Harian Masyarakat – Pekan kedua Desember memacu tim ekonomi Indonesia. Airlangga Hartarto menyiapkan delegasi untuk berangkat ke Washington. Tujuannya mengamankan kesepakatan tarif sebelum 2025 berakhir. Langkah ini muncul setelah ia berbicara langsung dengan Jamieson Greer. Keduanya sepakat mendorong komitmen Prabowo dan Trump masuk ke dokumen resmi.
Negosiasi sudah mendekati garis akhir. Pemerintah ingin seluruh detail dari Leaders Declaration 22 Juli selesai. Airlangga menyampaikan tidak ada hambatan besar. Ia sudah melapor ke Presiden dan mendapat instruksi untuk mempercepat. Kemenko Perekonomian memastikan dinamika yang muncul masih dalam tahap normal.
Inti pembahasan ada pada struktur tarif. AS sudah menurunkan tarif produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Indonesia setuju menghapus tarif untuk lebih dari 99 persen barang AS. Indonesia juga membuka ruang lebih besar bagi perusahaan Amerika dengan menghapus hambatan nontarif.
Isu pembatalan muncul dari laporan media asing. Pemerintah menolak. Airlangga menyatakan pertemuan virtual dengan USTR justru menguatkan semua poin yang dibahas sejak Juli. Indonesia bahkan menjadi negara ketiga yang mencapai kesepakatan awal dengan AS.
Delegasi akan berangkat pekan depan. Pemerintah ingin memastikan kesepakatan tarif ini terkunci dalam bentuk final. Keputusan itu menentukan posisi Indonesia dalam peta perdagangan global. Pemerintah melihat peluang yang tidak boleh lepas. Tim negosiasi membawa mandat penuh untuk menutup proses ini sebelum tahun berganti.















