Harian Masyarakat – Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat dan mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari. Sayangnya, kemajuan ini juga dimanfaatkan untuk tindakan kriminal. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang menggunakan AI.
Berdasarkan data Indonesia Antiscam Center, per 15 Oktober 2025 tercatat peningkatan tren jumlah laporan korban scam yang saat ini sudah mencapai 297.217 laporan, dengan jumlah nilai kerugian sudah mencapai Rp 7 triliun,” kata Manajer Madya Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti), Aditya Mahendra, di Polda Metro Jaya, Jumat (31/10/2025).
Penipuan Menggunakan Suara AI (Voice Cloning)
Pelaku merekam suara korban, keluarga, atau teman, lalu mengunggahnya ke aplikasi kloning suara. Dengan rekaman tersebut, penipu bisa mengubah teks menjadi suara yang terdengar seperti asli. Suara ini digunakan untuk meyakinkan korban agar melakukan transfer uang atau memberikan informasi pribadi.
Ciri dan Pencegahan:
- Verifikasi permintaan tidak biasa, terutama yang meminta uang atau data pribadi.
- Perhatikan nada suara; intonasi datar atau aksen yang hilang bisa menandakan suara AI.
- Jangan mudah memberikan informasi pribadi kepada orang yang identitasnya belum diverifikasi.
Penipuan Memalsukan Wajah (Deepfake)
Teknologi AI memungkinkan pembuatan video yang meniru wajah dan ekspresi seseorang. Deepfake digunakan untuk menipu korban seolah berkomunikasi dengan orang yang dikenal. Beberapa kasus bahkan meniru wajah selebritas, dikombinasikan dengan suara AI, sehingga terlihat meyakinkan.
Ciri dan Pencegahan:
- Gerakan wajah dan suara tidak sinkron.
- Tatapan kosong atau tidak menatap layar.
- Penampilan terlalu sempurna atau berlebihan.
- Selalu lakukan konfirmasi melalui saluran lain jika ada permintaan mencurigakan.
Pemalsuan Dokumen
AI juga mempermudah pembuatan dokumen palsu, termasuk bukti pengiriman dana, KTP, atau dokumen resmi lain. Modus ini memanfaatkan generator AI atau tools editing.
Ciri Dokumen Palsu:
- Font tidak seragam, buram, terlalu tebal atau tipis.
- Tata letak tulisan tidak rapi, terkesan ditempel.
- Warna tulisan atau logo terlihat pudar atau berbeda dari asli.
- Tanggal dan waktu transfer tidak sesuai.
Tips Lindungi Diri dari Penipuan AI:
- Jaga informasi pribadi, aktifkan fitur privasi di media sosial.
- Hindari panggilan dari nomor tidak dikenal, konfirmasi lewat sumber terpercaya.
- Ajukan pertanyaan spesifik yang hanya diketahui kalian berdua.
- Hati-hati dengan video atau suara yang tidak biasa, meski datang dari orang dikenal.
Teknologi AI bisa memudahkan hidup, tetapi juga menjadi alat kriminal. Masyarakat perlu waspada dan selalu memverifikasi informasi sebelum menanggapi permintaan mencurigakan.















