spot_img

Unpad Prioritaskan Beasiswa untuk 44 Mahasiswa Korban Banjir Sumatera

Harian Masyarakat | Universitas Padjadjaran (Unpad) mendata 44 mahasiswa yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka mendapat prioritas beasiswa tidak mampu serta pendampingan untuk memastikan kebutuhan kuliah dan kebutuhan harian tetap terpenuhi.

Direktur Kemahasiswaan Unpad Inu Isnaeni Sidiq menyampaikan rencana tersebut pada Senin, 8 Desember 2025. “Mahasiswa terdampak akan mendapat prioritas beasiswa tidak mampu. Unpad juga berencana akan mengumpulkan mereka dalam waktu dekat untuk mengecek kebutuhan yang sekiranya dapat dibantu untuk keseharian mereka di sini,” ujarnya.

Upaya pendataan dan pendampingan dilakukan sesuai arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui surat yang disampaikan 3 Desember 2025, perguruan tinggi diminta memberi perhatian khusus kepada mahasiswa asal daerah bencana, termasuk keringanan biaya kuliah, bantuan biaya hidup, serta fasilitas pembelajaran.

Koordinasi Berjalan untuk Menjamin Keberlanjutan Studi

Universitas Padjadjaran terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar 44 mahasiswa tersebut dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan. Kampus juga memastikan akses layanan akademik dan nonakademik mereka tetap aman selama masa darurat.

Pendampingan dilakukan melalui evaluasi rutin, pemetaan kebutuhan, serta penyediaan dukungan yang relevan. Unpad menyiapkan pertemuan khusus dengan seluruh mahasiswa terdampak untuk memeriksa kebutuhan mendesak, baik terkait kuliah maupun kebutuhan sehari-hari.

Relawan Unpad Bergerak Sejak 5 Desember 2025

Selain memberi dukungan kepada mahasiswa, Universitas Padjadjaran menerjunkan tim relawan untuk membantu operasi tanggap darurat. Sejak Jumat, 5 Desember 2025, relawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue bergerak ke lokasi bencana.

Kloter pertama terdiri atas 14 personel dari SAR Unpad, Resimen Mahasiswa, Mahatva Fakultas Pertanian, dan Ikatan Keluarga Alumni. Mereka terbagi dalam tim pencarian dan evakuasi serta tim logistik.

Kegiatan Relawan di Lapangan

  • Menyusuri aliran sungai di Kecamatan Palembayan, Salareh Aia pada 6 Desember 2025 untuk pemetaan dan evakuasi bersama Basarnas.
  • Menyalurkan bahan makanan, air minum, susu, vitamin, dan perlengkapan bayi dan perempuan.
  • Mengadakan sesi trauma healing bagi penyintas di posko pengungsian.
  • Menyisir permukiman terdampak di tiga sektor berbeda hingga 7 Desember 2025.

Relawan tetap siaga serta terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk memperluas jangkauan bantuan.

Pengiriman Relawan Selanjutnya Disiapkan

Universitas Padjadjaran mempersiapkan kloter relawan berikutnya. Pembekalan digelar Selasa, 9 Desember 2025 sebagai persiapan teknis sebelum keberangkatan. “Rencana keberangkatan sesegera mungkin,” kata Inu Isnaeni.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai unit kegiatan mahasiswa yang memiliki kompetensi kebencanaan. Mereka mempelajari keperawatan dasar, psikologi kebencanaan, dan prosedur tanggap darurat.

Rombongan relawan tahap berikutnya juga diperkuat tenaga profesional yang terdiri atas:

  • lima dokter
  • tiga psikolog
  • dua mahasiswa profesi dokter
  • dua mahasiswa profesi perawat atau ners

Bantuan Logistik Mencapai Rp 217 Juta

Selain dukungan sumber daya manusia, Unpad menyalurkan bantuan logistik dan peralatan tanggap darurat. Total bantuan yang telah dan sedang direalisasikan mencapai Rp 217.920.080.

Bantuan mencakup:

  • donasi peduli sesama
  • operasional dan transportasi relawan
  • peralatan SAR seperti perahu karet, vertical rescue equipment, drone, perangkat komunikasi
  • kebutuhan logistik dan perlengkapan darurat lain untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Universitas Padjadjaran juga membuka saluran donasi melalui rekening BNI 9881957133000018 atas nama Unpad Peduli Sesama atau QRIS Diktisaintek Peduli.

unpad universitas padjadjaran

Komitmen Unpad: Lindungi Mahasiswa, Perkuat Bantuan Kemanusiaan

Universitas Padjadjaran menegaskan komitmen untuk membantu pemerataan akses pendidikan di tengah situasi darurat. Prioritas beasiswa bagi 44 mahasiswa terdampak menjadi bentuk nyata perlindungan kampus terhadap keberlanjutan studi mereka.

Di sisi lain, pengiriman relawan, penyaluran bantuan, serta pembekalan lanjutan menunjukkan keterlibatan aktif Unpad dalam penanganan bencana di Sumatera.

Dengan dukungan internal kampus, kolaborasi relawan, serta keterlibatan masyarakat melalui donasi, Unpad menyatakan akan terus memperkuat upaya kemanusiaan dan memastikan mahasiswa terdampak tetap mendapatkan hak pendidikan secara penuh.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news