Harian Masyarakat | Lembaga penyiaran publik Inggris, BBC, tengah menghadapi salah satu krisis paling serius dalam sejarahnya. Dua pejabat tertinggi, Direktur Jenderal Tim Davie dan Kepala Berita Deborah Turness, resmi mengundurkan diri pada Minggu (9/11/2025) waktu London. Langkah keduanya dilakukan setelah terungkap bahwa BBC memanipulasi pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dokumenter berjudul Trump: A Second Chance?
Pengunduran diri dua pimpinan tertinggi pada hari yang sama merupakan peristiwa langka dalam sejarah British Broadcasting Corporation yang berdiri sejak 1922. “BBC tidak sempurna. Ada kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan, dan sebagai pimpinan tertinggi saya mengambil tanggung jawab penuh,” kata Davie dalam pernyataannya.
Deborah Turness menambahkan bahwa polemik dokumenter tersebut telah “menyebabkan kerusakan terhadap reputasi BBC yang saya cintai”. Ia menegaskan, tuduhan bahwa mereka secara institusional bias adalah keliru, namun mengakui ada kesalahan editorial yang fatal.

Skandal Manipulasi Pidato Trump
Kontroversi bermula dari laporan The Telegraph yang membocorkan memo internal berisi temuan Michael Prescott, mantan penasihat independen Komite Standar Editorial British Broadcasting Corporation. Prescott menyebut tim dokumenter Panorama sengaja menggabungkan dua bagian pidato Trump pada 6 Januari 2021 di Washington DC, sehingga terlihat seolah Trump menyerukan kekerasan kepada para pendukungnya.

Dalam tayangan dokumenter, Trump dikutip berkata:
“Kita akan pergi ke Capitol… dan kita akan berjuang seperti di neraka.”
Namun rekaman asli menunjukkan Trump sebenarnya berkata:
“Kita akan pergi ke Capitol dan mendukung para senator dan anggota kongres yang pemberani.”
Bagian “berjuang seperti di neraka” diambil dari segmen lain, lebih dari 50 menit terpisah, yang konteksnya berbeda. Prescott menulis bahwa penyuntingan semacam itu “membuat Presiden AS seolah mengatakan sesuatu yang tidak pernah diucapkannya.”
Skandal ini memicu kemarahan luas. Gedung Putih bahkan menyebut BBC sebagai “100 persen berita palsu”. Donald Trump langsung menanggapi lewat Truth Social: “Mereka tertangkap mengedit pidato sempurna saya. Orang-orang ini sangat tidak jujur dan mencoba menipu demokrasi.”
Reaksi Politik dan Publik
Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris, Lisa Nandy, mengucapkan terima kasih kepada Davie dan Turness atas pengunduran diri mereka. Ia berjanji pemerintah akan mendukung reformasi British Broadcasting Corporation agar bisa beradaptasi dengan era baru penyiaran publik.
I want to thank Tim Davie for his service to public broadcasting over many years.
He has led the BBC through a period of significant change and helped the organisation to grip the challenges it has faced in recent years.
— Lisa Nandy MP (@lisanandy) November 9, 2025
Sementara itu, Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menyebut pengunduran diri ini sebagai langkah awal yang benar namun belum cukup. “Kegagalan di BBC sangat mendalam. Reformasi menyeluruh harus dilakukan dari atas hingga bawah,” ujarnya.
Badenoch menegaskan, publik tidak akan terus membiayai British Broadcasting Corporation melalui iuran tahunan sebesar 174,50 poundsterling jika lembaga itu tidak menunjukkan netralitas sejati.
Ketua Komite Parlemen Bidang Kebudayaan, Caroline Dinenage, menilai skandal ini sebagai “puncak dari serangkaian krisis yang menodai reputasi BBC”. Ia menuntut audit penuh atas seluruh praktik editorial lembaga tersebut.
Dari pihak oposisi, Pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey menyerukan agar pengunduran diri dua petinggi itu dijadikan momentum reformasi menyeluruh. “BBC tetap salah satu institusi penting dalam menjaga nilai-nilai demokrasi kita. Namun kepercayaan publik harus dipulihkan,” katanya.
Bocoran Memo Internal dan Tuduhan Bias
Memo yang dibocorkan The Telegraph tidak hanya menyoroti manipulasi pidato Trump. Prescott juga menuduh adanya bias sistemik dalam liputan BBC Arabic terkait perang Israel-Gaza. Ia menyebut liputan British Broadcasting Corporation kerap menampilkan simpati berlebihan terhadap satu pihak dan gagal menjaga keseimbangan.
Selain itu, memo itu menyinggung adanya “sensor efektif” dalam liputan isu transgender oleh reporter khusus LGBT BBC yang dinilai mendorong agenda pro-trans secara sepihak.
Kasus lain yang memperkuat tuduhan bias muncul ketika British Broadcasting Corporation harus menanggapi 20 keluhan publik atas penyiaran presenter Martine Croxall yang mengubah naskah berita secara langsung dengan menyebut “pregnant people” alih-alih “women”.
Beberapa bulan terakhir, BBC juga dikritik karena tidak mengungkap bahwa narator dalam dokumenter tentang Gaza adalah putra seorang pejabat Hamas.
Catatan Kelam dan Pola Krisis
British Broadcasting Corporation bukan pertama kali terjebak dalam skandal besar. Pada 2012, Direktur Jenderal George Entwistle mundur setelah laporan BBC keliru menuduh seorang politisi senior terlibat kasus pelecehan anak. Kasus lain muncul pada 2023, ketika Ketua BBC Richard Sharp mengundurkan diri karena gagal melaporkan perannya dalam membantu pinjaman pribadi Boris Johnson senilai hampir 1 juta dolar.
Tahun yang sama, BBC juga menuai protes setelah menangguhkan Gary Lineker karena kritiknya terhadap kebijakan suaka pemerintah yang disebut “sangat kejam”. Lineker akhirnya dipulihkan setelah gelombang dukungan publik.
Daftar krisis itu menunjukkan tekanan besar terhadap lembaga penyiaran publik tertua di dunia ini. Setiap kali, reputasi BBC sebagai simbol jurnalisme independen dan kredibel dipertaruhkan.
Transisi Kepemimpinan dan Masa Depan BBC

