Harian Masyarakat – Pemerintah bersiap menghadapi lonjakan mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Kementerian Perhubungan memetakan dua ancaman utama, lonjakan penumpang dan potensi cuaca ekstrem.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan peningkatan pergerakan berisiko memicu kemacetan dan penumpukan di simpul transportasi. BMKG juga memprediksi curah hujan tinggi pada Desember 2025 hingga Januari 2026 yang dapat mengganggu keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan.
Perhatian khusus pada jalur wisata dan penyeberangan. Rute Merak Bakauheni menjadi fokus utama dengan penambahan empat titik penyeberangan untuk mengurai antrean. Jalur lintas Timur juga disiapkan dengan tiga titik penyeberangan guna mencegah kepadatan.
Untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, pemerintah kembali menjalankan program mudik gratis. Kemenhub menyiapkan sekitar 33.049 penumpang, pengangkutan 5.568 sepeda motor, 75 bus, 12.720 penumpang kereta api, dan 17.239 penumpang moda laut.
Pemerintah juga membuka Posko Nataru sebagai pusat pemantauan transportasi nasional. Posko beroperasi dari 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 untuk memastikan arus libur akhir tahun berjalan aman dan terkendali.















