spot_img

Veda Ega Pratama Resmi Naik ke Moto3 2026, Dari Pasar Gunungkidul ke Ajang Dunia

Harian Masyarakat | Veda Ega Pratama tidak pernah membayangkan bahwa latihan balap di parkiran pasar sapi di Gunungkidul, Yogyakarta, akan membawanya ke panggung dunia. Lahir pada 28 November 2008, ia kini resmi naik ke ajang Moto3 World Championship 2026 bersama Honda Team Asia, menjadi pebalap Indonesia termuda yang tampil penuh di level Grand Prix.

Veda naik kelas berkat pencapaiannya yang luar biasa sebagai runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, ajang yang menjadi batu loncatan menuju dunia Grand Prix. Hasil itu membuatnya memenuhi syarat tampil di Moto3, meski baru berusia 17 tahun. Regulasi FIM memungkinkan pebalap 17 tahun yang finis tiga besar di ajang pengembangan seperti Rookies Cup untuk langsung promosi ke Moto3.

“Saya senang sekali diberi kesempatan dan kepercayaan untuk balapan di Grand Prix. Ini ajang impian saya sejak kecil. Saya akan berusaha cepat beradaptasi dan memberikan performa terbaik untuk membanggakan Indonesia,” kata Veda pada 31 Oktober 2025 di Barcelona.

veda ega pratama red bull rookies cup 2025

Langkah Besar Veda Ega Pratama Bersama Honda Team Asia

Musim depan, Veda akan bergabung dengan Honda Team Asia Moto3, tim yang dikenal menyiapkan talenta muda Asia menuju MotoGP. Ia akan bertandem dengan pebalap Jepang Zen Mitani, menggantikan Taiyo Furusato yang naik ke kelas Moto2 untuk menjadi rekan setim Mario Suryo Aji.

Kabar resmi diumumkan langsung oleh Honda Team Asia bersamaan dengan line-up lengkap Moto2 dan Moto3 untuk musim 2026. Dengan begitu, Indonesia akan memiliki dua wakil di Grand Prix, yaitu Veda di Moto3 dan Mario di Moto2.

Jejak Karier dan Konsistensi Prestasi

veda ega pratama red bull rookies cup
Veda Ega Pratama ketika memenangi balapan Red Bull Rookies Cup di Mugello, Italia

Perjalanan Veda di dunia balap dimulai sejak ia bergabung dengan Astra Honda Racing School (AHRS) pada 2019. Program ini menjadi fondasi pembinaan bakat muda oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Sejak saat itu, performa Veda terus meningkat.

  • 2022: Debut di Asia Talent Cup dan finis posisi ketiga.
  • 2023: Juara Asia Talent Cup dan finis ketiga di ARRC kelas Asia Production 250.
  • 2024: Turun di ARRC kelas Supersport 600 bersama Astra Honda Racing Team, finis keenam.
  • 2025: Runner-up Red Bull Rookies Cup, pencapaian yang membawanya ke Moto3.

Langkah Veda mencerminkan efektivitas sistem pembinaan berjenjang AHM yang telah melahirkan nama-nama seperti Dimas Ekky Pratama, Gerry Salim, Andi Gilang Izdihar, dan Mario Suryo Aji.

Dukungan Astra Honda dan Harapan untuk Indonesia

veda ega pratama

Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, menegaskan bahwa 2026 menjadi tahun bersejarah bagi Indonesia karena dua pebalap binaan AHRS akan bersaing di dua kelas Grand Prix.

“Veda menjadi pebalap kelima dari binaan Astra Honda Racing School yang menembus persaingan Grand Prix. Kami harap pencapaian mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk menggapai mimpi tertinggi,” ujar Octavianus.

Masuknya Veda ke Honda Team Asia juga menandai keberhasilan pembinaan jangka panjang AHM yang konsisten menyiapkan pebalap muda Indonesia di level internasional.

Tantangan di Moto3

Meski punya modal kuat, tantangan Veda di Moto3 tidak mudah. Kelas ini dikenal sebagai kategori paling ketat di dunia balap motor. Veda harus beradaptasi dengan motor yang lebih bertenaga, sirkuit baru di berbagai negara, dan persaingan antarpebalap muda dari Eropa, Jepang, serta Amerika Latin.

Namun, performanya di Rookies Cup menunjukkan mental dan konsistensinya sudah matang. Veda dikenal memiliki gaya balap agresif, cepat membaca situasi, dan tidak mudah goyah saat duel di lintasan.

Dengan dukungan penuh dari Honda Team Asia dan tim teknis berpengalaman, musim 2026 bisa menjadi titik awal era baru bagi balap motor Indonesia.

Mario Aji dan Regenerasi Pembalap Indonesia

mario aji moto2
Mario Aji

Sementara Veda menapaki debut di Moto3, Mario Suryo Aji akan tetap membalap di Moto2 bersama Taiyo Furusato. Mario merupakan lulusan AHRS 2016 dan telah berkompetisi di Grand Prix sejak 2022. Ia satu-satunya pebalap Indonesia yang tampil penuh selama lima musim berturut-turut di Grand Prix.

Mario memulai kariernya dari ajang Thailand Talent Cup 2017, kemudian bersinar di Asia Talent Cup dan ARRC. Konsistensinya membuahkan hasil dengan kesempatan wildcard di Moto3 Misano dan Algarve, sebelum akhirnya mendapat kontrak penuh di Moto2.

Simbol Kebangkitan Balap Indonesia

Veda Ega Pratama kini menjadi simbol kebangkitan pembalap muda Indonesia. Dari lintasan pasar sapi di Gunungkidul, ia berhasil menembus dunia yang didominasi pebalap Eropa dan Jepang.

Kisahnya bukan hanya tentang bakat, tapi juga sistem pembinaan yang terarah, dukungan keluarga, dan kerja keras bertahun-tahun.
Musim 2026 akan menjadi ujian besar bagi Veda, tapi juga peluang emas untuk mengibarkan Merah Putih di podium dunia.

Dengan dua pebalap Indonesia di Grand Prix, Moto3 dan Moto2, Indonesia kini bukan sekadar penonton di ajang balap dunia. Kita adalah bagian dari kompetisi itu sendiri.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news