambah portofolio bagi yang memilih program studi seni dan olahraga.

Jadwal Lengkap Pelaksanaan

Pendaftaran TKA telah ditutup pada 5 Oktober 2025. Simulasi berlangsung 6–12 Oktober, diikuti gladi bersih pada 27–31 Oktober.

Tes utama dilaksanakan 1–9 November 2025 dalam tiga gelombang:

  • Gelombang I: 3–4 November
  • Gelombang II: 5–6 November
  • Gelombang III: 8–9 November

Jika ada penjadwalan ulang, tes akan dilakukan 17–23 November, dan pengolahan hasil dijadwalkan 24 November–3 Januari 2026.

Untuk jenjang SD dan SMP, TKA baru akan digelar pada Maret 2026.

tka tes kemampuan akademik sekolah sma

Struktur dan Mata Pelajaran yang Diuji

Tes Kemampuan Akademik 2025 menguji kemampuan dasar akademik seperti logika, pemahaman konsep, keterampilan membaca, dan pemecahan masalah.
Ada tiga mata pelajaran wajib dan dua mata pelajaran pilihan.

Hari Pertama:

  • Bahasa Indonesia
  • Matematika
  • Bahasa Inggris

Hari Kedua:

  • Mata pelajaran pilihan I
  • Mata pelajaran pilihan II

Daftar mata pelajaran pilihan:
Matematika lanjutan, Bahasa Indonesia lanjutan, Bahasa Inggris lanjutan, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Antropologi, PPKn, Bahasa Arab, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, dan Produk Kreatif serta Kewirausahaan untuk siswa SMK.

Detail Kompetensi Setiap Mata Pelajaran

1. Bahasa Indonesia
Menilai kemampuan membaca teks informasi dan fiksi sepanjang 250–300 kata.
Aspek yang diukur:

  • Pemahaman tekstual dan inferensial
  • Evaluasi isi teks
  • Penguasaan kosakata, struktur kalimat, dan tanda baca

2. Matematika
Mengukur penalaran logis dan kemampuan memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Materi diambil dari Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, mencakup:

  • Bilangan
  • Aljabar
  • Geometri dan pengukuran
  • Data dan peluang
  • Trigonometri

3. Bahasa Inggris
Berfokus pada kemampuan membaca teks deskriptif, naratif, dan analitis.
Kompleksitas soal disesuaikan dengan level A2–B1 CEFR.

Aturan Ketat dan Sanksi Bagi Sekolah

tka tes kemampuan akademik sekolah sma

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik diatur dalam Kepmendikdasmen No. 95/M/2025. Tata tertib berlaku untuk peserta, penulis soal, dan sekolah.

Sekolah yang melanggar bisa dibatalkan pelaksanaan TKAnya atau dilarang menggelar TKA selama tiga kali berturut-turut.

Beberapa pelanggaran yang diatur:

  • Membiarkan pihak tak berkepentingan masuk ruang ujian
  • Mengizinkan peserta membawa alat komunikasi, kamera, atau perangkat elektronik lain
  • Tidak melaksanakan tugas sesuai pedoman penyelenggaraan

Aturan ini dibuat agar pelaksanaan TKA berlangsung jujur, adil, dan bebas manipulasi.

Tes Akademik yang Mengukur Karakter

Meski berskala nasional, TKA bersifat sukarela dan tidak menimbulkan tekanan seperti Ujian Nasional dahulu. Tes ini bukan alat hukuman, tetapi alat evaluasi untuk perbaikan pembelajaran.

Hasil Tes Kemampuan Akademik digunakan untuk memetakan kemampuan siswa, menyesuaikan kurikulum, dan memperkuat integritas nilai rapor. Sekolah dapat memanfaatkannya untuk menyusun program remedial atau pengayaan.

“Dalam jangka panjang, TKA akan membantu sekolah menjaga integritas penilaian agar selaras dengan kemampuan nyata siswa,” ujar Nunuk Suryani.

Menuju Pendidikan yang Jujur dan Berkualitas

Peluncuran TKA menandai perubahan besar arah evaluasi pendidikan Indonesia. Tidak lagi menekan, tetapi mendidik. Tidak lagi menilai dari angka, tetapi dari proses dan karakter.

Tes Kemampuan Akademik menjadi tonggak baru sistem pendidikan nasional yang menekankan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Nilainya bukan sekadar tiket masuk kuliah, tetapi cermin kualitas pembelajaran di setiap sekolah di Indonesia.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news