Harian Masyarakat – Miss Universe Organization (MUO) resmi menanggapi insiden antara Miss Universe Meksiko, Fatima Bosch, dan Presiden Miss Grand International (MGI), Nawat Itsaragrisil, yang terjadi selama masa karantina finalis di Thailand. Kejadian ini langsung jadi sorotan publik dan memicu perbincangan luas di dunia pageant internasional.
Dalam video yang beredar, Nawat tampak menegur Fatima secara terbuka saat sesi penyerahan selempang. Fatima kemudian membela diri dan memilih keluar ruangan. Ia menyebut Nawat bersikap tidak sopan dan memanggilnya bodoh tanpa alasan yang jelas.
“Apa yang dilakukan direktur itu tidak sopan. Dia memanggil saya bodoh hanya karena dia punya masalah dengan organisasi. Itu tidak adil,” kata Fatima. Ia menegaskan hadir di ajang itu untuk berkompetisi dengan baik, bukan mencari konflik.
Fatima juga menyampaikan pesan tegas bahwa perempuan harus berani bersuara. “Kami adalah perempuan berdaya. Tak seorang pun boleh membungkam suara kami,” ujarnya.
MUO menegaskan akan melakukan investigasi internal dan memastikan kompetisi tetap berjalan sesuai jadwal. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan aman, profesional, dan penuh rasa hormat,” tulis MUO dalam pernyataan resminya.
Delegasi yang dipimpin CEO Miss Universe, Mario Bucaro, telah diterbangkan ke Thailand untuk memantau langsung situasi.
Sementara itu, Organisasi Miss Universe Meksiko menyatakan dukungan penuh untuk Fatima. “Hari ini dan selamanya, Meksiko mendukungmu. Kekuatan dan suaramu mewakili yang terbaik dari bangsa kita,” tulis pernyataan resmi mereka.
Meski diwarnai ketegangan, MUO menegaskan seluruh agenda Miss Universe tetap berjalan. Publik kini menantikan hasil investigasi terkait dugaan perlakuan tidak pantas yang dilakukan Nawat terhadap Fatima.