Ketua Dewan British Broadcasting Corporation, Samir Shah, dijadwalkan memberikan pernyataan di depan parlemen pada Senin (10/11/2025). Dalam keterangannya, Shah mengakui ini “hari yang menyedihkan bagi BBC”, namun menghormati keputusan Davie dan Turness.
Proses pemilihan Direktur Jenderal baru akan dilakukan oleh Dewan British Broadcasting Corporation sesuai piagam kerajaan (Royal Charter). Nama-nama seperti Charlotte Moore, Jay Hunt, dan James Harding disebut sebagai kandidat kuat.
Royal Charter baru akan dinegosiasikan ulang dengan pemerintah sebelum masa berlaku saat ini berakhir pada 2027. Piagam ini menentukan model pendanaan, fungsi publik, dan regulasi BBC di masa depan.
Davie berharap penggantinya bisa “menciptakan kondisi terbaik untuk membentuk masa depan BBC yang positif.”
Tantangan Netralitas dan Kepercayaan Publik
British Broadcasting Corporation kini menghadapi tantangan terbesar: memulihkan kepercayaan publik dan membuktikan komitmen terhadap jurnalisme netral. Kasus ini menjadi pengingat bahwa reputasi media bisa runtuh hanya karena satu kesalahan fatal dalam menjaga keakuratan dan konteks.
Dalam wawancara dengan The Independent, peneliti jurnalistik Universitas Negeri Arizona, Kristy Roschke, mengatakan masalah terbesar media saat ini adalah “kecenderungan sensasional dan kurangnya literasi publik terhadap konten berita.”
BBC, yang menayangkan program ke lebih dari 400 juta penonton per minggu dan beroperasi dalam 40 bahasa, kini berada di titik krusial. Skandal ini bukan sekadar soal pidato Trump, tetapi ujian moral tentang integritas jurnalisme di era disinformasi.
Hari Ini, BBC di Persimpangan Jalan

Dengan dua pemimpin utamanya lengser, British Broadcasting Corporation hari ini berdiri di persimpangan antara reformasi dan keruntuhan kepercayaan publik.
Bagi banyak orang Inggris, BBC adalah bagian dari identitas nasional dan sumber informasi paling dipercaya selama satu abad. Namun bagi yang lain, skandal ini membuktikan bahwa bahkan institusi paling besar pun tidak kebal dari kesalahan yang mengguncang fondasi kepercayaannya.
Yang kini ditunggu publik bukan sekadar siapa penggantinya, tetapi apakah British Broadcasting Corporation benar-benar mampu belajar dari krisis ini dan kembali menjadi tolok ukur kejujuran jurnalistik dunia.















